Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA - Anggota Komisi V DPR RI Hamid Noor Yasin meminta sistem keselamatan pelayaran dievaluasi menyusul kecelakaan KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa. Menurutnya, kecelakaan tersebut menjadi alarm karena terjadi di tengah rentetan insiden pelayaran lainnya sepanjang 2026.
Hamid menyampaikan duka cita atas jatuhnya korban dalam kecelakaan KM Virgo Transport 8. Dia menilai insiden tersebut tidak seharusnya dipandang sebagai kejadian yang berdiri sendiri.
"Ini bukan kejadian pertama. Rentetan kecelakaan pelayaran dalam satu tahun harus menjadi alarm untuk mengevaluasi sistem keselamatan kita. Jangan setiap kejadian dilihat sebagai kasus yang berdiri sendiri," kata Hamid dalam keterangannya, dikutip Senin (14/9/2026).
Baca Juga:
Dia menyebut beberapa kecelakaan pelayaran lain yang terjadi tahun ini, di antaranya kebakaran KMP Aceh Hebat 2, tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan Selayar, serta kebakaran KM Mutiara Sentosa 2.
Menurut Hamid, investigasi kecelakaan KM Virgo Transport 8 harus dilakukan secara menyeluruh. Pemeriksaan tidak cukup hanya mencari penyebab langsung, tetapi juga perlu melihat seluruh rantai keselamatan pelayaran.
Beberapa aspek yang menurutnya perlu diperiksa antara lain kelaiklautan kapal, pemeriksaan sebelum keberangkatan, kondisi cuaca, kesiapan awak kapal dan alat keselamatan, kesesuaian manifes, hingga prosedur evakuasi.
"Jangan berhenti pada faktor cuaca. Yang harus kita pastikan adalah apakah sistem keselamatan sudah bekerja dan apakah risiko sudah diantisipasi sebelum kapal berlayar," ujarnya.
Hamid juga menyoroti instruksi Kementerian Perhubungan pada 11 September 2026 untuk memperkuat keselamatan moda transportasi di Jawa Timur. Menurutnya, kebijakan tersebut harus dipastikan benar-benar diterapkan di lapangan.
"Artinya, kebijakan keselamatan sudah ada. Sekarang yang harus dipastikan adalah pelaksanaannya di lapangan. Jangan sampai standar keselamatan hanya kuat di atas kertas," katanya.
Dia meminta hasil investigasi kecelakaan KM Virgo Transport 8 disampaikan secara transparan. Hasil penyelidikan tersebut dinilai harus menjadi dasar untuk memperbaiki sistem pengawasan dan keselamatan pelayaran.
"Kita tidak hanya perlu mengetahui apa yang menyebabkan kecelakaan. Kita harus menemukan di mana sistem gagal bekerja dan memperbaikinya. Kita tidak boleh menunggu kecelakaan berikutnya untuk kembali berbicara tentang keselamatan," tegas Hamid.
KM Virgo Transport 8 sebelumnya berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin dengan membawa 243 orang. Berdasarkan data dalam laporan tersebut, hingga pukul 12.00 WITA sebanyak 103 orang telah dievakuasi, terdiri dari 102 orang selamat dan satu orang meninggal dunia.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.