BREAKING NEWS
Minggu, 22 Februari 2026

Lubang Tanah Raksasa 27.000 m² di Aceh Tengah, BRIN Tegaskan Bukan Sinkhole

Nurul - Sabtu, 21 Februari 2026 21:41 WIB
Lubang Tanah Raksasa 27.000 m² di Aceh Tengah, BRIN Tegaskan Bukan Sinkhole
Lubang tanah raksasa di Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, Aceh. (foto: explore_gayo/ig)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

ACEH TENGAHLubang tanah raksasa di Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, Aceh, terus meluas hingga mencapai luas sekitar 27.000 meter persegi.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menegaskan, fenomena ini merupakan hasil longsoran tanah bertahap, bukan sinkhole.

Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Adrin Tohari, menjelaskan, kawasan Ketol terdiri dari material tufa hasil aktivitas Gunung Geurendong yang sudah tidak aktif.

Baca Juga:

"Yang terjadi di Aceh Tengah itu sebenarnya fenomena longsoran, bukan sinkhole. Lapisan tufanya tidak padat dan kekuatannya rendah, sehingga mudah sekali tergerus dan runtuh," kata Adrin, Sabtu (21/2/2026).

Berdasarkan citra satelit Google Earth sejak 2010, lembah kecil di Ketol telah melebar seiring waktu akibat erosi dan longsoran, hingga membentuk lubang besar saat ini.

Faktor pemicu longsoran antara lain hujan lebat, gempa bumi 6,2 magnitudo pada 2013, dan saluran irigasi terbuka yang membuat tanah jenuh air.

"Jika saluran irigasi terbuka dan air terus masuk ke dalam tanah, lapisan yang sudah rapuh itu menjadi semakin tidak stabil," tambah Adrin.

Ia menekankan, proses terbentuknya lubang ini berlangsung puluhan hingga ratusan tahun, bukan peristiwa tiba-tiba.

Fenomena serupa, menurut Adrin, dapat ditemukan di daerah dengan karakter geologi batuan gunung api muda, seperti Ngarai Sianok di Sumatera Barat.

Meski BRIN belum melakukan penelitian lapangan langsung, analisis citra satelit dan data publik cukup menunjukkan bahwa longsoran bertahap menjadi penyebab utama.

Adrin menyarankan peta kerentanan gerakan tanah diperbarui pascainsiden ini. Ia juga mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap retakan tanah atau amblesan kecil sebagai tanda awal potensi longsoran.

"Yang terpenting sekarang adalah memahami prosesnya dan segera melakukan langkah mitigasi agar risiko korban jiwa dapat dihindari," ujarnya.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Progres Pembangunan 150 Unit Huntap di Aceh Tamiang Capai 80%, Kapolda Aceh Pastikan Target Selesai Mei 2026
Polda Aceh Amankan Pendeta Dedi Saputra Terkait Dugaan Penistaan Nabi Muhammad di Media Sosial
Polri Percepat Pemulihan Pascabanjir, Kapolda Aceh Pantau Langsung Huntap di Simpang Kanan
Sinergi Pusat-Daerah: Mendagri Dampingi Penyaluran Bantuan di Aceh Utara
Hujan Ringan dan Cuaca Berawan Dominasi Aceh, Suhu Maksimum Capai 32 Derajat Celcius
Polisi Tangkap Petani di Bireuen, Angkut 50 Kilogram Ganja dari Nagan Raya
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru