Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Ia mengatakan dana program tersebut berasal dari masyarakat sehingga pelaksanaannya harus memperhatikan keamanan makanan yang diberikan kepada siswa.
"Itu MBG itu kan bukan uang pribadi kalian kan. Itu uang masyarakat, Pak, Bu. Uang kami juga kok ya tega, Pak. Meracuni anak-anak," ujar Paruliana.
Para orangtua korban meminta pihak terkait tidak berhenti pada permintaan maaf.
Mereka juga menuntut jaminan perawatan bagi siswa yang masih membutuhkan penanganan medis, kompensasi yang layak, serta pendampingan psikologis.
Paruliana juga mempertanyakan keterbukaan informasi mengenai hasil pemeriksaan makanan yang dikonsumsi para siswa.
Ia mengaku sebelumnya telah menanyakan melalui media sosial mengenai zat atau racun yang diduga terdapat dalam menu ikan.
"Dan sayalah yang viral di media sosial itu yang menanyakan racun apa yang terdeteksi di ikan itu. Sampai saat ini kami tidak tahu. Kalian bungkam semua," tegasnya.
"Bungkam kalian semua bungkam," kata Paruliana.
Belakangan, hasil pemeriksaan UPTD Laboratorium Kesehatan Dinas Kesehatan Sumatera Utara menemukan tiga jenis bakteri dalam sampel makanan MBG.
Kepala UPTD Laboratorium Kesehatan Dinkes Sumut Pulo Rizal Togatorop mengatakan bakteri tersebut ditemukan pada nasi, ikan dencis, dan melon.
"Ada bakteri Bacillus Cereus (di nasi), Staphylococcus Aureus (Ikan Dencis), dan Escherichia Coli (melon)," kata Rizal, Rabu, 9 September 2026.
Rizal menjelaskan ketiga bakteri tersebut secara alami dapat ditemukan pada manusia maupun lingkungan.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.