Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
ASAHAN - Video bus PT Raja Perdana Inti (Rapi) yang diduga menghalangi laju ambulans di Jalan Lintas Sumatera, kawasan Sungai Piring-Aek Loba, Asahan, viral di media sosial. PT Rapi kemudian menjatuhkan sanksi tegas dengan memecat sopir bus tersebut.
Peristiwa itu terjadi pada Jumat (21/8/2026). ambulans/" target="_blank">Ambulans diketahui sedang membawa jenazah bayi dari Medan menuju Rantauprapat. Di dalam ambulans juga terdapat ibu bayi yang sebelumnya menjalani proses persalinan.
Dalam video yang beredar, terlihat bus mengambil jalur ambulans hingga terjadi ketegangan di jalan. Ambulans disebut telah menyalakan sirene dan lampu sebagai tanda sedang dalam kondisi darurat.
Baca Juga:
PT Rapi membenarkan adanya kejadian tersebut. Perusahaan menyampaikan permohonan maaf kepada pihak ambulans dan masyarakat atas insiden yang terjadi.
"Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian tersebut. PT Rapi telah melakukan evaluasi menyeluruh atas kejadian tersebut dan menjatuhkan sanksi tegas, sehingga tanggal 24 Agustus 2026 menjadi hari terakhir pengemudi yang bersangkutan bertugas," ujar PT Rapi dalam keterangan tertulis, Selasa (25/8/2026).
PT Rapi mengatakan laporan dan perhatian masyarakat terhadap kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi perusahaan. Menurut perusahaan, keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab seluruh pengemudi dan kru transportasi.
"Kepedulian masyarakat menjadi pengingat bagi kami bahwa keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab, harus senantiasa dijaga. Kejadian tersebut menjadi pelajaran penting bagi perusahaan dan seluruh kru di lapangan," katanya.
Perusahaan juga menegaskan seluruh kru memiliki kewajiban mematuhi aturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan pengguna jalan. Kendaraan darurat yang sedang menjalankan tugas juga harus diberikan prioritas.
"Kami kembali menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut," imbuh PT Rapi.
Sementara itu, sopir bus yang bersangkutan turut meminta maaf. Ia mengaku kurang berhati-hati sehingga terlambat menyadari keberadaan ambulans yang datang dari arah berlawanan.
"Saya mohon maaf kepada pengemudi dan petugas ambulans serta pihak-pihak yang dirugikan kejadian tersebut. Pada saat itu saya bermaksud untuk mendahului kendaraan yang berada di depan bus. Namun, saya kurang berhati-hati dan terlambat menyadari adanya ambulans yang datang dari arah berlawanan," kata sopir tersebut.
Sopir mengakui tindakannya merupakan kesalahan karena menghambat perjalanan ambulans. Ia menyatakan menyesal atas kejadian tersebut.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.