BREAKING NEWS
Kamis, 15 Oktober 2026

Prabowo Sempat Kaget Karhutla Tersisa 639 Hektare, Kepala BNPB Baru Bakal Cek Ulang

Abyadi Siregar - Kamis, 15 Oktober 2026 17:59 WIB
Prabowo Sempat Kaget Karhutla Tersisa 639 Hektare, Kepala BNPB Baru Bakal Cek Ulang
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang baru, Letjen Kristomei Sianturi. (foto: Setpres/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang baru, Letjen Kristomei Sianturi, akan memeriksa ulang laporan luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang disebut tersisa 639,23 hektare.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kesesuaian data dengan kondisi kebakaran di lapangan, di tengah kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah Indonesia.

Kristomei mengatakan, pengecekan akan dilakukan setelah dirinya mengonsolidasikan internal BNPB.

Baca Juga:

Ia menyebut data dari sistem pemantauan kebakaran, termasuk SiPongi dan citra satelit NASA, akan menjadi bahan untuk memeriksa kembali luas lahan yang terbakar.

"Pasti (diperiksa ulang) dong. Tadi kan saya bilang, saya konsolidasi internal dulu. Saya cek dulu data fakta yang ada saat ini dengan berdasarkan satelit, bisa SiPongi, kan ada tuh," ujar Kristomei, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Ia menambahkan, hasil pemantauan satelit NASA juga akan diperiksa untuk mengetahui perkiraan luas kebakaran dan dampaknya.

"Kemudian, hasil pantauan NASA juga berapa sih luasan yang sebenarnya itu? Kan itu bisa dihitung gitu loh. Dan dampaknya apa? Gitu," sambung dia.

Kristomei berjanji akan mengumumkan hasil penghitungan ulang luas karhutla setelah proses pemeriksaan dilakukan.

Namun, ia menegaskan bahwa prioritas utama penanganan bencana adalah mencegah jatuhnya korban jiwa.

"Akan diumumkan. Dan gini, yang paling penting adalah jangan sampai ada korban lagi. Itu dulu yang pertama. Ya, jadi untuk apa pun kebakarannya, bencananya, yang paling utama kita kerjakan, jangan ada korban jiwa. Itu loh," imbuh Kristomei.

Pemeriksaan ulang ini dilakukan setelah Kepala BNPB sebelumnya, Letjen Suharyanto, melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa luas karhutla yang masih ditangani petugas di enam provinsi mencapai 639,23 hektare.

Laporan tersebut disampaikan Suharyanto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (12/10/2026).

Enam provinsi yang menjadi prioritas penanganan adalah Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, dan Riau.

Wilayah-wilayah tersebut menjadi perhatian, terutama karena adanya lahan gambut yang rentan terbakar.

"Untuk hari ini, yang terbakar yang masih ditangani oleh satgas di lapangan jumlahnya adalah 639,23 hektar. Yang terbesar memang terjadi di Kalimantan Tengah. Kenapa paling besar? Karena baru saja ditemukan kebakaran baru di Taman Nasional Tanjung Puting, Kabupaten Kotawaringin Barat dan Seruyan," ujar Suharyanto, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/10/2026).

Ia menyebut kebakaran di Kalimantan Tengah mencapai 513,89 hektare.

Meski sebagian area yang terbakar merupakan lahan mineral, penanganannya tetap menjadi prioritas.

Pangdam Kalimantan Tengah disebut telah memimpin langsung penanganan di lapangan, dengan tambahan personel dan peralatan untuk operasi darat.

Suharyanto juga menjelaskan bahwa operasi pemadaman dari udara menghadapi kendala akibat jarak pandang yang rendah.

Kondisi tersebut membuat helikopter untuk pengeboman air (water bombing), operasi modifikasi cuaca, dan sejumlah penerbangan lainnya tidak dapat beroperasi di beberapa wilayah.

"Dan di Kalimantan Tengah ini, operasi-operasi udara, baik heli water bombing, operasi modifikasi cuaca maupun pesawat komersial sementara tidak dapat terbang karena visibility yang rendah," kata Suharyanto.

Menurut Suharyanto, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan masih menghadapi kondisi karhutla yang cukup berat.

Petugas juga mengerahkan helikopter untuk menjangkau lokasi kebakaran yang sulit diakses melalui jalur darat, termasuk Taman Nasional Way Kambas, Tanjung Puting di Pangkalan Bun, dan Halmahera Timur di Maluku Utara.

Untuk Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan, petugas lebih berfokus pada operasi darat ketika kondisi cuaca dan jarak pandang belum memungkinkan penerbangan.

"Untuk Sumatera Selatan baru hari ini bisa terbang. Dan nanti kami akan padukan dengan operasi modifikasi cuaca, kami tambah armadanya. Kalimantan Tengah menggunakan 4 pesawat, dan Sumatera Selatan menggunakan 2 pesawat dari Pangkal Pinang," papar Suharyanto.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meminta konfirmasi langsung kepada Suharyanto mengenai laporan bahwa luas karhutla yang masih harus dipadamkan di enam provinsi hanya 639,23 hektare.

Prabowo mengaku semula memperkirakan luas kebakaran masih mencapai ratusan ribu hektare atau setidaknya puluhan ribu hektare.

"Kepala BNPB, saya mau rekonfirmasi ya. Jadi, kondisi sekarang, total di 6 provinsi yang masih, masih harus dipadamkan berarti masih terbakar ya, adalah 639,23 hektar. Apa benar itu?" tanya Prabowo.

"Betul, Bapak Presiden," jawab Suharyanto.

"Tadinya saya mengira masih ratusan ribu, masih puluhan ribu, ternyata sudah jauh ya," kata Prabowo.

"Alam kita berat. Tapi dari ratusan ribu beberapa minggu lalu, kita sekarang di bawah 1.000. Saya kira ini kalau enggak kita turun tangan secara besar-besaran, enggak, enggak bisa. Apalagi nanti kita mau adakan mitigasi kan ke depan," lanjut dia.

Suharyanto juga berharap hujan alami segera turun sesuai prakiraan BMKG, sehingga dapat membantu mengurangi kebakaran.

Ia menyatakan pemerintah akan terus mengerahkan kemampuan yang tersedia untuk menangani karhutla sebelum musim hujan membantu memperbaiki kondisi.

Kini, Kristomei akan meninjau kembali data tersebut dengan membandingkannya terhadap hasil pemantauan satelit dan data pendukung lainnya.

Hasil pemeriksaan diharapkan memberikan gambaran lebih jelas mengenai luas kebakaran yang masih berlangsung serta dampaknya terhadap masyarakat.* (km/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, Upacara HUT ke-27 Tanjabtim Resmi Dibatalkan
Prabowo Lantik Dua Wakil Menteri Pertahanan Baru, Ini Pembagian Tugas Yusuf Jauhari dan Richard Tampubolon
“Yok Pakai Masker!” Edi Bahagia Ingatkan Warga Langkat Waspadai Kabut Asap
Prabowo Lantik Maruli Simanjuntak Jadi Wakil Panglima TNI, Tandyo Budi Revita Jadi KSAD
Prabowo Reshuffle Kabinet Lagi, Kristomei Sianturi Dilantik Jadi Kepala BNPB
Eksplorasi Migas Dimulai di Mangkupadi, Pertamina Siapkan Pengeboran Sumur Tingkilan-001
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru