Prakiraan Cuaca Jawa Barat Hari Ini, Rabu 23 September 2026: Sejumlah Wilayah Cerah
JAWA BARAT Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca untuk sejumlah wilayah Jawa Barat pada Rabu
NASIONAL
SIDOARJO – Ratusan santri Pondok Pesantren Manba'ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mengalami keracunan massal setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa, 1 September 2026.
Hingga Rabu, 2 September 2026, ratusan santri harus menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.
Data penanganan korban terus diperbarui seiring proses pemeriksaan terhadap sumber makanan yang diduga menyebabkan keracunan.Baca Juga:
Menu MBG tersebut berasal dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin.
Makanan MBG tiba di lingkungan pesantren sekitar pukul 11.30 WIB.
Sekitar pukul 13.00 WIB, sebanyak 1.000 santri tingkat SMP/MTs hingga SMA/MA mengonsumsi makanan tersebut.
Menu yang disajikan terdiri atas nasi putih, telur orak-arik atau dadar, tempe bumbu bali, tumis buncis baby corn, dan buah apel.
Gejala mulai dirasakan sejumlah santri setelah salat Asar, sekitar pukul 16.00 WIB. Mereka mengalami mual, muntah, sakit perut hingga lemas.
Jumlah santri yang mengalami gejala kemudian bertambah.
Pihak pesantren langsung melakukan penanganan dengan merujuk para santri ke sejumlah rumah sakit menggunakan ambulans dan kendaraan operasional.
Para santri yang membutuhkan perawatan kemudian dibawa ke sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya RSUD Notopuro, RS Delta Surya, RS Islam Siti Hajar, RS Pusura, RSU Aisyiyah St. Fatimah, RS Pusdik Bhayangkara, dan RS Arafah Anwar Medika.
Dinas Kesehatan Sidoarjo juga mendirikan posko medis di area Pondok Pesantren Manba'ul Hikam untuk membantu proses penanganan korban.
Sebagian santri yang kondisinya membaik telah diperbolehkan pulang dan melanjutkan perawatan secara rawat jalan.
Wakil Gubernur Jawa Timur sekaligus Kepala Satgas MBG, Emil Elestianto Dardak, menegaskan tidak ada korban meninggal dunia dalam kejadian tersebut.
Emil juga meluruskan informasi yang menyebut keracunan terjadi setelah santri menyantap hidangan acara Maulid Nabi.
Menurut dia, para korban hanya mengonsumsi menu MBG.
Bupati Sidoarjo Subandi juga memastikan seluruh pasien mendapatkan penanganan medis. Sebagian korban yang kondisinya membaik telah diperbolehkan pulang.
Hasil penelusuran menunjukkan makanan yang dikonsumsi para santri berasal dari dapur SPPG Kalitengah.
Dapur tersebut diketahui mendistribusikan sekitar 2.800 porsi MBG ke sejumlah sekolah dan pesantren.
Emil mengonfirmasi bahwa kasus serupa juga ditemukan di sejumlah sekolah lain yang menerima pasokan makanan dari dapur SPPG yang sama.
Sebagai langkah cepat, Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional SPPG Kalitengah.
Penghentian dilakukan untuk kepentingan investigasi dan pengujian sampel makanan.
Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, mencatat total korban mencapai 448 orang.
Rinciannya, 424 korban berasal dari Ponpes Manba'ul Hikam dan 24 orang dari sekolah lain.
Dari jumlah tersebut, 173 orang telah diperbolehkan pulang.
Kasus keracunan massal tersebut juga menyoroti persoalan perizinan dapur SPPG di Kabupaten Sidoarjo.
Dari 170 SPPG yang ada di Kabupaten Sidoarjo, sebanyak 31 dapur disebut belum mengantongi izin.
"Sebanyak 31 SPPG belum berizin. Hal ini telah kami sampaikan kepada BGN pusat," kata Bupati Subandi usai meninjau SPPG Kalitengah.
SPPG Kalitengah sendiri telah memiliki izin. Namun, operasional dapur tersebut tetap dihentikan sementara setelah muncul kasus keracunan massal.
Subandi menilai pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG perlu diperketat agar makanan yang diberikan kepada masyarakat, khususnya anak-anak dan santri, memenuhi standar keamanan.
Ia juga menegaskan dukungannya terhadap MBG sebagai salah satu program prioritas pemerintah pusat.
Namun, Subandi meminta setiap pelaksanaan program tersebut disertai tata kelola yang baik.
"Program yang baik harus kita dukung. Tetapi jika ada kekurangan, harus segera diperbaiki. Jangan sampai mengganggu program Presiden," tegasnya.
Pemkab Sidoarjo saat ini memprioritaskan penanganan para korban.
Pemerintah daerah memastikan seluruh pasien mendapatkan perawatan sesuai kondisi masing-masing.
Data terbaru yang disampaikan dalam penanganan kasus ini menyebut sebanyak 566 santri telah ditangani.
Dari jumlah tersebut, 427 orang telah diperbolehkan pulang, 88 masih menjalani perawatan, 35 menjalani perawatan tambahan, dan satu pasien masih dalam observasi.
Pemerintah dan pihak terkait masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebab pasti keracunan serta mengevaluasi pelaksanaan distribusi MBG dari SPPG Kalitengah.* (tm/ad)
JAWA BARAT Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca untuk sejumlah wilayah Jawa Barat pada Rabu
NASIONAL
ACEH Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca untuk wilayah Aceh pada Rabu, 23 September 2026.
NASIONAL
SUMUT Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca untuk wilayah Sumatera Utara pada Rabu, 23 Septe
NASIONAL
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca untuk wilayah DKI Jakarta pada Rabu, 23 Septem
NASIONAL
YOGYAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (D
NASIONAL
BALI Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca untuk sejumlah wilayah di Provinsi Bali pada Rabu
NASIONAL
JAKARTA Kejaksaan Agung melalui Jaksa Agung Muda Intelijen (JAMIntel) Reda Manthovani bersama Badan Informasi Geospasial (BIG) mengawal p
NASIONAL
JAKARTA Akademisi Rocky Gerung menyoroti gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) terkait syarat pendidikan pencalonan Gibran Rakab
POLITIK
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan pelestarian budaya dan cagar budaya merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya,
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengapresiasi inovasi sosial yang digagas Kecamatan Medan Denai melalui program ANJELI dan K
PEMERINTAHAN