BREAKING NEWS
Kamis, 03 September 2026

"Jangan Bergelantungan di Kekuasaan", Didik Rachbini Sindir Elite NU yang Manfaatkan Massa Cuma untuk Kejar Suara

gusWedha - Rabu, 02 September 2026 09:32 WIB
"Jangan Bergelantungan di Kekuasaan", Didik Rachbini Sindir Elite NU yang Manfaatkan Massa Cuma untuk Kejar Suara
Rektor Universitas Paramadina Prof. Didik J. Rachbini. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Rektor Universitas Paramadina Prof. Didik J. Rachbini mendorong Nahdlatul Ulama (NU) menjadikan momentum pasca-Muktamar sebagai titik balik untuk memperkuat modernisasi pesantren dan pemberdayaan masyarakat nahdliyin.

Menurut Didik, kekuatan sosial NU seharusnya tidak berhenti sebagai modal politik dalam setiap kontestasi kekuasaan. Jaringan besar NU dinilai dapat diarahkan menjadi kekuatan intelektual, ekonomi, teknologi dan pembangunan masyarakat.

Pandangan tersebut disampaikan Didik dalam catatan reflektifnya mengenai arah ekonomi politik NU serta masa depan pesantren.

Baca Juga:

Ia mengingatkan bahwa pesantren telah memiliki peran penting dalam transformasi sosial Indonesia sejak puluhan tahun lalu. Gagasan modernisasi pesantren, menurut dia, antara lain pernah dirintis Dawam Rahardjo dan LP3ES dengan melibatkan Gus Dur.

Gagasan tersebut bertumpu pada keyakinan bahwa kemajuan pesantren akan turut mendorong kemajuan Indonesia.

"Ide dasar modernisasi pesantren, jika berhasil memajukan pesantren maka Indonesia akan maju dan modern," ujar Didik.

Menurut Didik, kondisi pesantren saat ini telah mengalami perubahan besar. Lingkungan pesantren tidak lagi identik dengan ketertinggalan seperti beberapa dekade lalu.

Mobilitas sosial masyarakat pesantren meningkat, kelas menengah tumbuh, sementara semakin banyak intelektual, doktor hingga guru besar yang berasal dari lingkungan pesantren.

"Kini setelah setengah abad pesantren sudah berkemajuan sangat luar biasa. Mobilitas vertikal masyarakat pesantren berjalan sangat pesat. Kelas menengah di pesantren meningkat luar biasa, kaum intelektual tumbuh cepat di pesantren dan banyak doktor dan guru besar tumbuh dari lingkungan pesantren," katanya.

Meski demikian, Didik menilai perubahan tersebut belum sepenuhnya dirasakan seluruh lapisan masyarakat pesantren. Masih terdapat kelompok yang menghadapi ketimpangan sosial dan ekonomi.

Karena itu, modernisasi pesantren dinilai tetap relevan, tetapi membutuhkan pendekatan baru. Pesantren diharapkan tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan, melainkan berkembang menjadi pusat penggerak perubahan masyarakat.

Didik juga mengingatkan agar warga nahdliyin tidak terus ditempatkan sebagai objek politik yang hanya dibutuhkan ketika berlangsung kontestasi elektoral.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Opsen PKB Bikin Penerimaan Tak Merata, Bobby Nasution Siapkan Opsi Turunkan Pajak Kendaraan
Bobby Nasution Usul Pajak Kendaraan Diturunkan di Daerah Tertentu, Ini Alasannya
Ganti Pimpinan BI Nggak Mempan, Ekonom Senior Ramal Rupiah Bakal Terus Loyo Akibat Ekonomi 'Rakus Impor'
Satu Dekade PKBB Aceh, Brimob Teguhkan Persaudaraan dan Semangat Pengabdian Lintas Generasi
HUT RI ke-81: Prof. Didik Rachbini Sebut Demokrasi dan Negara Hukum Indonesia Sedang Diuji
PAD Sumut Tembus 50 Persen, Bapenda Optimistis Target Rp6,9 Triliun Tahun 2026 Tercapai
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru