Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada masyarakat Indonesia setelah pernyataannya terkait banjir di Sumatera menuai kritik publik.
Pernyataannya yang sempat viral di media sosial dianggap meremehkan bencana yang menimpa Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
"Saya menyesal dan meminta maaf," kata Suharyanto di Jakarta, Jumat, 5 Desember 2025.
Baca Juga:
Ia menjelaskan, konteks ucapannya mengenai banjir yang disebut "hanya ramai di media sosial" seharusnya dipahami dalam situasi spesifik saat ia meninjau Tapanuli Utara.
Namun, ia mengakui redaksi yang digunakan keliru dan menimbulkan salah tafsir.
Eks Pangdam V/Brawijaya itu menegaskan tidak pernah sedikit pun berniat meremehkan skala bencana yang melanda tiga provinsi tersebut.
"Demi Allah tidak sedikit pun di hati, pikiran, dan tindakan saya meremehkan bencana ini," ujarnya.
Menurut Suharyanto, sejak hari pertama banjir dan longsor terjadi, BNPB telah menerjunkan seluruh sumber daya, baik personel, logistik, maupun peralatan, ke wilayah terdampak.
Ia mengatakan dirinya tidak meninggalkan tiga provinsi terdampak tersebut sejak bencana meluas.
Suharyanto mengaku akan meningkatkan kehati-hatian dalam memberikan keterangan kepada media.
Ia berjanji penjelasan teknis kepada publik akan lebih banyak disampaikan oleh Kapusdatin dan unsur pengarah BNPB.
"Saya bekerja saja di lapangan sekuat tenaga agar jangan blunder lagi," ucapnya.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.