Konflik agraria juga masih menjadi persoalan besar di Indonesia.
SPI mencatat hingga tahun 2025, terdapat 118.762 kepala keluarga yang terdampak konflik agraria dengan total luasan sengketa mencapai 537.062 hektare. Konflik ini terjadi di berbagai daerah dan melibatkan sejumlah pihak, termasuk dinas kehutanan, Perum Perhutani, perusahaan perkebunan dan pertambangan, serta institusi militer seperti TNI AU.
Wakil Ketua Umum SPI, Agus Ruli Ardiansyah, mengumumkan bahwa pihaknya akan menggelar aksi nasional pada Hari Tani Nasional, 24 September 2025, di sejumlah lokasi strategis seperti DPR RI, Istana Negara, Kementerian ATR/BPN, dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Selain itu, aksi serupa juga akan dilakukan di 30 provinsi.
"Selain di Jakarta, anggota SPI di seluruh Indonesia akan melakukan demonstrasi dan mobilisasi untuk mendesak pelaksanaan reformaagraria secara nasional dan daerah," kata Agus.Dalam peringatan HTN tahun ini, SPI menyampaikan sejumlah tuntutan, antara lain:
- Penyelesaian konflik agraria yang dialami anggota SPI dan petani Indonesia secara umum.