Bencana tanah longsor menerjang permukiman di Kampung Pasir Kuning dan sekitarnya, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (24/1/2026). (foto: Antara/ABDAN SYAKURA)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
Selain korban meninggal, sebanyak 82 warga dilaporkan masih hilang dan dalam pencarian.
Aparat gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan relawan terus melakukan pencarian di tengah kondisi cuaca ekstrem dan medan yang sulit.
Polda Jawa Barat mencatat sebanyak 10 kantong jenazah berada di pos Disaster Victim Identification (DVI).
Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Komisaris Besar Hendra Rochmawan, mengatakan enam jenazah telah berhasil diidentifikasi.
"Enam sudah teridentifikasi, satu berupa bagian tubuh, dan tiga lainnya masih dalam proses identifikasi," ujarnya.
Menurut Hendra, tim DVI masih melakukan identifikasi terhadap bagian tubuh korban menggunakan metode ante-mortem dan post-mortem.
Beberapa bagian tubuh, seperti tangan, telah dapat dikenali melalui pembanding sidik jari.
Sementara itu, sekitar 400 warga telah dievakuasi ke sejumlah lokasi pengungsian, salah satunya di Kantor Desa Pasirlangu.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBDJawa Barat, Bambang Imanudin, mengatakan pihaknya telah menyiapkan pos utama dan pos lapangan untuk penanganan darurat.
"Untuk penanganan korban, kami sudah menyiapkan sejumlah pos, termasuk pos lapangan di bawah dan posko Basarnas," kata Bambang.
Ia menambahkan para pengungsi masih sangat membutuhkan bantuan logistik dasar seperti matras, selimut, dan bahan kebutuhan pokok.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mulai menyalurkan bantuan ke wilayah terdampak untuk memastikan kebutuhan penyintas terpenuhi selama masa tanggap darurat.*