Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
MEDAN — Jumlah rumah warga yang terdampak angin puting beliung di Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, bertambah dari 120 menjadi 150 rumah.
Data tersebut masih dapat berubah karena proses pendataan di lapangan masih berlangsung.
Angin puting beliung menerjang dua kelurahan di Kecamatan Medan Johor, yakni Kelurahan Suka Maju dan Kelurahan Titi Kuning.
Baca Juga:
Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan pendataan dilakukan bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Medan Johor.
"Setelah kami pendataan bersama Forkopimcam, sampai dengan saat ini ada 150 rumah yang terdampak. Data ini masih dinamis dan bisa berkembang," kata Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak saat diwawancarai di lokasi kejadian, Rabu (19/8/2026).
Calvijn mengatakan dari 150 rumah yang terdampak, dua rumah mengalami kerusakan berat. Kedua rumah tersebut merupakan bangunan semi permanen.
Sebanyak 17 rumah lainnya mengalami kerusakan sedang, terutama pada bagian atap yang ambruk. Sementara itu, 131 rumah mengalami kerusakan ringan.
"Rusak ringan ini hanya bagian beberapa kaca yang pecah. Kemudian ada beberapa atap yang rusak," jelasnya.
Polisi memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Namun, seorang warga lanjut usia berusia sekitar 70 tahun mengalami luka di bagian kepala setelah tertimpa kayu broti dari rumahnya.
"Sampai dengan saat ini tidak ada korban jiwa. Cuma ada satu warga laki-laki, umur sekitar 70 tahun, yang terdampak akibat kayu broti rumahnya yang terjatuh sehingga mengenai kepalanya. Puji Tuhan sampai dengan saat ini sudah dibawa berobat oleh Pak Camat, dan tadi saya melihat kondisi beliau sudah ada di rumahnya," jelasnya.
Penanganan warga terdampak juga dilakukan oleh Brimob Polda Sumatera Utara.
Dansat Brimob Polda Sumut Kombes M Rendra Salipu mengatakan empat kendaraan dikerahkan ke lokasi.
Kendaraan tersebut terdiri atas dua mobil dapur lapangan, satu mobil water treatment untuk pengolahan air bersih, dan satu kendaraan pendukung.
Dapur lapangan akan digunakan untuk menyiapkan sekitar 400 porsi makanan bagi warga terdampak.
Sementara kendaraan water treatment disiapkan untuk mengolah air agar dapat digunakan masyarakat.
Personel Brimob akan membantu proses memasak dengan melibatkan warga sekitar.
"Bisa sampai sekitar 400-an orang (porsi makanan). Kita berharap masyarakat bisa turut bersama-sama kami untuk memasak makanan mereka sendiri. Mulai sore ini kita akan siapkan makan untuk masyarakat," kata Rendra.
Menurut Rendra, kendaraan bantuan tersebut akan disiagakan di lokasi sampai kondisi warga mulai membaik.
"Mudah-mudahan cepat pulih ya. Kita usahakan secepatnya pulih, 2 hari kedepan kita akan bantu," pungkasnya.
Pendataan kerusakan dan penanganan warga masih dilakukan.
Pemerintah bersama aparat di lapangan juga terus memantau kondisi dua kelurahan yang terdampak untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat segera ditangani.* (d/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.