BREAKING NEWS
Minggu, 06 September 2026

Waspada! Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, KSOP Banten Larang Kapal Mendekat dalam Radius 3 Kilometer

Dharma - Minggu, 06 September 2026 12:31 WIB
Waspada! Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, KSOP Banten Larang Kapal Mendekat dalam Radius 3 Kilometer
Status Gunung Anak Krakatau Level III atau Siaga. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANTEN – Aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali menjadi perhatian setelah status gunung api tersebut meningkat menjadi Level III atau Siaga.

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten melarang seluruh kapal mendekati kawasan gunung dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

Larangan tersebut tertuang dalam Pengumuman Nomor PG-KSOP.Btn 14 Tahun 2026.

Baca Juga:

Kebijakan itu diberlakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi erupsi yang dapat membahayakan keselamatan pelayaran di perairan Selat Sunda.

Kepala KSOP Kelas I Banten Raden Yogie Nugraha meminta seluruh pihak yang beraktivitas di perairan Selat Sunda meningkatkan kewaspadaan.

Menurut Yogie, potensi bahaya tidak hanya berasal dari letusan Gunung Anak Krakatau.

Lontaran material vulkanik dan abu vulkanik juga dapat mengganggu keselamatan serta navigasi kapal.

"Nakhoda agar aktif memantau pembaruan informasi resmi yang dirilis PVMBG, BMKG, BPBD setempat, serta instansi terkait lainnya," ujar Raden Yogie Nugraha, Minggu (6/9).

Selain mematuhi larangan memasuki radius 3 kilometer dari kawah aktif, nakhoda kapal diminta merencanakan rute pelayaran dengan matang sebelum berangkat.

Arah sebaran abu vulkanik dan kondisi cuaca menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhitungkan.

Hal ini penting untuk memastikan perjalanan kapal tetap berada di jalur yang aman.

Jika terdapat tanda-tanda bahaya yang dapat mengganggu pelayaran, nakhoda diminta segera melakukan tindakan penghindaran.

"Apabila ditemukan indikasi bahaya yang dapat mengganggu keselamatan pelayaran, Nakhoda agar segera mengambil tindakan penghindaran yang diperlukan serta melaporkannya kepada Vessel Traffic Service (VTS), Stasiun Radio Pantai, Syahbandar terdekat, atau instansi terkait," tegasnya.

Meski status Gunung Anak Krakatau telah meningkat menjadi Siaga III, aktivitas penyeberangan pada lintasan Merak-Bakauheni dan sebaliknya masih berjalan normal.

Kapal yang melayani penyeberangan antara Pulau Jawa dan Sumatera tetap beroperasi dengan mengutamakan keselamatan serta pemantauan kondisi perairan Selat Sunda.

Untuk menjaga kelancaran arus penumpang dan distribusi logistik, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui KSOP Kelas I Banten bersama KSOP Kelas IV Bakauheni terus melakukan koordinasi dan pengawasan terhadap pergerakan kapal di kawasan tersebut.

Peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau membuat kewaspadaan menjadi hal penting bagi seluruh pengguna perairan Selat Sunda.

Kapal tetap dapat beroperasi di jalur pelayaran yang dinyatakan aman.

Namun, seluruh awak kapal diminta terus mengikuti perkembangan informasi resmi mengenai aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau dan tidak mengambil risiko dengan mendekati kawasan yang telah dilarang.* (sp/ad)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Imbas Abu Erupsi Gunung Anak Krakatau, Sejumlah Penerbangan Medan-Jakarta via Kualanamu Dibatalkan
Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyebar hingga Jawa dan Sumatera, Penerbangan di 3 Bandara Ditutup
Gunung Ili Lewotolok Kembali Erupsi, Badan Geologi Ingatkan Ancaman Lava dan Awan Panas
Bandara Soekarno-Hatta Masih Ditutup hingga 09.30 WIB, 209 Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik
Gunung Anak Krakatau Menggelegar Lagi, Warga Banten Rasakan Getaran dan Dentuman
Dentuman Misterius di Bandung Bikin Geger, BMKG Temukan Anomali tapi Belum Bisa Ungkap Penyebab
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru