BREAKING NEWS
Rabu, 23 September 2026

448 Orang Keracunan Usai Santap MBG di Sidoarjo, SPPG Kalitengah Dihentikan Sementara

Abyadi Siregar - Rabu, 02 September 2026 16:01 WIB
448 Orang Keracunan Usai Santap MBG di Sidoarjo, SPPG Kalitengah Dihentikan Sementara
Ratusan santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mengalami keracunan massal setelah menyantap menu MBG, Selasa, 1 September 2026. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SIDOARJO – Ratusan santri Pondok Pesantren Manba'ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mengalami keracunan massal setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa, 1 September 2026.

Hingga Rabu, 2 September 2026, ratusan santri harus menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

Data penanganan korban terus diperbarui seiring proses pemeriksaan terhadap sumber makanan yang diduga menyebabkan keracunan.

Baca Juga:

Menu MBG tersebut berasal dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin.

Makanan MBG tiba di lingkungan pesantren sekitar pukul 11.30 WIB.

Sekitar pukul 13.00 WIB, sebanyak 1.000 santri tingkat SMP/MTs hingga SMA/MA mengonsumsi makanan tersebut.

Menu yang disajikan terdiri atas nasi putih, telur orak-arik atau dadar, tempe bumbu bali, tumis buncis baby corn, dan buah apel.

Gejala mulai dirasakan sejumlah santri setelah salat Asar, sekitar pukul 16.00 WIB. Mereka mengalami mual, muntah, sakit perut hingga lemas.

Jumlah santri yang mengalami gejala kemudian bertambah.

Pihak pesantren langsung melakukan penanganan dengan merujuk para santri ke sejumlah rumah sakit menggunakan ambulans dan kendaraan operasional.

Para santri yang membutuhkan perawatan kemudian dibawa ke sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya RSUD Notopuro, RS Delta Surya, RS Islam Siti Hajar, RS Pusura, RSU Aisyiyah St. Fatimah, RS Pusdik Bhayangkara, dan RS Arafah Anwar Medika.

Dinas Kesehatan Sidoarjo juga mendirikan posko medis di area Pondok Pesantren Manba'ul Hikam untuk membantu proses penanganan korban.

Sebagian santri yang kondisinya membaik telah diperbolehkan pulang dan melanjutkan perawatan secara rawat jalan.

Wakil Gubernur Jawa Timur sekaligus Kepala Satgas MBG, Emil Elestianto Dardak, menegaskan tidak ada korban meninggal dunia dalam kejadian tersebut.

Emil juga meluruskan informasi yang menyebut keracunan terjadi setelah santri menyantap hidangan acara Maulid Nabi.

Menurut dia, para korban hanya mengonsumsi menu MBG.

Bupati Sidoarjo Subandi juga memastikan seluruh pasien mendapatkan penanganan medis. Sebagian korban yang kondisinya membaik telah diperbolehkan pulang.

Hasil penelusuran menunjukkan makanan yang dikonsumsi para santri berasal dari dapur SPPG Kalitengah.

Dapur tersebut diketahui mendistribusikan sekitar 2.800 porsi MBG ke sejumlah sekolah dan pesantren.

Emil mengonfirmasi bahwa kasus serupa juga ditemukan di sejumlah sekolah lain yang menerima pasokan makanan dari dapur SPPG yang sama.

Sebagai langkah cepat, Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional SPPG Kalitengah.

Penghentian dilakukan untuk kepentingan investigasi dan pengujian sampel makanan.

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, mencatat total korban mencapai 448 orang.

Rinciannya, 424 korban berasal dari Ponpes Manba'ul Hikam dan 24 orang dari sekolah lain.

Dari jumlah tersebut, 173 orang telah diperbolehkan pulang.

Kasus keracunan massal tersebut juga menyoroti persoalan perizinan dapur SPPG di Kabupaten Sidoarjo.

Dari 170 SPPG yang ada di Kabupaten Sidoarjo, sebanyak 31 dapur disebut belum mengantongi izin.

"Sebanyak 31 SPPG belum berizin. Hal ini telah kami sampaikan kepada BGN pusat," kata Bupati Subandi usai meninjau SPPG Kalitengah.

SPPG Kalitengah sendiri telah memiliki izin. Namun, operasional dapur tersebut tetap dihentikan sementara setelah muncul kasus keracunan massal.

Subandi menilai pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG perlu diperketat agar makanan yang diberikan kepada masyarakat, khususnya anak-anak dan santri, memenuhi standar keamanan.

Ia juga menegaskan dukungannya terhadap MBG sebagai salah satu program prioritas pemerintah pusat.

Namun, Subandi meminta setiap pelaksanaan program tersebut disertai tata kelola yang baik.

"Program yang baik harus kita dukung. Tetapi jika ada kekurangan, harus segera diperbaiki. Jangan sampai mengganggu program Presiden," tegasnya.

Pemkab Sidoarjo saat ini memprioritaskan penanganan para korban.

Pemerintah daerah memastikan seluruh pasien mendapatkan perawatan sesuai kondisi masing-masing.

Data terbaru yang disampaikan dalam penanganan kasus ini menyebut sebanyak 566 santri telah ditangani.

Dari jumlah tersebut, 427 orang telah diperbolehkan pulang, 88 masih menjalani perawatan, 35 menjalani perawatan tambahan, dan satu pasien masih dalam observasi.

Pemerintah dan pihak terkait masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebab pasti keracunan serta mengevaluasi pelaksanaan distribusi MBG dari SPPG Kalitengah.* (tm/ad)

Editor
: Mass Arie
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Tambah 10.000 Penerima, PKH Medan Makmur Kini Sasar Lebih Banyak Lansia dan Disabilitas
Perubahan APBD Labusel 2026 Dibahas, Pendapatan Daerah Diproyeksikan Naik Jadi Rp970,12 Miliar
262 Warga Gajah Sakti Terima Bantuan Beras, Wabup Rianto: Jangan Ada Pemotongan!
Hari Jadi ke-59 Desa Simpang Dolok, Bupati Batu Bara Ajak Generasi Muda Jauhi Narkoba
Tepis Isu Sesat Korban Jiwa, Wagub Emil Pastikan Ratusan Santri Sidoarjo Korban Keracunan MBG Tertangani Maksimal
"Jangan Bergelantungan di Kekuasaan", Didik Rachbini Sindir Elite NU yang Manfaatkan Massa Cuma untuk Kejar Suara
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru