MEDAN — Satu bulan pasca-banjir bandang dan longsor yang menerjang sejumlah kabupaten/kota di Sumatera Utara, tercatat masih ada 13.355 warga yang mengungsi.
Data ini berasal dari laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut per Selasa, 23 Desember 2025, yang dikirim oleh Kabid Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Sumut, Porman Mahulae.
"Data sementara pengungsi 13.355 jiwa," tulis laporan BPBD Sumut.
Pengungsi tersebar di tujuh kabupaten/kota terdampak, dengan jumlah terbanyak di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) mencapai 5.555 orang, diikuti Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) sebanyak 4.908 orang.
Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia saat ini mencapai 369 orang, dan 72 orang masih dilaporkan hilang.
Data ini terus diperbarui seiring pencarian korban dan penyesuaian laporan pihak berwenang.
Data Pengungsi Terdampak - Kabupaten Tapanuli Tengah: 5.555 orang - Kabupaten Tapanuli Selatan: 4.908 orang - Kabupaten Langkat: 160 orang - Kabupaten Humbang Hasundutan: 855 orang - Kota Sibolga: 660 orang - Kabupaten Tapanuli Utara: 1.197 orang - Kabupaten Nias: 20 orang
Data Korban Meninggal dan Hilang - Kabupaten Tapanuli Tengah: 132 tewas, 38 hilang - Kabupaten Tapanuli Selatan: 88 tewas, 30 hilang - Kota Sibolga: 54 tewas, 1 hilang - Kabupaten Tapanuli Utara: 36 tewas, 2 hilang - Kabupaten Deli Serdang: 17 tewas - Kabupaten Langkat: 14 tewas - Kabupaten Humbang Hasundutan: 10 tewas, 1 hilang - Kota Medan: 12 tewas - Kabupaten Pakpak Bharat: 2 tewas - Kota Padangsidimpuan: 1 tewas - Kabupaten Nias: 2 tewas - Kabupaten Nias Selatan: 1 tewas
BPBDSumut terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk menyediakan kebutuhan dasar pengungsi serta mempercepat evakuasi dan pemulihan wilayah terdampak.*
(d/ad)
Editor
: Raman Krisna
Satu Bulan Pascabencana, BPBD Catat 13.355 Warga Masih Mengungsi