BREAKING NEWS
Kamis, 03 September 2026

"Jangan Bergelantungan di Kekuasaan", Didik Rachbini Sindir Elite NU yang Manfaatkan Massa Cuma untuk Kejar Suara

gusWedha - Rabu, 02 September 2026 09:32 WIB
"Jangan Bergelantungan di Kekuasaan", Didik Rachbini Sindir Elite NU yang Manfaatkan Massa Cuma untuk Kejar Suara
Rektor Universitas Paramadina Prof. Didik J. Rachbini. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

" tidak bisa lagi massa NU diposisikan sebagai obyek politik praktis untuk mengais suara dan mendukung elit-elitnya yang berkiprah, bergantung dan bergelantungan di kekuasaan," tegasnya.

Dalam hubungan NU dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Didik berharap elite kedua pihak dapat membangun kerja sama yang lebih berorientasi pada kepentingan masyarakat.

"Sebaiknya elit NU dan PKB bersatu dengan solid untuk kepentingan masyarakatnya dengan menghindari politik praktis jangka pendek kepentingan orang per orang dan segelintir kelompok kecil di dalamnya," ujarnya.

Menurut Didik, jaringan sosial NU yang luas dapat menjadi modal untuk mendorong pembangunan masyarakat melalui sektor pendidikan, kesehatan, sumber daya manusia, teknologi hingga pemberdayaan ekonomi.

Ia menilai pesantren memiliki peluang besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus ruang pengembangan teknologi, kewirausahaan, ketahanan pangan dan pembangunan komunitas.

"Kini setelah pesantren mengalami banyak kemajuan, kontekstualisasi peran pesantren sudah seharusnya menjadi motor penggerak ekonomi, teknologi, kemandirian pangan, dan pemberdayaan masyarakat sekitarnya," katanya.

Karena itu, Didik mendorong pesantren dikembangkan sebagai infrastruktur sosial yang dapat memberikan manfaat lebih luas kepada masyarakat di sekitarnya. Konsep pembangunan berbasis komunitas dinilai dapat menjadi salah satu pendekatan yang relevan.

Transformasi tersebut, lanjut Didik, perlu dimulai dari sistem pendidikan pesantren. Pelajaran fikih, Al-Qur'an dan hadis tetap menjadi fondasi, tetapi perlu dilengkapi dengan pengetahuan yang mampu menjawab persoalan sosial, ekonomi dan teknologi.

Ia juga mendorong perluasan wawasan melalui pemahaman terhadap ayat-ayat kauniah, yakni tanda-tanda kebesaran Allah yang dipelajari melalui alam dan kehidupan.

Dengan perluasan keilmuan itu, pesantren diharapkan mampu melahirkan generasi yang memiliki pemahaman agama sekaligus kompetensi menghadapi perubahan zaman.

"Pesantren telah dan harus terus menjadi mesin mobilitas sosial dan menjadi kanal mobilitas vertikal," ujar Didik.

Menurut dia, pengalaman panjang pesantren dalam mendorong mobilitas sosial merupakan modal penting yang perlu terus dikembangkan. Pendidikan pesantren dapat menjadi pintu masuk untuk memperkuat kelas menengah dan memperbesar basis intelektual masyarakat.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Opsen PKB Bikin Penerimaan Tak Merata, Bobby Nasution Siapkan Opsi Turunkan Pajak Kendaraan
Bobby Nasution Usul Pajak Kendaraan Diturunkan di Daerah Tertentu, Ini Alasannya
Ganti Pimpinan BI Nggak Mempan, Ekonom Senior Ramal Rupiah Bakal Terus Loyo Akibat Ekonomi 'Rakus Impor'
Satu Dekade PKBB Aceh, Brimob Teguhkan Persaudaraan dan Semangat Pengabdian Lintas Generasi
HUT RI ke-81: Prof. Didik Rachbini Sebut Demokrasi dan Negara Hukum Indonesia Sedang Diuji
PAD Sumut Tembus 50 Persen, Bapenda Optimistis Target Rp6,9 Triliun Tahun 2026 Tercapai
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru