Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
MEDAN – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menjamin seluruh biaya operasi dan perawatan Asmi Anggraini (4), balita yang menjadi korban peluru nyasar saat bentrok antar massa di Jalan Medan–Belawan.
Rico Waas meminta keluarga korban tidak mengkhawatirkan persoalan biaya dan fokus pada pemulihan kesehatan anak tersebut.
"Saya sampaikan kepada keluarga dan ibunya supaya tidak perlu khawatir masalah biaya. Saya yang jamin. Kita berharap anak ini bisa lekas pulih," kata Rico Waas, Rabu malam (7/1/2026).
Baca Juga:
Rico Waas menyatakan telah mengunjungi korban yang dirawat di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara (RS USU) tak lama setelah kejadian.
Ia juga meminta jajaran Pemerintah Kota Medan dan tenaga medis menangani kasus ini secara serius dan maksimal.
"Saya sudah jenguk langsung semalam. Nanti akan saya cek kembali untuk perawatan lanjutan, apakah perlu dirujuk ke RS Adam Malik. Yang terpenting anak ini mendapat layanan medis terbaik," ujarnya.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin malam (5/1/2026), saat Romanda Siregar (33) bersama anaknya melintasi Jalan Medan–Belawan menggunakan becak motor untuk menjemput suaminya.
Di depan Kantor Pos Belawan, kendaraan mereka terhenti akibat bentrok antar kelompok.
Di tengah situasi ricuh, sebuah peluru nyasar menembus mata kanan Asmi yang berada di dalam becak.
Romanda berusaha mencari pertolongan sambil memeluk anaknya, namun akses menuju rumah sakit terhambat karena penutupan jalan.
Asmi sempat dibawa ke RS Prima Husada Cipta Medan, tetapi tidak dapat ditangani karena keterbatasan fasilitas.
Setelah berjalan kaki menembus kericuhan, Asmi akhirnya dirawat di RSUD Pirngadi Medan sekitar pukul 21.00 WIB.
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan proyektil bersarang di tempurung kanan kepala dan nyaris menembus otak.
Hingga kini, peluru tersebut belum dapat diangkat karena keterbatasan dokter spesialis.
Di sisi ranjang rumah sakit, Romanda mengaku diliputi kecemasan, tidak hanya terhadap keselamatan anaknya, tetapi juga persoalan biaya.
BPJS Kesehatan tidak menanggung pembiayaan karena kasus tersebut dikategorikan sebagai kecelakaan.
"Suami saya nelayan. Kami benar-benar tidak mampu menanggung biaya operasi dan rujukan," kata Romanda.
Pemerintah Kota Medan memastikan akan menanggung seluruh biaya perawatan dan pengobatan korban, serta memfasilitasi rujukan ke rumah sakit dengan fasilitas lebih lengkap bila diperlukan.*
(tm/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.