Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
PALU – Delapan warga di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, dilaporkan mengalami luka-luka akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Palu dan sekitarnya pada Selasa, 16 Juni 2026. Hingga siang hari, tidak ada laporan korban meninggal dunia, namun sejumlah warga masih memilih bertahan di ruang terbuka karena trauma bencana gempa besar yang pernah terjadi pada 2018.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palu, Muh Rizal, mengatakan dari total delapan korban, dua orang mengalami luka berat dan sedang menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Torabelo, Kabupaten Sigi.
"Dua korban mengalami patah tulang dan benturan di kepala. Sementara enam korban lainnya mengalami luka ringan," kata Rizal dalam keterangan tertulis, Selasa.
Baca Juga:
Korban luka berat berasal dari Kecamatan Nokilaki. Adapun korban luka ringan tersebar di beberapa wilayah terdampak di Kabupaten Sigi.
Basarnas memastikan hingga pukul 13.30 WITA belum ditemukan laporan korban jiwa akibat gempa tersebut. Seluruh korban yang mengalami luka telah mendapatkan penanganan medis.
Selain menimbulkan korban luka, gempa juga dirasakan cukup kuat di sejumlah daerah di Sulawesi Tengah, termasuk Kota Palu, Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, Poso, dan Tojo Una-Una. Hingga kini, petugas masih melakukan pendataan terhadap kerusakan bangunan dan dampak lain yang ditimbulkan oleh gempa.
Sementara itu, Wali Kota Palu Hadianto Rasyid mengungkapkan masih banyak warga yang belum berani kembali ke dalam rumah. Trauma akibat gempa dan tsunami dahsyat yang melanda Palu pada 2018 disebut masih membekas di tengah masyarakat.
Menurut Hadianto, sebagian warga memilih berkumpul di lapangan maupun ruang terbuka sebagai langkah antisipasi apabila terjadi gempa susulan.
Pemerintah Kota Palu telah menginstruksikan seluruh jajaran terkait untuk mendata lokasi pengungsian sementara serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi.
"Kami memahami kekhawatiran warga karena pengalaman bencana besar sebelumnya. Karena itu, pelayanan dan kebutuhan masyarakat akan terus kami pantau," ujar Hadianto.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah wilayah terdampak untuk memastikan kondisi masyarakat dan menginventarisasi kerusakan akibat gempa.*
(d/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.