Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA - Pelajar Madrasah Aliyah (MA) Faturohman alias Fatur (18), korban dugaan penganiayaan saat kericuhan di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, masih menjalani perawatan di RSUD Tarakan. Korban disebut mengalami sejumlah luka, termasuk empat luka akibat benda tajam di bagian kepala dan satu luka parah yang membutuhkan 12 jahitan.
Guru sekaligus juru bicara keluarga, Ahmad Fahmi, mengatakan luka paling serius berada di bagian belakang kepala Fatur. Luka tersebut disebut cukup dalam hingga membutuhkan 12 jahitan.
"Kalau Fatur sendiri bilang empat titik, cuma khusus di sini yang paling parah ini (belakang kepala) 12 jahitan," kata Fahmi di kutip Minggu (30/8/2026).
Baca Juga:
Selain luka di kepala, Fatur juga disebut mengalami luka pada bagian punggung yang diduga akibat sundutan rokok. Fahmi mengatakan pihak keluarga telah mendokumentasikan luka tersebut untuk menjadi bahan bukti.
"Yang di belakang badannya yang disundut rokok, disundut rokok gitu. Saya ada dokumentasi foto-fotonya jangan sampai memudar, saya foto duluan gitu buat bukti gitu," ujarnya.
Fahmi mengatakan kondisi Fatur kini berangsur membaik setelah mendapatkan perawatan. Luka lebam di sejumlah bagian tubuh korban mulai membaik meski kondisinya belum pulih sepenuhnya.
"Alhamdulillah untuk kondisi kesehatannya pulih ya, luka-luka lebamnya sudah mulai berangsur-angsur normal ya, walaupun belum 100 persen. Karena kan sudah ada pengobatan, terus diinfus juga," kata Fahmi.
Meski demikian, Fatur masih mengeluhkan nyeri pada sejumlah bagian tubuh. Kepala dan punggung menjadi bagian yang paling sering dirasakan sakit. Korban juga masih mengalami pusing, meski kondisinya disebut lebih baik dibandingkan saat pertama mendapatkan perawatan.
"Fatur jawab ya di bagian ini sih di kepala sama punggung, ya sebenarnya semuanya masih ngerasain nyeri," ujar Fahmi.
Keluarga saat ini masih menunggu proses visum untuk mengetahui kondisi luka secara lebih jelas sekaligus menentukan langkah hukum selanjutnya terkait dugaan penganiayaan yang dialami Fatur.
Kasus tersebut sebelumnya menjadi perhatian setelah video seorang pemuda di tengah kericuhan demonstrasi di kawasan Gedung DPR RI pada Kamis (27/8/2026) beredar di media sosial. Pemuda tersebut kemudian diketahui sebagai Fatur.
Polda Metro Jaya mengonfirmasi Fatur sempat diamankan saat kericuhan berlangsung di kawasan Pejompongan. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan Fatur diamankan karena diduga melakukan pelemparan saat mengikuti aksi demonstrasi.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.