Supris Resmi Bergabung, Koti Pemuda Pancasila Sumut Gelar Syukuran dan Santuni Puluhan Anak Yatim
BINJAI Bergabungnya Supris sebagai bagian dari Komando Inti Mahatidana (Koti) Pemuda Pancasila Sumatera Utara ditandai dengan kegiatan s
NASIONAL
JAKARTA - Rektor Universitas Paramadina Prof. Didik J. Rachbini mendorong Nahdlatul Ulama (NU) menjadikan momentum pasca-Muktamar sebagai titik balik untuk memperkuat modernisasi pesantren dan pemberdayaan masyarakat nahdliyin.
Menurut Didik, kekuatan sosial NU seharusnya tidak berhenti sebagai modal politik dalam setiap kontestasi kekuasaan. Jaringan besar NU dinilai dapat diarahkan menjadi kekuatan intelektual, ekonomi, teknologi dan pembangunan masyarakat.
Pandangan tersebut disampaikan Didik dalam catatan reflektifnya mengenai arah ekonomi politik NU serta masa depan pesantren.Baca Juga:
Ia mengingatkan bahwa pesantren telah memiliki peran penting dalam transformasi sosial Indonesia sejak puluhan tahun lalu. Gagasan modernisasi pesantren, menurut dia, antara lain pernah dirintis Dawam Rahardjo dan LP3ES dengan melibatkan Gus Dur.
Gagasan tersebut bertumpu pada keyakinan bahwa kemajuan pesantren akan turut mendorong kemajuan Indonesia.
"Ide dasar modernisasi pesantren, jika berhasil memajukan pesantren maka Indonesia akan maju dan modern," ujar Didik.
Menurut Didik, kondisi pesantren saat ini telah mengalami perubahan besar. Lingkungan pesantren tidak lagi identik dengan ketertinggalan seperti beberapa dekade lalu.
Mobilitas sosial masyarakat pesantren meningkat, kelas menengah tumbuh, sementara semakin banyak intelektual, doktor hingga guru besar yang berasal dari lingkungan pesantren.
"Kini setelah setengah abad pesantren sudah berkemajuan sangat luar biasa. Mobilitas vertikal masyarakat pesantren berjalan sangat pesat. Kelas menengah di pesantren meningkat luar biasa, kaum intelektual tumbuh cepat di pesantren dan banyak doktor dan guru besar tumbuh dari lingkungan pesantren," katanya.
Meski demikian, Didik menilai perubahan tersebut belum sepenuhnya dirasakan seluruh lapisan masyarakat pesantren. Masih terdapat kelompok yang menghadapi ketimpangan sosial dan ekonomi.
Karena itu, modernisasi pesantren dinilai tetap relevan, tetapi membutuhkan pendekatan baru. Pesantren diharapkan tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan, melainkan berkembang menjadi pusat penggerak perubahan masyarakat.
Didik juga mengingatkan agar warga nahdliyin tidak terus ditempatkan sebagai objek politik yang hanya dibutuhkan ketika berlangsung kontestasi elektoral.
BINJAI Bergabungnya Supris sebagai bagian dari Komando Inti Mahatidana (Koti) Pemuda Pancasila Sumatera Utara ditandai dengan kegiatan s
NASIONAL
DELI SERDANG Dugaan keracunan setelah sejumlah siswa SMAN 1 Lubukpakam mengalami sakit perut usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG)
PERISTIWA
JAKARTA Kredit Usaha Rakyat (KUR) BSI 2026 menjadi salah satu pilihan pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yan
EKONOMI
OlehMargarito KamisINDONESIA harus diakui, mengambil rute organik yang berbeda dengan premis dasar liberalisme dan kapitalisme, dua kembara
OPINI
JAKARTA Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meminta wilayah Areal Penggunaan Lain (APL) yang terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (k
NASIONAL
JAKARTA Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan hujan deras menjadi salah satu cara efektif untuk meng
NASIONAL
JAKARTA Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) mengkritik putusan Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta yang menghapus pidana tambahan berup
HUKUM DAN KRIMINAL
LABUHANBATU SELATAN Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel) Fery Sahputra Simatupang meninjau pembangunan gedung kantor dinas di kawasan Pe
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas menegaskan swasembada pangan merupakan bagian penting dari kedaulat
EKONOMI
JAKARTA Polri mencatat sebanyak 112 orang telah ditetapkan sebagai tersangka atau terduga dalam penanganan kasus kebakaran hutan dan lah
HUKUM DAN KRIMINAL