Mendagri Minta Daerah Kaya Hibahkan Dana ke Aceh, Bobby Nasution: Sumut Juga Butuh Bantuan
MEDAN Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, memberikan tanggapan atas instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang m
PEMERINTAHAN
ACEH BESAR - Kepala Dusun Banda Gampong Lam Lumpu, Kecamatan Pekan Bada, Aceh Besar, Syamsir Harahap, meluapkan kemarahan terhadap warga yang membuang sampah sembarangan di kawasan Dusun Banda Gampong Lam Lumpu.
Kemarahan ini muncul setelah Syamsir, bersama dua rekannya, Pak Yus dan Pak Amir, berhasil mengamati para pelaku pembuangan sampah liar di sepanjang Jalan Lintas Sp Rima- Ule Lheu pada pagi subuh, Selasa, 24 Maret 2026.
Dalam pernyataan yang penuh emosi, Syamsir menyebut bahwa tindakan pembuangan sampah sembarangan tersebut menunjukkan perilaku yang tidak manusiawi.Baca Juga:
"Yang buang sampah disini seperti binatang, bukan manusia yang punya akal dan budi pekerti," ujar Syamsir.
"Sisa makanan yang bisa dinikmati malah dibuang begitu saja. Selain mencemari lingkungan, aroma tak sedap juga dirasakan oleh warga sekitar dan pengguna jalan."
Syamsir, yang merasa sudah berulang kali mengingatkan warganya, juga menyampaikan kekecewaannya atas ketidakpedulian sebagian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.
"Beberapa hari yang lalu masyarakat bergotong-royong membersihkan, tapi begitu malam tiba, sampah kembali menumpuk. Ini kan seperti kebiasaan hewan, bukan manusia," lanjutnya dengan nada yang semakin tinggi.
Syamsir juga menegaskan bahwa Islam mengajarkan pentingnya hidup bersih.
"Islam mengajarkan kita untuk menjaga kebersihan. Kita hidup di bawah aturan Syariat Islam, tetapi kenapa masih ada oknum yang tidak bisa menahan diri dan membuang sampah sembarangan?" tegasnya.
"Ini bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga soal nilai-nilai moral yang seharusnya kita junjung."
Pak Amir, tokoh masyarakat setempat, juga menyuarakan kekecewaannya.
"Kami sangat kecewa dengan perilaku warga yang masih membuang sampah di tempat umum. Bayangkan jika sampah itu dibuang tepat di depan rumah kita. Bagaimana bau tidak sedap yang harus kita hirup?" ujar Pak Amir.
"Seharusnya kita, sebagai umat yang baru saja menjalani puasa, bisa membersihkan hati dan perilaku kita. Bukannya malah menambah masalah untuk orang lain."
Salah satu saksi mata, Pak Tarjo, yang kebetulan sedang berjalan pagi sekitar pukul 05.30 WIB, melaporkan bahwa ia melihat sebuah becak dan sepeda motor yang datang dari arah Lam Lumpu Lhok membawa sampah.
"Sampah itu dibuang begitu saja di jalan," ungkap Pak Tarjo.
"Tindakan seperti ini sudah jelas merugikan banyak pihak."
Pantauan Bitvonline di lapangan menunjukkan tumpukan sampah yang semakin banyak di lokasi tersebut.
Belum ada tanda-tanda penanganan dari pihak terkait, dan hal ini mulai memicu kemarahan warga sekitar.
"Jika kami kedapatan lagi melihat orang buang sampah di sini, kami akan langsung menangkap mereka dan menyerahkan ke pihak berwajib," kata Pak Yus dengan nada tegas.
Masyarakat sudah mulai memajang tulisan bernada amarah yang berbunyi, "KON TANOH YAH KAH BEK KABOH BRO HINAU, ANEUK BAJEUNG, Jangan kamu buang sampah disini, bukan tanah ayah kamu. Anak Haram Jadah!"
Tulisan ini menggambarkan tingkat emosi yang tinggi dari warga yang merasa dirugikan oleh kelakuan oknum tersebut.
Warga berharap pihak aparat terkait segera membersihkan lokasi sampah liar tersebut dan memberikan sanksi bagi pelaku pembuangan sampah sembarangan.
"Kami juga meminta kepada para pembuang sampah untuk sadar dan tidak membuat orang lain berdosa hanya karena kelalaian mereka," ujar Pak Yus menutup percakapan.
Dengan ketegasan dari masyarakat dan kepala dusun, diharapkan masalah pembuangan sampah sembarangan di Dusun Banda Gampong Lam Lumpu segera teratasi.
Semoga ini menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.*
(ad)
MEDAN Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, memberikan tanggapan atas instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang m
PEMERINTAHAN
MEDAN Rencana kebijakan pemerintah untuk memangkas belanja pegawai maksimal sebesar 30 persen ternyata tidak akan berdampak terhadap nas
PEMERINTAHAN
MEDAN Kasus korupsi penjualan aset PT Perkebunan Nusantara (PTPN) ke PT Ciputra Land kembali bergulir di Pengadilan Negeri Medan, Senin
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Bagi banyak orang, kematian adalah akhir dari segala hal, sebuah momen penuh duka. Namun, dalam tradisi Batak, ada satu pandangan
SENI DAN BUDAYA
MEDAN Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara (Dinkes Sumut) mengungkapkan hasil pemeriksaan terhadap 79.926 balita di Kota Medan, yang
KESEHATAN
KARO Kejaksaan Negeri (Kejari) Karo mulai buka suara terkait kasus yang menjerat Amsal Sitepu, seorang videografer yang didakwa melakuka
HUKUM DAN KRIMINAL
BATU BARA, 30 Maret 2026 Keresahan warga Dusun Kenanga, Desa Bogak, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara, memuncak Senin (30/3/2
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kasus dugaan markup proyek video profil desa di Kabupaten Karo yang menjerat videografer Amsal Sitepu mendapat sorotan dari Gabu
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Ade Darmawan, pelapor kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi), mendatangi Polda Metro Jaya, Senin (30/
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) menduga Amsal Sitepu terlibat dalam praktik mark up pembuatan video profil desa di Kabupaten Karo. Ja
HUKUM DAN KRIMINAL