BREAKING NEWS
Rabu, 19 Agustus 2026

Waspada Cuaca Ekstrem! BMKG Keluarkan Peringatan Hujan Lebat dan Angin Kencang hingga 21 Agustus di Sumut

Dharma - Rabu, 19 Agustus 2026 20:24 WIB
Waspada Cuaca Ekstrem! BMKG Keluarkan Peringatan Hujan Lebat dan Angin Kencang hingga 21 Agustus di Sumut
Hujan lebat dan angin kencang di Medan, Selasa (18/8/2026). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk sejumlah wilayah di Sumatera Utara pada 19 hingga 21 Agustus 2026.

Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga sangat lebat dan angin kencang.

Peringatan dini tersebut dibagi dalam beberapa kategori.

Baca Juga:

Zona kuning menunjukkan potensi hujan sedang hingga lebat, sedangkan zona oranye menunjukkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat.

Adapun zona merah menunjukkan potensi hujan sangat lebat hingga ekstrem.

Selain itu, BMKG juga memberikan peringatan khusus untuk wilayah yang berpotensi mengalami angin kencang.

Untuk kategori kuning atau potensi hujan sedang hingga lebat, BMKG memperkirakan kondisi tersebut dapat terjadi di Humbang Hasundutan, Kepulauan Nias, Mandailing Natal, Pakpak Bharat, Serdang Bedagai, Simalungun, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Labuhanbatu, dan Sibolga.

Sementara itu, kategori oranye atau potensi hujan lebat hingga sangat lebat diperkirakan terjadi di Tapanuli Tengah, Deli Serdang, Kota Medan, Binjai, dan Langkat.

Khusus Kota Medan, Deli Serdang, Binjai, dan Langkat, hujan deras juga berpotensi disertai petir.

Untuk kategori merah, BMKG tidak mendeteksi adanya wilayah di Sumatera Utara yang berpotensi mengalami hujan sangat lebat hingga ekstrem.

Selain hujan lebat, BMKG juga mengingatkan potensi angin kencang di Deli Serdang, Kota Medan, Binjai, dan Langkat.

"Peringatan dini angin kencang, Kabupaten Deli Serdang, Kota Medan, Binjai, Langkat," tulis BMKG Wilayah I Medan, Rabu (19/8/2026).

Kondisi atmosfer tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, di antaranya belokan angin dan konvergensi angin di sekitar pantai timur Sumatera Utara.

Suhu muka laut yang relatif hangat juga meningkatkan pasokan uap air di wilayah Sumatera Utara.

BMKG mencatat hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat telah terjadi di sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir.

Curah hujan tercatat mencapai 153 milimeter di Pos Hujan Hutabalang, Tapanuli Tengah, pada 13 Agustus.

Kemudian 108 milimeter di Pos Hujan Tanjung Balai pada 14 Agustus, 76,2 milimeter di Serdang Bedagai pada 15 Agustus, serta 60 milimeter di Kota Binjai.

BMKG menjelaskan pertumbuhan awan hujan masih berpotensi terjadi akibat adanya belokan angin di Samudera Hindia sebelah barat Sumatera.

Kondisi tersebut diperkuat oleh gelombang atmosfer yang masih aktif dan suhu muka laut yang hangat.

Pada pagi hingga siang hari, sebagian wilayah diperkirakan mengalami kondisi cerah hingga berawan.

Kondisi tersebut membuat suhu permukaan meningkat dan memicu pemanasan permukaan atau solar heating.

Pemanasan ini kemudian dapat meningkatkan ketidakstabilan atmosfer dan mendukung pertumbuhan awan hujan.

Wilayah yang berpotensi mengalami kondisi tersebut meliputi Langkat, Binjai, Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, Asahan, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan, Pakpak Bharat, Dairi, Karo, Humbang Hasundutan, Simalungun, Tapanuli Selatan, Padangsidimpuan, Tapanuli Tengah, Sibolga, Tapanuli Utara, Padang Lawas, Mandailing Natal, Gunungsitoli, Nias, Nias Selatan, Nias Utara, dan Nias Barat.

Kondisi atmosfer di Indonesia sendiri masih dinamis.

BMKG dalam prakiraan cuaca sepekan periode 18-24 Agustus 2026 juga menyebut sebagian besar wilayah Indonesia masih didominasi kondisi relatif kering, meski sejumlah daerah tetap berpotensi mengalami hujan.


Masyarakat Sumatera Utara, terutama yang berada di wilayah dengan peringatan dini, disarankan memantau perkembangan informasi cuaca sebelum melakukan aktivitas di luar rumah.

Saat hujan disertai petir dan angin kencang, warga sebaiknya menghindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, atau bangunan yang berisiko roboh.* (tm/ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kisah Nurbaiti, Lansia 73 Tahun yang Merangkak Keluar Saat Rumah Hancur Diterjang Puting Beliung di Medan Johor
150 Rumah Rusak akibat Puting Beliung di Medan Johor, Brimob Siapkan 400 Porsi Makanan
NTT Diguncang 3.002 Gempa Susulan, Korban Meninggal Kini 71 Orang
BRT Mebidang Resmi Beroperasi, Bobby Nasution Dorong Warga Beralih dari Kendaraan Pribadi
Rico Waas Resmikan Gallery Mustika Deli, Dorong UMKM Medan Tembus Pasar Global
Rico Waas Dorong PWPM Medan Perkuat Profesionalisme dan Kualitas Pemberitaan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru