Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Namun, dalam kondisi tertentu, bakteri dapat berkembang dan menghasilkan racun yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.
"Kalau dalam kondisi tertentu bakteri bisa berkembang dan mengeluarkan racun yang bisa menyebabkan mual, muntah, lemas dan gejala lainnya," ujar Rizal.
Meski demikian, hasil pemeriksaan laboratorium tersebut belum menyimpulkan secara langsung bahwa ketiga bakteri itu merupakan penyebab pasti insiden keracunan MBG di Karo.
Dampak yang dirasakan Agnesia, menurut Paruliana, tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik.
Ia mengatakan anaknya juga mengalami perubahan psikologis setelah insiden tersebut.
Paruliana menyebut Agnesia sebelumnya merupakan anak yang aktif dan berprestasi.
"Anak saya itu salah satu kreatif di Semagi," ujarnya.
Namun, kondisi anaknya kini berubah. Agnesia disebut mengalami ketakutan ketika berada di tengah keramaian.
"Pak Dete, anakku si usur landek-lak sidat juara ibarat lapang samura, Pak," katanya.
"sekarang, Pak, kondisinya melihat keramaian pun dia takut," lanjut Paruliana.
Keluarga berharap para korban mendapatkan pendampingan yang lebih serius, tidak hanya dalam penanganan medis tetapi juga untuk kondisi psikologis mereka.
Kasus dugaan keracunan MBG di Kabupaten Karo terjadi pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.