Cegah Sengketa, Pemko Medan Percepat Sertifikasi 200 Aset di BPN
MEDAN Pemerintah Kota Medan terus mendorong percepatan sertifikasi aset daerah sebagai bagian dari upaya mengamankan dan menertibkan ase
PEMERINTAHAN
KARO — Krismas Dayanti Br Sihite, siswi SMK Negeri 1 Berastagi yang sebelumnya menjadi korban dugaan keracunan setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG), kembali menjalani perawatan di rumah sakit.
Kondisi Krismas kembali menjadi perhatian setelah sebuah video yang memperlihatkan dirinya terbaring lemas di ranjang pasien viral di media sosial.
Dalam video tersebut, Krismas terlihat menggunakan selang Nasogastric Tube (NGT) di hidung. Ia beberapa kali hanya terlihat mengedipkan mata.Baca Juga:
Sekretaris Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Hamid Rijal Lubis, membenarkan Krismas kembali dilarikan ke rumah sakit.
Hamid belum merinci kapan Krismas kembali masuk rumah sakit.
Namun, berdasarkan informasi yang diterimanya, hingga Senin pagi, 14 September 2026, siswi tersebut masih menjalani perawatan.
Menurut laporan yang diterima Dinkes Sumut, Krismas mengalami keluhan pada bagian perut.
"Yang kita terima kan begini ya, bahwa beliau ada mengalami keluhan ya. Keluhan itu, informasi yang kami dapatkan untuk Krismas ini, kram dan nyeri perut, ya," jelasnya saat dikonfirmasi, Senin (14/9/2026).
Hamid mengatakan penyebab keluhan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dari pihak rumah sakit.
"Yang penting, yang utama sekarang ditangani dulu. Kan gitu, " jelasnya.
Hamid memastikan seluruh siswa yang masih mengalami gangguan kesehatan setelah dugaan keracunan MBG akan mendapatkan penanganan medis.
"Kita pastikan beliau mendapatkan pelayanan yang baik begitu, ya. Mengenai apa penyebab, apa tindak lanjut, apa yang harus dilakukan, kembali lagi, kita serahkan kepada tenaga medis, ya, yang punya keahlian, keilmuan untuk itu," ucapnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan kepada para siswa yang masih menjalani pemulihan.
"Kita doakan, kita dorong doa supaya beliau segera sehat, segera pulih. Nah, saat ini mungkin itu yang perlu kita lakukan, memberikan support, dukungan kepada beliau agar segera pulih," ucapnya.
Namun, Hamid belum dapat memastikan rumah sakit tempat Krismas menjalani perawatan saat ini.
Ia juga belum mengetahui apakah siswi tersebut masih dirawat di rumah sakit di Kabupaten Karo atau telah kembali dirujuk ke Medan.
"Update terakhir yang sudah saya dapat benar, ya (dirawat di rumah sakit)tapi saya belum update. Sampai tadi pagi, ya, saya dapat informasi itu, ya (masih dirawat) Cuma kan sore ini saya belum dapat update terakhir ya. Saya belum berani sampaikan, karena belum update sore. Mungkin bisa dipastikan ke Dinkes Karo, ya. Saya enggak enggak dapat final informasinya di rumah sakit mana begitu,"ucapnya.
Sebelumnya, Krismas Dayanti, 18 tahun, sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Haji Medan setelah dirujuk dari rumah sakit di Kabupaten Karo.
Krismas dirawat di ruang PICU karena kondisinya cukup mengkhawatirkan setelah diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi MBG dari sekolahnya.
Setelah beberapa hari menjalani perawatan, kondisi Krismas sempat menunjukkan perkembangan positif.
Ia mulai bisa duduk, berbicara, banyak bergerak, bahkan sesekali tersenyum dan tertawa.
Saat itu, kondisi wajahnya juga terlihat lebih segar dibandingkan ketika pertama kali dirujuk ke RS Haji Medan.
Krismas sebelumnya mengatakan kondisinya mulai membaik. Keluhan pada bagian perut dan leher juga disebut sudah tidak terasa sakit.
Namun, pengalaman tersebut membuat Krismas mengaku trauma mengonsumsi MBG dari sekolah. Ia memilih membawa bekal makanan sendiri dari rumah.
"Enggak, takut trauma, takut keracunan lagi. Trauma. Enggak mau lagi (makan MBG). Bawa bontot aja dari rumah kalau lapar (di sekolah)," jelasnya, Rabu (19/8/2026).
Kepala Bagian Umum Rumah Sakit Umum Haji Medan, Anda Siregar, sebelumnya mengatakan Krismas masih menjalani perawatan di ruang PICU.
Dari hasil pemeriksaan medis ketika itu, Krismas disebut mengalami keracunan makanan.
"Kalau dari sisi medis, bisa dikatakan keracunan (makanan) dan pasien masih berada di ruang PICU," jelasnya, Selasa (18/8/2026).
Anda mengatakan kondisi Krismas ketika itu mulai membaik. Siswi tersebut sudah dapat duduk dan berbicara.
"Kondisinya sebenarnya sudah mulai membaik, pasien sudah bisa duduk dan bicara. Mudah-mudahan lusa, pasien sudah bisa ke ruang ranap umum," ucapnya beberapa waktu lalu.
Kini, setelah kembali menjalani perawatan, kondisi terbaru Krismas masih menunggu hasil pemeriksaan dan informasi resmi dari pihak rumah sakit maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Karo.
Pihak Dinkes Sumut memastikan penanganan medis tetap menjadi prioritas hingga kondisi Krismas dan siswa lain yang terdampak benar-benar pulih.* (tm/ad)
MEDAN Pemerintah Kota Medan terus mendorong percepatan sertifikasi aset daerah sebagai bagian dari upaya mengamankan dan menertibkan ase
PEMERINTAHAN
JAKARTA Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDIP I Wayan Sudirta menyoroti lemahnya pengawasan terhadap narapidana kasus korupsi. Menurut
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti 20 kabupaten/kota di Sumatera Utara pada Senin, 14 September 20
PERISTIWA
BENGKULU Polisi melakukan pencocokan DNA jasad pria yang ditemukan di Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu, dengan sampel keluarga lima jurn
PERISTIWA
JAKARTA Purbaya Yudhi Sadewa masih mengikuti rapat bersama Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI pada Senin siang, 14 September 2026, sebelum
NASIONAL
BINJAI Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Binjai dan Rumah Sakit (RS) Silvani Binjai resmi menjalin kerja sama untuk meningkatkan p
KESEHATAN
JAKARTA Pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara dinilai bukan sekadar pergantian pejabat dalam Kabi
EKONOMI
LABUHANBATU SELATAN Seorang pria berinisial RSS (30) ditemukan tewas di rumah kontrakannya di Desa Aek Batu, Kecamatan Torgamba, Kabupat
PERISTIWA
DELI SERDANG Sebuah video yang menarasikan atap Stadion Utama Sumatera Utara di Kabupaten Deli Serdang rusak dan dibiarkan beredar di me
OLAHRAGA
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengungkapkan Pemerintah Kota Medan telah menjalankan tes urine secara rutin terhadap kep
HUKUM DAN KRIMINAL