Dalam kesempatan yang sama, Mama Yasinta menyampaikan bahwa dirinya baru mengetahui keberadaan wajahnya dalam film tersebut saat menghadiri pemutaran film di Jayapura pada April 2026.
Ia mengaku terkejut ketika melihat dirinya muncul dalam tayangan yang disaksikan banyak orang.
"Kenapa wajah saya ditampilkan di depan banyak orang tanpa seizin saya. Itu yang membuat saya kecewa," ujar Mama Yasinta.
Mama Yasinta juga menegaskan tidak pernah dilibatkan dalam proses produksi film maupun memberikan persetujuan terkait penggunaan identitasnya dalam dokumenter tersebut.
Selain memunculkan perdebatan mengenai penggunaan identitas narasumber, film tersebut juga memantik diskusi mengenai hak privasi, perlindungan data pribadi, persetujuan subjek dokumenter, serta kebebasan berekspresi dalam karya jurnalistik dan dokumenter.
Hingga saat ini belum terdapat keterangan resmi yang dapat mengonfirmasi klaim keluarga mengenai dugaan keberangkatan Mama Yasinta tanpa sepengetahuan mereka.
Sementara itu, proses hukum atas laporan yang diajukan ke Polda Metro Jaya masih berlangsung.
Perkembangan kasus ini diperkirakan akan terus menjadi perhatian publik mengingat melibatkan isu hak masyarakat adat, perlindungan data pribadi, dan kebebasan berekspresi yang memiliki dimensi hukum maupun sosial yang luas.*