BREAKING NEWS
Rabu, 02 September 2026

Tepis Isu Sesat Korban Jiwa, Wagub Emil Pastikan Ratusan Santri Sidoarjo Korban Keracunan MBG Tertangani Maksimal

Nurul - Rabu, 02 September 2026 11:54 WIB
Tepis Isu Sesat Korban Jiwa, Wagub Emil Pastikan Ratusan Santri Sidoarjo Korban Keracunan MBG Tertangani Maksimal
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, di Sidoarjo, Rabu (2/9/20206) menjelaskan kepada awak media terkait penanganan santri Ponpes Manba’ul Hikam Sidoarjo usai mengalami kejadian dugaan keracunan. (Foto: Antara)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SIDOARJO - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menegaskan tidak ada santri yang meninggal akibat dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sidoarjo. Para korban hingga kini mendapatkan perawatan di RSUD Notopuro Sidoarjo.

Emil yang juga menjabat Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG Provinsi Jawa Timur tersebut mengunjungi para korban di RSUD Notopuro pada Selasa (1/9/2026) malam hingga dini hari.

Dalam kunjungan itu, Emil berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, pengurus pondok pesantren dan pihak rumah sakit sekaligus melihat langsung kondisi para santri yang menjalani perawatan.

Baca Juga:

"Pertama, kami ingin mengapresiasi Rumah Sakit Notopuro, Ibu Kadinkes yang sudah bersama BPBD Sidoarjo dan Pemkab Sidoarjo tentunya Pak Bupati yang sudah melakukan penanganan secara sigap," kata Emil di RSUD Notopuro, Rabu (2/9/2026).

Menurut Emil, jumlah pasien yang datang dalam waktu singkat dapat ditangani pihak rumah sakit. Ia memastikan tidak ada pasien yang terbengkalai dalam proses penanganan medis.

"Sehingga jumlah yang ratusan datang ke rumah sakit ini kemudian dalam waktu yang sangat pendek, ya, itu semua bisa ditangani. Enggak ada yang mohon maaf, terbengkalai pasien," ujarnya.

Emil menjelaskan sebagian pasien sempat menggunakan velbed milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo karena banyaknya korban yang harus ditangani.

Meski demikian, kebutuhan infus disebut tetap mencukupi. Penanganan awal dilakukan dengan rehidrasi untuk mengatasi kondisi pasien sebelum diberikan obat sesuai kebutuhan.

"Memang tadi ada yang menggunakan velbet dari BPBD tetapi infusnya memadai. Karena langkah pertama yang diambil oleh pihak rumah sakit adalah rehidrasi. Jadi rehidrasi ini penting kemudian memberikan obat," jelas Emil.

Emil juga memberikan apresiasi kepada pihak pondok pesantren, terutama para kiai, yang membantu proses koordinasi dan rujukan santri ke sejumlah fasilitas kesehatan.

Di tengah penanganan korban, Emil kembali meluruskan kabar yang beredar mengenai adanya santri yang meninggal dunia akibat dugaan keracunan MBG.

"Tolong juga tadi ada kabar mohon maaf meninggal itu tidak betul, tidak betul," tegas Emil.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Dari Ponpes ke Sekolah Lain, Dampak Keracunan MBG dari Satu Dapur SPPG di Sidoarjo Terus Meluas
294 Santri Ponpes di Sidoarjo Diduga Keracunan MBG, Ada Korban Meninggal?
Gunung Sinabung Naik Level III, Bobby Nasution: Evakuasi Warga Harus Dipercepat
Gunung Sinabung Erupsi, 490 KK Warga Kuta Tengah Dievakuasi
Heboh Sekolah Tak Libur Saat Darurat Asap demi Dapur MBG, Ini Kata Menkes!
Status Kolonel TNI Terduga Terlibat Korupsi MBG Masih Menggantung, Kejagung Kini Periksa 6 Saksi Baru
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru