BREAKING NEWS
Selasa, 08 September 2026

Viral Ramalan Gempa Magnitudo 9 Bakal Hantam Indonesia, Ini Kata BMKG

Dharma - Selasa, 08 September 2026 12:24 WIB
Viral Ramalan Gempa Magnitudo 9 Bakal Hantam Indonesia, Ini Kata BMKG
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Sebuah video yang menampilkan pria asal Kanada bernama Frankie MacDonald beredar di media sosial.

Dalam video tersebut, Frankie menyebut Indonesia berpotensi dihantam gempa bumi dengan magnitudo 7 hingga 9.

Informasi itu kemudian mendapat perhatian masyarakat karena Indonesia merupakan salah satu wilayah yang rawan gempa bumi.

Baca Juga:

Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi mengenai prediksi gempa yang belum terverifikasi.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan gempa bumi belum dapat diprediksi secara tepat, baik mengenai waktu maupun lokasi kejadiannya.

"Indonesia adalah daerah rawan gempa, gempa dapat terjadi kapan saja, gempa belum dapat diprediksi kapan dan di mana akan terjadi secara tepat. Masyarakat Indonesia diimbau agar tetap tenang dan waspada serta tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, khususnya yang beredar melalui media sosial," kata Wijayanto kepada wartawan, Selasa (8/9/2026).

Wijayanto menjelaskan bahwa Indonesia memiliki sejumlah sumber gempa bumi, termasuk zona megathrust dan sesar aktif.

Karena itu, potensi gempa memang perlu diwaspadai.

Namun, keberadaan sumber gempa tersebut tidak berarti waktu dan lokasi gempa dapat diketahui secara pasti.

"Wilayah Indonesia terletak di daerah yang rawan gempa. sudah berkali-kali juga kita sosialisasikan, ada ancaman dari sumber megathrust dan sesar aktif. Namun kapan dan di mana secara pasti tidak bisa dipastikan. Belum ada teknologi yang memprediksi gempa secara tepat waktu dan lokasinya," ujarnya.

Menurut Wijayanto, informasi yang menyebut gempa akan terjadi pada waktu atau lokasi tertentu tidak dapat dijadikan sebagai dasar untuk memastikan terjadinya gempa.

Wijayanto juga menanggapi klaim mengenai ramalan gempa bermagnitudo besar di Indonesia.

Menurut dia, jika sebuah ramalan kebetulan sesuai dengan kejadian gempa, hal tersebut tidak berarti gempa telah berhasil diprediksi secara ilmiah.

"Ramalan itu kebetulan saja. Secara rata-rata di Indonesia terjadi 2 kali gempa per tahun dengan magnitudo M >7,0, bahkan di 2026 sampai Agustus ini sudah ada 2x gempa M>7,0 (Flores, Malut)," ungkapnya.

Dengan kondisi tersebut, BMKG meminta masyarakat tetap tenang tetapi tidak mengabaikan kewaspadaan.

Masyarakat juga diminta mengutamakan informasi dari lembaga resmi ketika menerima kabar mengenai potensi gempa bumi.

BMKG menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada teknologi yang mampu menentukan secara tepat kapan dan di mana gempa bumi akan terjadi.

Masyarakat karena itu diimbau tidak panik hanya karena menerima video atau pesan berantai yang mengklaim dapat memprediksi gempa.

Kewaspadaan terhadap gempa tetap diperlukan karena Indonesia berada di wilayah yang memiliki aktivitas tektonik tinggi.

Namun, kewaspadaan tersebut sebaiknya dilakukan melalui kesiapsiagaan menghadapi bencana, bukan dengan mempercayai prediksi yang belum terverifikasi.* (d/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Asap dan Kabut Kepung 14 Kabupaten di Sumut, Jarak Pandang Turun hingga 500 Meter
Xiaomi Pad 9 Pro Max Resmi Meluncur! Bawa Fitur Canggih dan Spek Gahar, Harga Mulai Rp12,6 Juta
Gerindra Tapteng Mundur dari Sikap 5 Parpol soal Pemakzulan Bupati Masinton
Bupati Batu Bara Ingatkan ASN Siaga Hadapi Potensi Banjir, Minta Drainase hingga Tanggul Dipantau
Prakiraan Cuaca DIY Hari Ini, Selasa 8 September 2026: Sebagian Besar Wilayah Berawan
Prakiraan Cuaca Bali Hari Ini, Selasa 8 September 2026: Seluruh Wilayah Diguyur Hujan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru