BREAKING NEWS
Minggu, 28 Juni 2026

Video Viral Satu Kompi TNI Disebut Angkut 16 Sapi di Labuhanbatu, Pemilik Lahan Buka Suara

Raman Krisna - Sabtu, 27 Juni 2026 22:17 WIB
Video Viral Satu Kompi TNI Disebut Angkut 16 Sapi di Labuhanbatu, Pemilik Lahan Buka Suara
Sekelompok pria yang diduga berasal dari salah satu kompi TNI dipergoki warga karena diduga terlibat pencurian hewan ternak di Desa Sei Siarti, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

LABUHANBATU – Video yang menarasikan satu kompi anggota TNI membawa belasan ekor sapi milik warga di Desa Sei Siarti, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, viral di media sosial.

Video tersebut memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

Namun, pemilik lahan yang disebut dalam video memberikan penjelasan berbeda terkait peristiwa tersebut.

Baca Juga:

Dalam video yang beredar, tampak sejumlah pria berjalan di lokasi yang gelap.

Perekam video menyorot menggunakan senter sambil memperlihatkan beberapa ekor sapi, sebuah truk Colt Diesel berwarna kuning, serta benda yang disebut sebagai alat bius sapi.

Perekam video, Erwin Hutabarat, menuding sapi milik ibunya diambil secara paksa oleh seorang warga dengan bantuan sejumlah orang.

"Inilah lembu mamaku, Baru Naga, yang diambil paksa oleh anggota Jefri dari lokasi dan sisanya telah dibawa naik Colt Diesel warna kuning. Inilah sisanya ditembak bius dan inilah truk yang dibawa untuk mengangkut," ujar Erwin dalam video tersebut.

Saat dikonfirmasi, Erwin mengatakan proses pengambilan sapi itu melibatkan puluhan orang yang disebutnya sebagai anggota TNI.

"Orang termasuk satu kompi. Banyaknya anggota yang dibawa termasuk 25 orang, termasuk satu kompi TNI," kata Erwin.

Ia juga mengaku sebelumnya telah ada rencana mediasi terkait persoalan tersebut.

Namun, menurutnya, mediasi yang dijadwalkan berlangsung di Polsek Labuhan Bilik tidak terlaksana.


"Semalam tanggal 16 pukul 15.00 WIB akan ada mediasi hari Rabu di Polsek Labuhan Bilik. Ternyata mereka ingkar janji, tidak menghargai aparat negara, aparat desa, bahkan masyarakat setempat," ucapnya.


Di sisi lain, Jefrey Agusutomo Ariska selaku pemilik lahan membantah tudingan telah mengambil sapi milik orang lain.

Ia juga membantah membawa 16 ekor sapi seperti yang disebut dalam video.

"Lembu yang diambil adalah lembu milik saya yang berjumlah enam ekor, tidak ada berjumlah 16 ekor," katanya.

Menurut Jefrey, keenam sapi tersebut diambil dari lahan pertaniannya sendiri pada malam hari setelah sebelumnya beberapa kali tidak kembali ke kandang.

Ia mengaku semula memiliki 32 ekor sapi. Namun, jumlah ternaknya kini tinggal 16 ekor karena diduga sering hilang.

"Lembu saya hilang terus. Dari 32 ekor kini tinggal 16 ekor saat saya hitung waktu mau saya sedekahkan untuk berkurban. Bahkan keluarga Erwin Hutabarat tahu saya beli lembu karena sebagian saudaranya bekerja di tempat saya," ujarnya.

Jefrey juga membantah adanya keterlibatan aparat TNI dalam proses pengambilan sapi tersebut.

Menurutnya, informasi yang beredar di media sosial tidak sesuai dengan fakta yang ia ketahui.

Ia menambahkan telah melaporkan dugaan kehilangan ternaknya kepada pihak kepolisian. Hingga kini, laporan tersebut masih dalam proses penyelidikan.

Perbedaan keterangan dari kedua belah pihak membuat kasus ini masih menunggu hasil penyelidikan aparat kepolisian.

Polisi diharapkan dapat mengungkap fakta sebenarnya agar persoalan tersebut dapat diselesaikan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.* (d/ad)

Editor
: Johan
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Menkeu Purbaya Tegaskan Patriot Bond dan Merah Putih Bond Bukan Pengampunan Pajak: Uang Aman, Tapi Perusahaan Tetap Diperiksa
Korban PT DSI Minta Bareskrim Prioritaskan Pengembalian Dana Rp2,5 Triliun
Profesionalisme TNI Dinilai Perlu Berubah, Hadapi Ancaman Siber hingga Krisis Global
Eks Klien Laporkan Pengacara ke Polda Sumut, Diduga Gelapkan Uang Pesangon Eks Karyawan PT Torganda Ratusan Juta Rupiah
5 Calon Manajer Koperasi Meninggal Dunia, Kemhan: Latsarmil Bukan untuk Bentuk Prajurit, Tapi Fokus Bentuk Karakter dan Kepemimpinan
Depresi Berat Usai Dugaan Insiden Intimidasi oleh Dua Anggota DPRD TTU, dr. Icha Meninggal Dunia
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru