BREAKING NEWS
Selasa, 24 Februari 2026

89 Ribu Hektare Sawah Aceh Rusak, Kementan Gelontorkan Rp75 Miliar untuk Rekonstruksi Pertanian Pascabencana

T.Jamaluddin - Senin, 22 Desember 2025 21:13 WIB
89 Ribu Hektare Sawah Aceh Rusak, Kementan Gelontorkan Rp75 Miliar untuk Rekonstruksi Pertanian Pascabencana
Mentan RI, Amran Sulaiman dan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, usai pertemuan di kediaman Mentan di Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (22/12). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Amran Sulaiman, menegaskan komitmen pemerintah untuk segera memulihkan sawah dan sektor pertanian di Aceh yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor.

Pernyataan itu disampaikan dalam pertemuan dengan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, di kediaman Mentan di Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (22/12).

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Mualem menyampaikan apresiasi atas bantuan yang telah diberikan pemerintah pusat, terutama dalam pemenuhan kebutuhan pangan pascabencana.

Baca Juga:

"Alhamdulillah, bantuan tersebut telah diterima masyarakat dan sangat membantu di tengah kondisi sulit," ujar Mualem.

Data pemerintah menunjukkan sekitar 89 ribu hektare sawah di Aceh terdampak banjir bandang, sehingga pemerintah diminta segera menyalurkan bantuan dan melakukan perbaikan untuk memulihkan aktivitas pertanian masyarakat.


Selain itu, Gubernur juga meminta dukungan lanjutan berupa pangan, obat-obatan, selimut, dan perlengkapan sekolah bagi anak-anak terdampak bencana.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Amran menegaskan Kementerian Pertanian akan memastikan bantuan terus mengalir, termasuk beras, minyak goreng, alat dan mesin pertanian.

"Kami akan turun langsung ke lapangan mulai Januari untuk membantu pemulihan sawah, pendampingan petani kopi, dan rekonstruksi sektor pertanian," tegas Amran.

Selain itu, Mentan menyebutkan pemerintah telah menyalurkan 10 ribu ton bantuan pangan ke Aceh, serta mengalokasikan Rp75 miliar anggaran pemulihan untuk tiga provinsi terdampak, dengan sekitar dua pertiga dialokasikan khusus untuk Aceh.

Pemerintah berencana mengirim 10 unit alat mesin pertanian sesuai permintaan Gubernur Aceh pada Januari 2026 mendatang, sebagai bagian dari strategi pemulihan pascabanjir.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat untuk memastikan ketahanan pangan masyarakat terdampak bencana tetap terjaga, sekaligus mempercepat proses rekonstruksi pertanian Aceh.*

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kapolda Aceh dan Mendagri Pastikan Dapur Umum dan Sumur Bor Layani Warga Terdampak Banjir
Peduli Gizi Warga Binaan, Lapas Labuhan Ruku Berikan Susu Bagi Lansia dan Bayi
Bencana hidrometeorologis Tapanuli: Mengungkap Fakta Atau Mencari Kambing Hitam
Wali Nanggroe Aceh: Banjir Bandang Ibarat “Tsunami Kedua”, Kurangi Menanam Sawit!
YWBA Tutup Tahun Buku 2025 dengan Laba Rp454 Juta, Salurkan Bantuan ke Santri Dayah
WSI Aceh Turun Tangan, Bantu Korban Banjir Bandang Bireuen dan Bener Meriah
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru