Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
"Semenjak dibangun Kopdes ini, kami tidak mengetahui. Peletakan batu pertama pun kami tidak tahu sama sekali. Kami warga Desa Labingke tidak ada undangan dan bangunan tersebut sudah dibangun begitu saja tanpa pemberitahuan kepada kami selaku masyarakat di sini," katanya.
Ia juga mempertanyakan keterlibatan masyarakat lokal dalam proses pengerjaan. Menurut Amiruddin, sebagian pekerjaan justru dikerjakan tanpa melibatkan warga yang berada di sekitar lokasi.
"Mereka saya lihat semena-mena saja bekerja. Kami masyarakat tidak dilibatkan. Kami lihat juga yang bekerja hanya aparat," ungkapnya.
Padahal, kata Amiruddin, banyak warga setempat yang membutuhkan pekerjaan dan berharap dapat dilibatkan dalam proses pembangunan gedung Kopdes tersebut.
"Kami dari masyarakat banyak yang membutuhkan pekerjaan. Banyak masyarakat berharap dilibatkan bekerja dalam progres pengerjaan Gedung Kopdes itu. Kami juga sangat keberatan karena apa yang kami lihat kondisinya sudah ambruk dan tidak sesuai dengan yang kami harapkan," tegasnya.
Persoalan bangunan Kopdes Merah Putih tersebut kini menjadi perhatian pengurus koperasi dan masyarakat setempat. Mereka berharap pihak terkait memberikan penjelasan mengenai besaran anggaran, rencana anggaran biaya (RAB), pelaksana proyek, pengawasan, progres pekerjaan hingga penyebab robohnya bangunan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Agrinas Pangan Nusantara maupun pelaksana pembangunan belum memberikan keterangan terkait kondisi bangunan Kopdes Merah Putih tersebut.* (tm/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.