Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
LABUHANBATU – Video yang menarasikan satu kompi anggota TNI membawa belasan ekor sapi milik warga di Desa Sei Siarti, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, viral di media sosial.
Video tersebut memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
Namun, pemilik lahan yang disebut dalam video memberikan penjelasan berbeda terkait peristiwa tersebut.
Baca Juga:
Dalam video yang beredar, tampak sejumlah pria berjalan di lokasi yang gelap.
Perekam video menyorot menggunakan senter sambil memperlihatkan beberapa ekor sapi, sebuah truk Colt Diesel berwarna kuning, serta benda yang disebut sebagai alat bius sapi.
Perekam video, Erwin Hutabarat, menuding sapi milik ibunya diambil secara paksa oleh seorang warga dengan bantuan sejumlah orang.
"Inilah lembu mamaku, Baru Naga, yang diambil paksa oleh anggota Jefri dari lokasi dan sisanya telah dibawa naik Colt Diesel warna kuning. Inilah sisanya ditembak bius dan inilah truk yang dibawa untuk mengangkut," ujar Erwin dalam video tersebut.
Saat dikonfirmasi, Erwin mengatakan proses pengambilan sapi itu melibatkan puluhan orang yang disebutnya sebagai anggota TNI.
"Orang termasuk satu kompi. Banyaknya anggota yang dibawa termasuk 25 orang, termasuk satu kompi TNI," kata Erwin.
Ia juga mengaku sebelumnya telah ada rencana mediasi terkait persoalan tersebut.
Namun, menurutnya, mediasi yang dijadwalkan berlangsung di Polsek Labuhan Bilik tidak terlaksana.
"Semalam tanggal 16 pukul 15.00 WIB akan ada mediasi hari Rabu di Polsek Labuhan Bilik. Ternyata mereka ingkar janji, tidak menghargai aparat negara, aparat desa, bahkan masyarakat setempat," ucapnya.
Di sisi lain, Jefrey Agusutomo Ariska selaku pemilik lahan membantah tudingan telah mengambil sapi milik orang lain.
Ia juga membantah membawa 16 ekor sapi seperti yang disebut dalam video.
"Lembu yang diambil adalah lembu milik saya yang berjumlah enam ekor, tidak ada berjumlah 16 ekor," katanya.
Menurut Jefrey, keenam sapi tersebut diambil dari lahan pertaniannya sendiri pada malam hari setelah sebelumnya beberapa kali tidak kembali ke kandang.
Ia mengaku semula memiliki 32 ekor sapi. Namun, jumlah ternaknya kini tinggal 16 ekor karena diduga sering hilang.
"Lembu saya hilang terus. Dari 32 ekor kini tinggal 16 ekor saat saya hitung waktu mau saya sedekahkan untuk berkurban. Bahkan keluarga Erwin Hutabarat tahu saya beli lembu karena sebagian saudaranya bekerja di tempat saya," ujarnya.
Jefrey juga membantah adanya keterlibatan aparat TNI dalam proses pengambilan sapi tersebut.
Menurutnya, informasi yang beredar di media sosial tidak sesuai dengan fakta yang ia ketahui.
Ia menambahkan telah melaporkan dugaan kehilangan ternaknya kepada pihak kepolisian. Hingga kini, laporan tersebut masih dalam proses penyelidikan.
Perbedaan keterangan dari kedua belah pihak membuat kasus ini masih menunggu hasil penyelidikan aparat kepolisian.
Polisi diharapkan dapat mengungkap fakta sebenarnya agar persoalan tersebut dapat diselesaikan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.* (d/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.