BREAKING NEWS
Jumat, 23 Oktober 2026

395 Orang Diduga Keracunan Usai Konsumsi MBG di Cirebon, 218 Masih Dirawat

Administrator - Jumat, 23 Oktober 2026 11:55 WIB
395 Orang Diduga Keracunan Usai Konsumsi MBG di Cirebon, 218 Masih Dirawat
Sebanyak 395 orang keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di Kota Cirebon, Jawa Barat, pada Selasa, 20 Oktober 2026. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

CIREBON — Sebanyak 395 orang mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan konsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Cirebon, Jawa Barat.

Hingga Kamis, 22 Oktober 2026, pukul 14.00 WIB, sebanyak 218 orang masih menjalani rawat inap di sejumlah rumah sakit dan puskesmas.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, Siti Maria Listiawaty, mengatakan data tersebut merupakan hasil pendataan terhadap warga yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG.

Baca Juga:

Secara keseluruhan, makanan dalam program tersebut dikonsumsi sekitar 700 orang.

"Data per pukul 14.00 WIB tercatat ada 395 orang. Sebanyak 218 orang menjalani rawat inap, sedangkan 177 orang sisanya menjalani rawat jalan atau sudah dipulangkan," ujar Siti Maria dalam keteranganya, Jumat 23 Oktober.

Dari total 395 orang yang terdata, sebanyak 177 orang lainnya telah menjalani rawat jalan atau diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis.

Siti Maria mengatakan kondisi pasien yang masih dirawat relatif stabil.

Hingga pendataan dilakukan, tidak ada pasien yang dilaporkan mengalami kondisi serius hingga membutuhkan perawatan di ruang intensif.

"Alhamdulillah, tidak ada pasien yang kondisinya sampai serius hingga membutuhkan ruang intensif. Rata-rata pasien mengalami keluhan diare dan masih memerlukan ruang perawatan biasa," katanya.

Berdasarkan pendataan Dinas Kesehatan, para korban tersebar di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan.

Kelompok usia taman kanak-kanak (TK) tercatat memiliki proporsi kasus tertinggi dalam kejadian tersebut.

Meski demikian, penyebab pasti munculnya gejala pada ratusan orang tersebut masih ditelusuri.

Dugaan keracunan makanan belum dapat dipastikan sebelum hasil pemeriksaan laboratorium dan penyelidikan medis selesai.

Dinas Kesehatan Kota Cirebon masih memantau kondisi para pasien serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah berkonsultasi dengan dokter spesialis mikrobiologi klinik mengenai kemungkinan penyebab infeksi dan masa inkubasi penyakit.

Masa inkubasi merupakan rentang waktu antara seseorang terpapar penyebab penyakit dan munculnya gejala.

Rentang waktu ini dapat berbeda, bergantung pada jenis mikroorganisme yang menjadi penyebab.

"Kami sedang berkonsultasi mengenai sampai jam atau hari ke berapa gejala masih bisa dianggap sebagai akibat dari konsumsi makanan MBG. Sebab, masing-masing kuman memiliki karakteristik waktu inkubasi," jelasnya.

Menurut Siti Maria, respons tubuh setiap orang terhadap paparan makanan yang diduga terkontaminasi juga dapat berbeda.

Karena itu, pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui penyebab gangguan kesehatan tersebut.

Hingga Kamis siang, Dinas Kesehatan bersama instansi terkait masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Hasil pemeriksaan diharapkan dapat mengidentifikasi penyebab kejadian sekaligus menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.

Peristiwa ini menjadi perhatian terhadap pentingnya pengawasan keamanan pangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis, mulai dari pengolahan hingga makanan dikonsumsi penerima manfaat.

Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan sumber gangguan kesehatan serta mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.
* (vo/ad)

Editor
: Mass Arie
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Perkuat 'Link and Match' Kampus-Industri, Mahasiswa Magister USK Pelajari Sistem K3 di PT PIM
Kena Kendala Server Kemenkes, Pemprov Sumut Tetap Genjot Cek Kesehatan Gratis untuk Jutaan Warga
Puluhan Ribu Kasus TBC di Sumut Belum Ditemukan, Dinkes Gandeng Kader PKK
Ketinggalan Asap Karhutla Hantui Medan, Mahasiswa GMKI Turun ke Jalan Bagikan 400 Masker Gratis
Kabut Asap Picu Kekhawatiran Warga, Pemkab Simalungun Turun Tangan Periksa Kualitas Udara
Peserta Unjuk Rasa di Kantor Gubernur Aceh Terjatuh Lemas, Biddokkes Polda Aceh Turun Tangan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru
Habis Asap Terbitlah Sawit

Habis Asap Terbitlah Sawit

OlehYogen SogenKETIKA lahan bekas kebakaran segera ditanami sawit, penegakan hukum harus menelusuri bukan hanya siapa pelaku yang membakar,

OPINI