BREAKING NEWS
Kamis, 24 September 2026

Kasus Keracunan MBG di Batang Tembus 411 Orang, 50 Balita Terdampak Usai Makanan Dibawa Pulang

Adelia Syafitri - Kamis, 24 September 2026 17:29 WIB
Kasus Keracunan MBG di Batang Tembus 411 Orang, 50 Balita Terdampak Usai Makanan Dibawa Pulang
Korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, mencapai 300 orang hingga Kamis (24/9/2026). (Foto: Dok Polres Batang)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BATANG - Jumlah warga yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, bertambah menjadi 411 orang. Korban berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari balita, anak sekolah hingga orang tua.

Data tersebut disampaikan Bupati Batang M Faiz Kurniawan pada Kamis (24/9/2026). Dari total 411 korban, sebanyak 50 orang merupakan balita, 141 anak usia sekolah, dan 220 orang tua yang disebut mengonsumsi makanan MBG yang dibawa pulang oleh penerima manfaat.

Faiz mengatakan sebagian korban telah mendapat penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan. Sebanyak 119 orang disebut telah dirujuk, 20 orang menjalani perawatan di Puskesmas Bawang, sedangkan 272 lainnya menjalani rawat jalan.

Baca Juga:

"Yang pertama adalah make sure apa yang terjadi, sehingga bisa menimpa lebih dari 411 korban," kata Faiz saat meninjau dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bawang, Kamis siang.

Sebagian pasien yang sebelumnya menjalani perawatan juga telah diperbolehkan kembali ke rumah setelah kondisinya membaik.

Faiz mengatakan pemerintah belum ingin terburu-buru menyimpulkan penyebab kejadian tersebut. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh terhadap seluruh tahapan penyediaan makanan, mulai dari bahan diterima, proses pengolahan hingga makanan didistribusikan kepada penerima manfaat.

"Kita harus make sure betul apa yang sebenarnya terjadi dari step processing-nya, dari step proses ketika barang datang, kemudian processing, kemudian sampai ter-deliver, mobilisasi ke para penerima manfaat MBG tersebut," ujarnya.

Meski sebagian pasien telah pulang, sejumlah anak masih menjalani perawatan. Mereka disebut mengalami gejala seperti lemas, muntah dan diare.

"Banyak sekali anak-anak kecil yang kemudian diinfus, kondisinya masih lemas, kemudian masih muntah, diare, dan lain-lain," kata Faiz.

Menurut Faiz, pemerintah akan memprioritaskan penanganan kesehatan para korban dan mencari tahu tahapan yang diduga menjadi sumber persoalan tersebut.

Sementara itu, Kepala KPPG Semarang BGN, Hadiriajaya, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan langsung terhadap dapur SPPG Bawang yang memasok makanan MBG.

Pemeriksaan meliputi kondisi bangunan, tata letak dapur hingga rekaman kamera pengawas atau CCTV.

Hadiriajaya mengatakan salah satu hal yang masih perlu didalami adalah bagaimana makanan MBG dapat dikonsumsi oleh masyarakat yang bukan penerima manfaat.

"Ini mungkin perlu kami dalami lagi karena memang ada kemungkinan makanan ini, MBG ini, dibawa pulang oleh orang tua dari penerima manfaat yang tidak seharusnya menerima MBG," katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperiksa karena korban tidak hanya berasal dari kelompok penerima manfaat program MBG. Korban tercatat terdiri dari balita, anak-anak hingga orang dewasa.

"Nah, ini dari jumlah korban yang terdampak ini cukup banyak, mulai dari balita, anak-anak, dan juga ada usia yang bukan penerima manfaat," ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Batang dan BGN masih melakukan penanganan terhadap korban sekaligus investigasi untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut. BGN menyatakan penanganan terhadap penerima manfaat dan penyelidikan atas insiden tersebut terus dilakukan.

Hingga Kamis, Dinas Kesehatan Batang juga menyatakan kondisi pasien yang dirawat terus dipantau dan tidak ada laporan korban meninggal dunia akibat kejadian tersebut.* (tm/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
2 Kali Masuk PICU Hingga Dinding Lambung Retak, Siswi Korban Keracunan MBG Karo Masih Trauma
Dugaan Keracunan MBG di Batang, Korban Capai 300 Orang dari Bayi hingga Lansia
Hari Anak Nasional ke-42, Bupati Batu Bara: Anak Harus Dididik Jadi Generasi Cerdas, Berakhlak dan Berdaya Saing
Ganti Baju di Sekolah usai Seberangi Sungai 1 Km, Siswa Nias Selatan: Jalan Lebih Penting daripada MBG
Sapu Bersih Dapur Kotor dan Tak Layak, BGN Suspend Rata-Rata 30 Pengelola MBG Setiap Hari
Alami Nyeri Perut Parah Buntut Keracunan MBG, Siswi SMK Karo Dilarikan ke RSU Haji Medan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru