BREAKING NEWS
Selasa, 10 Maret 2026

Kemenhut Klarifikasi Kayu Terdampar di Pantai Lampung, Bukan Hasil Pembalakan Liar

Abyadi Siregar - Selasa, 09 Desember 2025 19:44 WIB
Kemenhut Klarifikasi Kayu Terdampar di Pantai Lampung, Bukan Hasil Pembalakan Liar
Kayu gelondongan yang ditemukan terdampar di pantai Lampung. (foto: Tama Yudha Wiguna/IDN Times)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

LAMPUNG Kayu gelondongan yang ditemukan terdampar di pantai Lampung bukan berasal dari banjir, melainkan akibat kecelakaan kapal tagboot milik PT Minas Pagai Lumber, perusahaan yang memiliki izin Pemanfaatan Hutan Produksi melalui Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH).

Hal ini dikonfirmasi Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Krisdianto, Selasa (9/12/2025).

"Kejadian ini murni akibat mesin tagboot mati dan terkena badai sejak 6 November 2025, sehingga banyak kayu yang jatuh dari kapal," ujar Krisdianto.

Baca Juga:

Kayu-kayu tersebut dilengkapi barcode sebagai penanda SVLK (Sistem Verifikasi Legalitas Kayu), yang menunjukkan keabsahan sumber kayu dan mencegah praktik ilegal logging.

"Barcode di kayu ini adalah penanda SVLK yang dicek keabsahan atau asal usul sumber kayu," tambahnya.

Sebelumnya, Polda Lampung menelusuri kayu-kayu tersebut dan menemukan stiker kuning bertuliskan "Kementerian Kehutanan Republik Indonesia" serta nama perusahaan PT Minas Pagai Lumber.

Logo lingkaran bertanda centang dan daun bertuliskan "SVLK INDONESIA" menunjukkan tanda legalitas kayu.

"Kami cek ada barcode dan nomor seri yang menempel di kayu-kayu itu. Sekarang sedang kami telusuri keabsahannya," kata Irjen Helfi di Mapolda Lampung, Senin (8/12/2025).

Polda Lampung bersama Kemenhut terus memeriksa dokumen registrasi penebangan untuk memastikan kayu tersebut benar-benar legal.

Penyelidikan ini juga akan mengungkap apakah ada penyimpangan dalam proses produksi kayu tersebut.

Dengan pengecekan ini, publik diharapkan mendapat kepastian bahwa kayu yang terdampar tersebut bukan berasal dari praktik pembalakan liar, melainkan insiden tak terduga akibat kecelakaan kapal.*


Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Update Korban Banjir dan Longsor Sumatera, BNPB: 964 Jiwa Tewas, Puluhan Ribu Pengungsi Terpapar Penyakit
Bupati Aceh Selatan Diberhentikan Sementara, Akan Jalani Magang 3 Bulan di Kemendagri
Ketua Komisi IV DPRD Medan Kritik Lambatnya Realisasi Anggaran Banjir Rp 5,8 Miliar: ‘Rakyat Sudah Pulang, Bantuan Baru Mau Dibagi?’
Banjir dan Longsor Sumatera Jadi Bukti Dampak Korupsi Alam, MARAK Tantang Presiden Prabowo Buktikan Komitmen Pemberantasan Korupsi
Solidaritas Warga: Konser Amal Galang Sumbang Rp11 Juta untuk Korban Banjir Deli Serdang
Datangi Desa Terdampak Banjir Aceh Tamiang, Anies Baswedan Berikan Dorongan Moral dan Bantuan Logistik ke Korban
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru