BREAKING NEWS
Rabu, 14 Oktober 2026

63 Siswa SD dan SMA di Konawe Selatan Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Dharma - Rabu, 14 Oktober 2026 20:30 WIB
63 Siswa SD dan SMA di Konawe Selatan Diduga Keracunan Usai Santap MBG
Sebanyak 63 siswa di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi MBG, di Puskesmas Angata pada Rabu, 14 Oktober 2026. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

KONAWE SELATAN – Sebanyak 63 siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah atas (SMA) di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Para siswa mengeluhkan sakit perut dan mual hingga harus mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Angata pada Rabu, 14 Oktober 2026.

Baca Juga:
Puluhan siswa tersebut terdiri atas 27 siswa dari SD Negeri 1 Angata, SD Negeri 2 Angata, dan SD Negeri 4 Angata, serta 36 siswa SMAN 10 Konawe Selatan.

Keluhan kesehatan mulai dirasakan setelah mereka menyantap menu MBG pada Selasa, 13 Oktober 2026.

Gejala dilaporkan semakin parah pada keesokan harinya.Kepala SMAN 10 Konawe Selatan, Liy, membenarkan sejumlah siswanya mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut.

Menurut dia, para siswa mulai mengeluhkan sakit perut dan mual sejak Selasa.

"Informasinya, setelah menyantap MBG kemarin para siswa mulai merasakan sakit perut dan mual, puncaknya hari ini," ujar Liy, Rabu (14/10/2026).

Sejumlah siswa kemudian dibawa ke Puskesmas Angata untuk mendapatkan pertolongan medis. Dalam video yang beredar, beberapa siswa terlihat kesakitan.

Ada pula siswa yang dilaporkan pingsan, sementara siswa lainnya menangis histeris saat menjalani penanganan.

Liy mengatakan, siswa yang mengalami keluhan kesehatan tidak hanya berasal dari SMAN 10 Konawe Selatan, tetapi juga dari sejumlah sekolah dasar di wilayah Angata.

Banyaknya siswa yang membutuhkan perawatan membuat kapasitas Puskesmas Angata dilaporkan penuh.

"Bukan hanya anak SMA, anak SD juga banyak yang masuk. Sekarang sudah full ini Puskesmas," katanya.

Kapolres Konawe Selatan, AKBP Daeng Riandika Mahardani, mengatakan kepolisian telah menerjunkan personel untuk memeriksa kejadian tersebut.

Polisi juga memastikan terdapat 27 siswa SD dan 36 siswa SMA yang mendapatkan penanganan di Puskesmas Angata.

Baca Juga:

"Sudah ditangani anggota, ada 27 orang siswa SD dan 36 orang siswa SMA di Puskesmas," kata Daeng Riandika.Menurut Daeng Riandika, makanan yang dikonsumsi para siswa berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Angata, Konawe Selatan.

Namun, penyebab pasti keluhan kesehatan tersebut masih dalam penyelidikan.

"Masih diperiksa anggota, karena sudah sehari kejadiannya," ujarnya.

Hingga Rabu siang, belum ada hasil pemeriksaan yang memastikan bahwa gangguan kesehatan yang dialami 63 siswa tersebut disebabkan oleh makanan dari program MBG.

Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui apakah kejadian tersebut berkaitan dengan menu yang dibagikan pada Selasa, 13 Oktober 2026, atau disebabkan faktor lain.

Keterangan resmi dari Dinas Kesehatan Konawe Selatan dan pihak SPPG Angata juga belum diperoleh.

Hasil pemeriksaan medis serta penelusuran terhadap makanan yang dibagikan akan menjadi bagian penting untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.* (it/ad)

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
232 SPPG Diresmikan di Sumut, Wagub Surya Minta Program MBG Menjangkau Wilayah 3T
Bupati Asahan Evaluasi Program MBG, 81 SPPG Diminta Jaga Kualitas dan Keamanan Makanan
DUGAAN SKANDAL MARK-UP MBG: SPPG Tembung 3 Belanja Bahan Baku Harian di Dua Usaha Dagang
Kirimkan Hak Jawab, Ini Penjelasan Kepala SPPG Medan Tembung 3
BGN Perketat Pendataan MBG, Jatah Ompreng Bisa Berkurang Jika Data Siswa Tidak Lengkap
Wakapolda Aceh Sambut Kepala BGN Sudaryono, Tinjau Program MBG dan Lantik Pengurus HKTI Aceh
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru