BREAKING NEWS
Selasa, 08 September 2026

Gunung Ili Lewotolok Kembali Erupsi, Badan Geologi Ingatkan Ancaman Lava dan Awan Panas

Adelia Syafitri - Minggu, 06 September 2026 08:47 WIB
Gunung Ili Lewotolok Kembali Erupsi, Badan Geologi Ingatkan Ancaman Lava dan Awan Panas
Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, kembali mengalami erupsi pada Minggu pagi, 6 September 2026. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

LEMBATA Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, kembali mengalami erupsi pada Minggu pagi, 6 September 2026.

Letusan tersebut memunculkan kolom abu setinggi sekitar 400 meter di atas puncak gunung.

Berdasarkan informasi Badan Geologi Indonesia, erupsi terjadi pada pukul 06.11 WITA.

Baca Juga:

Kolom abu yang keluar dari kawah teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah barat.

"Terjadi erupsi G. Ili Lewotolok pada hari Minggu, 06 September 2026, pukul 06:11 WITA. Tinggi kolom letusan teramati ± 400 m di atas puncak [± 1823 m di atas permukaan laut-. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi 40 detik," demikian keterangan dari pihak Badan Geologi.

Erupsi pada Minggu pagi bukan merupakan kejadian pertama yang dialami Gunung Ili Lewotolok dalam beberapa hari terakhir.

Pada Selasa, 1 September 2026 pagi, gunung tersebut juga dilaporkan mengalami dua kali erupsi.

Dengan aktivitas vulkanik yang masih berlangsung, masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok diminta meningkatkan kewaspadaan.

Badan Geologi juga meminta pendaki maupun wisatawan tidak memasuki kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya.

"Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dan 3 km sektor selatan dan tenggara dari pusat aktivitas G. Ili Lewotolok."

Selain abu vulkanik, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi bahaya lain yang dapat muncul akibat aktivitas Gunung Ili Lewotolok.

Badan Geologi mengingatkan adanya kemungkinan guguran atau longsoran lava serta awan panas, terutama pada sejumlah sektor di sekitar gunung.

"Mewaspadai potensi ancaman bahaya guguran/longsoran lava dan awan panas pada sektor selatan dan tenggara, sektor barat, serta sektor timur laut G. Ili Lewotolok," lanjutnya.

Masyarakat yang tinggal di sekitar gunung juga diimbau menggunakan perlindungan diri untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik.

Masker diperlukan untuk melindungi saluran pernapasan, sedangkan perlengkapan lain dapat digunakan untuk melindungi mata dan kulit.

"Masyarakat yang berada di sekitar G. Ili Lewotolok diimbau menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit serta menghindari gangguan pernapasan [ISPA] maupun gangguan kesehatan Iainnya, serta menutup tempat penampungan air bersih agar terhindar dari paparan abu vulkanik," ungkap Badan Geologi.

Badan Geologi meminta pemerintah daerah dan masyarakat terus berkoordinasi untuk memperoleh informasi terbaru mengenai perkembangan aktivitas Gunung Ili Lewotolok.

Koordinasi dapat dilakukan melalui Pos Pengamatan Gunung Ili Lewotolok di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape, maupun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau Badan Geologi di Bandung.

"Pemerintah daerah dan masyarakat senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Ili Lewotolok di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau Badan Geologi di Bandung untuk mendapatkan informasi terkait aktivitas G. Ili Lewotolok," tutur pihak Badan Geologi.

Masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok diharapkan tidak mengabaikan informasi dan rekomendasi dari petugas.

Perkembangan aktivitas gunung dapat berubah sehingga informasi resmi perlu terus dipantau.* (di/ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bandara Soekarno-Hatta Masih Ditutup hingga 09.30 WIB, 209 Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik
Gunung Anak Krakatau Menggelegar Lagi, Warga Banten Rasakan Getaran dan Dentuman
Dentuman Misterius di Bandung Bikin Geger, BMKG Temukan Anomali tapi Belum Bisa Ungkap Penyebab
Mengapa Dentuman Erupsi Anak Krakatau Terdengar hingga Bandung? Ini Penjelasan Ahli
Aktivitas Gunung Sinabung Masih Tinggi, Pengungsi Mulai Keluhkan Gangguan Kesehatan
Gerak Cepat Bantu Warga Terdampak, Pengungsi Erupsi Gunung Sinabung di Karo Terima Ratusan Porsi Makan Bergizi Gratis
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru