BREAKING NEWS
Jumat, 18 September 2026

Satpam Diduga Dipukul Saat Massa Terobos Pagar Saat Demo, Begini Penjelasan Disdik Sumut

Abyadi Siregar - Jumat, 18 September 2026 15:54 WIB
Satpam Diduga Dipukul Saat Massa Terobos Pagar Saat Demo, Begini Penjelasan Disdik Sumut
Demonstrasi di depan Kantor Disdik Sumut, Jumat, 18 September 2026. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN — Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah pendemo diduga melakukan penganiayaan terhadap petugas keamanan atau satpam di Kantor Dinas Pendidikan Sumatera Utara (Disdik Sumut) viral di media sosial.

Disdik Sumut kemudian memberikan penjelasan mengenai peristiwa tersebut.

Dalam video yang beredar dan dilihat pada Jumat, 18 September 2026, tampak sekelompok orang melakukan demonstrasi di depan Kantor Disdik Sumut.

Baca Juga:

Sejumlah pendemo terlihat berusaha masuk ke halaman kantor dengan melompati pagar.

Aksi saling dorong kemudian terjadi antara massa dan petugas keamanan.

Massa akhirnya berhasil masuk ke halaman kantor setelah salah seorang pendemo terjatuh.

Tidak lama kemudian, sejumlah pendemo terlihat masuk ke dalam gedung Disdik Sumut.

Dalam video tersebut, terlihat seorang pria berseragam satpam dipukul oleh massa.

Setelah kejadian itu, para pendemo terlihat meninggalkan Kantor Disdik Sumut.

Kepala Bidang Pembinaan SMK Disdik Sumut, M Basir Hasibuan, mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Rabu sore, 16 September 2026.

Menurut dia, para pendemo datang untuk meminta bertemu dengan Kepala Dinas Pendidikan Sumut Alexander Sinulingga.

Basir mengatakan massa telah dua kali mendatangi Kantor Disdik Sumut dengan tuntutan yang berbeda.

Salah satu persoalan yang mereka soroti berkaitan dengan dugaan pungutan di sejumlah sekolah.

"Mereka dua kali datang, tuntutannya ganti-ganti, tapi tuntutan mengenai SMA N 1 Medan katanya ada di situ pungli SPP, SMA N 2, mereka intinya mau ketemu Pak Kadis, Pak Kadis kan rapat di Kantor Gubernur acara dengan KPK itu," kata M Basir Hasibuan, Jumat (18/9/2026).

Menurut Basir, para pendemo kemudian memaksa masuk ke dalam area kantor.

Petugas keamanan berupaya mencegah massa masuk sehingga terjadi aksi saling dorong.

"Mereka maksa masuk ke dalam, kan demo kan nggak boleh di dalam. Mereka lompat pagar, itulah seperti yang di video itu. Satpam kita dorong supaya tidak masuk, orang itu melompat untuk masuk, itulah terjadi," ucapnya.

Basir mengatakan dua petugas keamanan Disdik Sumut dipukul setelah massa berhasil masuk ke dalam kantor.

Ia juga membantah jika petugas keamanan terlebih dahulu melakukan pemukulan terhadap pendemo seperti yang disebut massa.

"Satpam kita dipukuli mereka beringas di situ, Satpam kita ada dua orang yang dipukul. Mereka juga bilang kalau mereka dipukul, tapi kalau di video itu kan jelas mereka yang mukul pakai kayu, mencekik komandan Satpam," ujarnya.

Basir mengaku sempat berdebat dengan massa karena mereka hendak melakukan sweeping ke dalam kantor.

Ia melarang tindakan tersebut karena lokasi merupakan kantor pemerintahan.

"Saya pun kenapa berdebat dengan mereka karena mereka mau sweeping ke dalam, nggak saya kasih lah, ini kan kantor pemerintah. Saya bilang kalau memang ada masalah dengan kalian bilang itu pemukulan ya laporkan aja ke polisi, ini ada juga polisi saksinya, nggak mau orang itu," tuturnya.

Basir menyatakan pihaknya meminta persoalan dugaan pemukulan dilaporkan melalui jalur hukum.

Namun, menurut dia, para pendemo tidak bersedia membuat laporan kepada polisi saat itu.* (d/ad)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Tren Childfree Mulai Marak di Perkotaan Sumut, Pemprov dan BKKBN Langsung Pasang Badan Lewat PUSPAGA dan TAMASYA
Gubernur Blusukan ke Pulau Terpencil, Administrasi Tetap Beres Berkat SIMANTAP dan Tanda Tangan Elektronik
Setelah Beberapa Hari Berselimut Asap, Langit Sumut Kembali Bersih hingga Siang Ini
Klaim 33 Tahun Mengabdi Tanpa Cacat, Eks Jampidsus Febrie Heran Tiba-tiba Jadi Tersangka Pemerasan
Legitimasi Merosot Imbas Sentimen Anti-Kritik, SMRC: Jika Pemilu Digelar Hari Ini, Prabowo Tak Akan Terpilih
Kampanye Anti-Mubazir Turun ke Tanjungbalai, Kahiyang Ayu Ajak Emak-emak PKK 'Perangi' Kebiasaan Buang Makanan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru