BREAKING NEWS
Kamis, 15 Oktober 2026

144 Siswa Diduga Keracunan Usai Santap MBG di Konawe Selatan, Satu Siswi Dirujuk ke RSUD

Adelia Syafitri - Kamis, 15 Oktober 2026 18:14 WIB
144 Siswa Diduga Keracunan Usai Santap MBG di Konawe Selatan, Satu Siswi Dirujuk ke RSUD
Sebanyak 144 siswa di Kabupaten Konsel, Sulawesi Tenggara, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi MBG dibawa ke Puskesmas Motaha pada Rabu, 14 Oktober 2026. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

KONAWE SELATAN — Sebanyak 144 siswa di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Hingga Kamis, 15 Oktober 2026, enam siswa masih menjalani perawatan di Puskesmas Motaha, Kecamatan Angata.

Satu siswa lainnya telah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Konawe Selatan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Baca Juga:

Kepala Puskesmas Motaha, Sunding Tehangga, mengatakan enam siswa yang masih dirawat tersebut berasal dari SMAN 10 Konawe Selatan.

Sementara itu, siswa lain yang sebelumnya menjalani perawatan telah diperbolehkan pulang, meski sebagian masih menjalani perawatan jalan di rumah.

"Sekarang di puskesmas enam orang yang masih dirawat ini merupakan siswa SMAN 10 Konsel, sementara siswa lainnya sudah diperbolehkan pulang. Sebagian dari mereka dirawat jalan di rumah masing-masing," kata Sunding, Kamis (15/10/2026).

Sunding menjelaskan, total 144 orang yang mendapatkan penanganan medis terdiri atas 58 siswa SMAN 10 Konawe Selatan, empat siswa SMP 17 Konawe Selatan, satu balita berusia tiga tahun, serta siswa sekolah dasar (SD).

Ada empat SD yang siswanya mengalami gejala serupa, yakni SDN 3 Angata, SDN 1 Angata, SDN 12 Angata, dan SDN 4 Angata.

Menurut Sunding, banyaknya pasien yang datang dalam rentang waktu berdekatan membuat petugas kesehatan harus bekerja ekstra.

Para siswa mulai berdatangan ke Puskesmas Motaha pada Rabu, 14 Oktober 2026, sekitar pukul 09.00 hingga 14.00 Wita.

"Lebih kepada puncak kurvala, ia masuk kategori kejadian luar biasa karena para siswa berdatangan tidak putus dalam waktu yang hampir bersamaan. Mereka mulai datang pukul 09.00 sampai pukul 14.00 Wita kemarin," ujarnya.

Ia mengatakan, penanganan para siswa juga dibantu dokter dan tenaga medis dari dua puskesmas terdekat.

"Kami juga dibantu dokter dari Puskesmas Mowila dan Puskesmas Benua, perawat kami juga kewalahan kemarin," terangnya.

Sunding menyebut para siswa mengalami sejumlah keluhan, antara lain pusing, mual, dan diare setelah menyantap MBG.

Namun, ia belum dapat memastikan penyebab gangguan kesehatan tersebut karena pemeriksaan sampel makanan masih berlangsung.

"Yang kami tahu mereka alami pusing, mual, diare setelah makan MBG. Ada yang bilang penyebabnya karena menu ayam, kami tidak bisa menyampaikan karena bukan kewenangan dan itu perlu pemeriksaan sampel di laboratorium," tegasnya.

Sampel makanan yang dikonsumsi para siswa telah diambil oleh tim Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Badan Gizi Nasional (BGN), serta kepolisian untuk diperiksa lebih lanjut.

Kepala SMAN 10 Konawe Selatan, Liy, mengatakan terdapat 58 siswanya yang mengalami gejala diduga keracunan.

Hingga Rabu, 14 Oktober 2026, sebanyak 52 siswa telah diperbolehkan pulang.

"Siswa saya yang terdata mengalami gejala keracunan ada 58 orang, di luar data guru. Sampai Rabu kemarin sebanyak 52 orang sudah kembali ke rumah masing-masing," ujar Liy, Kamis (15/10/2026).

Liy juga menjelaskan bahwa satu siswinya harus dirujuk ke RSUD Konawe Selatan setelah mengalami kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

"Penyebab pastinya dirujuk adalah kewenangan pihak puskesmas untuk menjawab. Namun, tadi malam siswi tersebut sempat mengalami kejang-kejang dan harus dibantu dengan tabung oksigen, sehingga perawat memutuskan untuk merujuknya ke RSUD," ujarnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Selatan, Yuyun Nirwana Subair, membenarkan bahwa sebanyak 144 orang telah mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Motaha.

Menurut Yuyun, seorang pasien dari SMAN 10 Konawe Selatan berinisial CB sempat menjalani observasi di Puskesmas Mowila sebelum dirujuk ke RSUD Konawe Selatan.

Dinas Kesehatan, kata dia, telah menambah dukungan tenaga medis untuk menangani para siswa yang mengalami gejala tersebut.

Penanganan melibatkan tenaga perawat dan dokter dari empat puskesmas serta rumah sakit.

Adapun pemeriksaan terhadap penyedia makanan dalam program MBG, yakni Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Puao, bukan merupakan kewenangan Dinas Kesehatan. Investigasi saat ini dilakukan oleh BGN Provinsi Sulawesi Tenggara, BPOM, dan kepolisian.

"Untuk SPPG ranahnya BGN, untuk Dinas Kesehatan kita sudah maksimalkan dengan menambah tenaga perawat dan dokter 4 Puskesmas serta rumah sakit," tambah Yuyun.

Kasus dugaan keracunan tersebut mulai terungkap setelah sejumlah siswa mengeluhkan sakit perut seusai mengonsumsi MBG yang disajikan pada Selasa, 13 Oktober 2026.

Keluhan berlanjut hingga malam hari dan masih dirasakan sebagian siswa ketika kembali ke sekolah pada Rabu, 14 Oktober 2026.

Kondisi itu kemudian membuat para siswa dari sejumlah sekolah di Kecamatan Angata dibawa ke Puskesmas Motaha untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.

Hingga Kamis, 15 Oktober 2026, penyebab pasti kejadian tersebut belum diketahui.

Hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan dan investigasi pihak berwenang diperlukan untuk memastikan apakah gejala yang dialami para siswa berkaitan dengan makanan MBG yang dikonsumsi.* (km/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
AKHIRNYA! KPPG Medan Janji Dalami Skandal Mark-Up & 2 UD Fiktif di SPPG Tembung 3 - Yayasan Atifa Maju Mandiri Bakal Dipanggil!
TERBONGKAR! Alamat 2 UD Pemasok SPPG Tembung 3 FIKTIF, Warga & Kepling Kompak: Tidak Ada UD Itu di Sini!
Kasus Keracunan MBG di Sumut Naik Empat Kali Lipat, Ombudsman Desak BGN Evaluasi Pengawasan
63 Siswa SD dan SMA di Konawe Selatan Diduga Keracunan Usai Santap MBG
232 SPPG Diresmikan di Sumut, Wagub Surya Minta Program MBG Menjangkau Wilayah 3T
Bupati Asahan Evaluasi Program MBG, 81 SPPG Diminta Jaga Kualitas dan Keamanan Makanan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru