Pelaksanaan Misa Arwah yang dilanjutkan dengan penaburan bunga di lokasi tenggelamnya Christopher Rustam, di Air Terjun Situmurun, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Sabtu sore, 18 April 2026. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
TOBA — Kantor Basarnas Kelas A Medan bersama tim SAR gabungan resmi menghentikan operasi pencarian terhadap Christtopher Rustam (21), mahasiswa Universitas Katolik Santo Thomas yang hilang di Air Terjun Situmurun, Kabupaten Toba, Sumatera Utara.
Penghentian operasi dilakukan pada Sabtu sore, 18 April 2026, setelah pencarian memasuki hari ketujuh tanpa hasil.
Kepala Basarnas Kelas A Medan, Hery Marantika, mengatakan seluruh upaya maksimal telah dilakukan sesuai prosedur standar operasi. Namun, korban belum berhasil ditemukan.
"Setelah melakukan segala cara selama tujuh hari pencarian, operasi SAR terhadap satu orang korban tenggelam secara resmi dihentikan," kata Hery dalam keterangan tertulis, Sabtu (18/4/2026).
Dalam operasi tersebut, tim SAR gabungan membagi pencarian ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU).
SRU I melakukan penyelaman di titik-titik yang dicurigai dengan bantuan teknologi sonar Aqua Eye.
SRU II menyisir permukaan perairan menggunakan perahu karet hingga radius 3 kilometer.
Sementara SRU III mengoperasikan Remotely Operated Vehicle (ROV) untuk menjangkau area bawah air.
Koordinator Pos SAR DanauToba, Erikson Gultom, menjelaskan bahwa kondisi geografis DanauToba menjadi kendala utama pencarian.
Tim penyelam hanya mampu menjangkau kedalaman 40 hingga 45 meter.
"Penyelaman dilakukan sampai batas kemampuan penyelam. Kami juga harus mempertimbangkan keselamatan, karena tekanan air di danau berbeda dengan laut," ujar Erikson.
Selain kedalaman, visibilitas air yang rendah akibat arus dari air terjun serta kondisi bebatuan di dasar danau turut menyulitkan proses pencarian.
Berdasarkan keterangan saksi, korban diduga hilang sekitar 20 meter dari titik awal berenang. Namun, lokasi pasti keberadaan korban belum dapat dipastikan.
Peristiwa ini bermula pada Sabtu, 11 April 2026, saat korban bersama rombongan kampus berjumlah 59 orang melakukan kegiatan wisata ke Air Terjun Situmurun menggunakan kapal wisata.
Sekitar 20 menit setelah berenang, korban dilaporkan mengalami kram dan tenggelam.
Kasi Humas Polres Toba, Ipda Khairuddin, mengatakan rekan korban sempat berupaya menolong dengan membawa pelampung, namun korban lebih dulu hilang terseret arus.
Setelah evaluasi bersama, pihak keluarga menyatakan menerima penghentian operasi pencarian.
Meski demikian, Basarnas memastikan pemantauan tetap dilakukan apabila muncul informasi baru terkait keberadaan korban.
Seluruh unsur yang terlibat dalam operasi, mulai dari Basarnas, TNI AL, kepolisian, BPBD, hingga relawan, telah dikembalikan ke satuan masing-masing.*