BREAKING NEWS
Selasa, 08 September 2026

Korban Dugaan Keracunan MBG di Karo Kehilangan Ingatan 70 Persen: Tak Kenal Ayah hingga Teman Sekolah

Administrator - Selasa, 08 September 2026 09:13 WIB
Korban Dugaan Keracunan MBG di Karo Kehilangan Ingatan 70 Persen: Tak Kenal Ayah hingga Teman Sekolah
Febiola Br Purba, korban yang diduga mengalami keracunan setelah mengikuti program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatra Utara. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Ia juga meminta agar Febiola mendapatkan pengobatan terbaik.

"Pesan saya, semoga pihak-pihak tersebut bisa bertanggung jawab atas masalah ini. Agar memberikan perawatan dan pengobatan terbaik kepada anak saya, dan mengarahkan kepada dokter-dokter yang terbaik," harapnya.

Ia juga meminta pelaksanaan program MBG dievaluasi agar kejadian serupa tidak kembali menimpa siswa.

Baca Juga:

"Ya, harapan saya sebetulnya program MBG itu sangat bagus. Tapi karena sudah ada korban-korban seperti ini, anak-anak SMA, SMP, ini tidak diinginkan mereka menjadi korbannya. Jadi itu sudah kelalaian," tegasnya.

Berdasarkan keterangan dokter yang menangani Febiola, Icuk mengatakan terdapat dua kemungkinan penyebab gangguan kesehatan yang dialami anaknya, yakni bakteri atau racun jamur.

Hasil pemeriksaan lebih lanjut disebut baru dapat diketahui dalam waktu 10 hari hingga dua pekan.

"Sekarang kondisi anak saya ini, kalau tidak racun, ada bakteri beracun. Untuk saat ini sudah Rp3,5 juta yang keluar itu pun hasil tabungan kami selama ini," ucapnya.

Hingga kini, keluarga Febiola mengaku belum membuat laporan resmi kepada aparat penegak hukum.

Icuk mengatakan keluarga masih memprioritaskan perawatan anaknya.

Kasus Febiola menjadi bagian dari rangkaian kejadian gangguan kesehatan yang terjadi dalam pelaksanaan program MBG di Sumatra Utara.

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Sumatra Utara, Herdensi Adnin, mengatakan program MBG merupakan program prioritas Presiden sehingga pelaksanaannya harus dijalankan dengan tata kelola yang baik.

Menurut Herdensi, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai pelaksana harus memastikan makanan yang diberikan kepada siswa aman dan program tidak menimbulkan persoalan baru.

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Demokrat Bantah Pidato AHY Jadi Sinyal Maju Pilpres 2029
Desil DTSEN Bukan Penentu Mutlak Penerima Bansos, Ini Penjelasan Pemerintah
Ketua Komisi III DPR: Pemerintahan Prabowo Lebih Demokratis Dibanding Pemerintahan Sebelumnya
Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi Selasa Pagi, Ini Imbauan Badan Geologi untuk Masyarakat
Belasan Tahun Rusak dan Kerap Tergenang, Dana Kelurahan Dimanfaatkan untuk Benahi Jalan Gang Keluarga di Pulo Brayan Kota
Perangi Narkoba, Pemko Tanjungbalai dan BNN Perkuat Program P4GN untuk Cegah Peredaran
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru