BREAKING NEWS
Sabtu, 29 Agustus 2026

Tiga Wilayah Sumut Dilanda Karhutla dalam Lima Hari, Total 13 Hektare Lahan Terbakar

Administrator - Sabtu, 29 Agustus 2026 09:56 WIB
Tiga Wilayah Sumut Dilanda Karhutla dalam Lima Hari, Total 13 Hektare Lahan Terbakar
Kebakaran Hutan dan Lahan di Padang Lawas Utara, Senin (24/8). (Foto: Dok. BPBD Sumut)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla kembali terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Utara.

Dalam lima hari, tiga kejadian dilaporkan terjadi di Kabupaten Samosir, Padang Lawas Utara, dan Humbang Hasundutan.

Total lahan yang terbakar dalam tiga kejadian tersebut diperkirakan mencapai sekitar 13 hektare.

Baca Juga:

Tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka dalam seluruh peristiwa itu.

Kasus terbaru terjadi di Desa Hutajulu, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan, pada Kamis, 27 Agustus 2026.

Kebakaran menghanguskan sekitar 3 hektare lahan dan berhasil dipadamkan kurang dari dua jam setelah laporan diterima petugas.

Kepala Bidang Perlindungan, Penegakan Hukum dan Peningkatan Kapasitas DLHK Sumut, Zainuddin Harahap, mengatakan kebakaran di Humbang Hasundutan diketahui pada pukul 14.26 WIB.

Lokasi kebakaran berada pada titik koordinat 2.3837, 98.688378. Kawasan tersebut berstatus Areal Penggunaan Lain atau APL.

"Tstatus kawasan, APL (Areal Penggunaan Lain)," ujar Zainuddin dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 28 Agustus 2026.

Setelah menerima laporan, tim Kesatuan Pengelolaan Hutan atau KPH XII bersama petugas pemadam kebakaran bergerak menuju lokasi.

Pemadaman dilakukan hingga api berhasil dikendalikan.

"Api akhirnya sudah bisa dipadamkan pukul 16.15 WIB, luas perkiraan lahan yang terbakar sekitar 3 hektar,'' katanya.

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka yang dilaporkan. Adapun penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

Sebelum kejadian di Humbang Hasundutan, kebakaran terjadi di Desa Siunggam, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara, pada Senin, 24 Agustus 2026.

Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare. Vegetasi yang terbakar berupa semak belukar.

Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni, mengatakan pemadaman melibatkan BPBD Padang Lawas Utara, pemadam kebakaran, dan masyarakat sekitar.

"Api akhirnya telah dapat dipadamkan pukul 20.30 WIB. Namun kendati demikian hingga kini petugas tetap dalam kondisi stand by, apabila terjadi Kebakaran Hutan dan Lahan di Paluta,'' ujar Sri Wahyuni, Selasa, 25 Agustus 2026.

Tidak ada laporan korban meninggal dunia, korban luka, maupun warga yang mengungsi akibat kejadian tersebut. Penyebab kebakaran juga masih didalami.

Karhutla lainnya terjadi di Desa Dolok Raja, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir, pada Sabtu, 22 Agustus 2026 sekitar pukul 18.00 WIB.

Titik api berada di Bukit Sitalmak Talmak. Kebakaran diperkirakan menghanguskan sekitar 5 hektare lahan yang terdiri atas semak belukar dan lahan kosong.

Lokasi kebakaran disebut berada jauh dari permukiman warga.

"Perkiraan luas lahan yang terbakar lebih kurang 5 hektar, yang merupakan lahan semak belukar dan lahan kosong yg jauh dari pemukiman warga," ujar Sri Wahyuni.

Tim gabungan yang terdiri atas BPBD, Manggala Agni, Polri, dan Pemerintah Kabupaten Samosir kemudian melakukan pemadaman.

Api berhasil dipadamkan pada pukul 21.41 WIB.

Penyebab kebakaran masih diselidiki. Petugas juga belum menemukan pelaku maupun barang bukti yang berkaitan dengan kejadian tersebut.

"Belum ditemukan pelaku yang diduga sebagai penyebab terjadinya Karhutla di Bukit Sitalmak Talmak desa dan tidak ditemukan barang bukti yang berkaitan dengan kejadian," tutup Sri Wahyuni.

Tiga kejadian karhutla di Sumatera Utara tersebut terjadi dalam rentang 22-27 Agustus 2026.

Dari Samosir, Paluta, hingga Humbang Hasundutan, total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 13 hektare.

Hingga kini, penyebab ketiga kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Tidak ada korban jiwa maupun luka yang dilaporkan.

Rangkaian kejadian tersebut kembali menunjukkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah yang memiliki vegetasi semak belukar dan lahan terbuka.* (it/ad)

Editor
: Mass Arie
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Gunung Sinabung Masih Level II Waspada, TNI-Polri Ingatkan Warga dan Wisatawan Tak Masuk Zona Merah
PWI dan GAPKI Bahas Masa Depan Sawit Indonesia, Pers Diminta Tetap Kritis
Pemprov Sumut Raih Penghargaan Inovasi Pembangunan, Bobby Nasution: Ini Memang Tugas Kami Melayani Masyarakat
Pemprov Sumut Jadikan Organisasi Kepemudaan Mitra Strategis Pembangunan Daerah: Jadi Penggerak dan Pelopor Solusi
Jangan Asal Kambing Hitamkan Peladang Panglima Jilah Pas Badan di Istana Bela Tradisi Adat Kalbar
"Kayak Upin-Ipin", Menhut Puji Kekompakan Kapolda-Pangdam Riau Berantas Karhutla
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru