BREAKING NEWS
Senin, 16 Februari 2026

Sidang Lapangan Sengketa Lahan 190 Hektare Memanas: Media Terpaksa Gelar Konferensi Pers di Pinggir Jalan Bahaya

Indra Saputra - Senin, 16 Februari 2026 07:27 WIB
Sidang Lapangan Sengketa Lahan 190 Hektare Memanas: Media Terpaksa Gelar Konferensi Pers di Pinggir Jalan Bahaya
Jurnalis diarahkan untuk melakukan konferensi pers di pinggir Jalan Lintas Batang Toru–Sibolga. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

TAPANULI SELATAN – Sejumlah jurnalis menghadapi risiko keselamatan ketika hendak menggelar konferensi pers bersama kuasa hukum Parsadaan Siregar Siagian usai sidang pemeriksaan setempat terkait sengketa lahan seluas 190 hektare, Kamis (12/2/2026).

Awalnya, konferensi pers direncanakan di luar pagar dan di luar kawasan operasional PT Agincourt Resources (PT AR) agar tidak mengganggu aktivitas perusahaan sekaligus menjamin keselamatan awak media.

Namun, pihak keamanan PT AR meminta awak media meninggalkan lokasi dengan alasan kawasan tersebut termasuk Objek Vital Nasional (Obvitnas).

Baca Juga:

Akibatnya, jurnalis diarahkan untuk melakukan konferensi pers di pinggir Jalan Lintas Batang Toru–Sibolga. Banyak awak media menilai lokasi ini berisiko tinggi karena arus lalu lintas padat dan bahu jalan sempit.

"Sejak awal kami tidak masuk ke kawasan operasional. Konferensi pers direncanakan di luar pagar, tapi tetap diminta pergi. Ini jelas berisiko bagi keselamatan," ujar Adek Indra, Minggu (15/2/2026).

Sidang pemeriksaan setempat menjadi bagian dari proses pembuktian perkara gugatan lahan milik Parsadaan Siregar Siagian terhadap PT AR, yang diduga belum melakukan pembayaran atas lahan tersebut.

Menanggapi hal ini, Senior Manager Corporate Communications PT AR, Katarina Siburian Hardono, menegaskan bahwa pembatasan akses dilakukan sebagai bentuk kepatuhan terhadap prosedur keamanan nasional.

"Pembatasan akses di area operasional PT AR merupakan bentuk kepatuhan terhadap prosedur keamanan dan keselamatan Obvitnas serta perlindungan hak privasi wilayah," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/2/2026).

Pihak perusahaan juga menegaskan kehadiran aparat keamanan TNI/Polri semata-mata menjalankan tugas negara dalam mengamankan aset strategis dan keselamatan publik.

Meski demikian, awak media berharap ke depan ada mekanisme komunikasi yang lebih jelas, yang tetap menghormati keselamatan dan independensi kerja jurnalistik di lapangan.*

(dh)

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
PT AR Sampaikan Hak Jawab atas Pemberitaan Dugaan Pengusiran Wartawan di Area Martabe
Hallonews.id Resmi Diluncurkan, Hadir dengan Komitmen Jurnalisme Fakta di Tengah Disinformasi
Petugas Keamanan dan Staf PT AR Martabe ‘Usir’ Wartawan Saat Liputan Sidang Lapangan
Sengketa Lahan atau Intimidasi Pers? DPD IJEN Tapsel Soroti PT Agincourt Resources di Tengah Isu Izin dan Transparansi
Puluhan Wartawan Babel Datangi Polda, Tolak Kriminalisasi Karya Jurnalistik
Polda Aceh Perkuat Kemitraan dengan Wartawan, Tekankan Pentingnya Informasi Akurat di Era Digital
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru