Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat menghadiri panen raya dan pengumuman swasembada beras di Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Rabu (7/1/2026). (foto: tangkapan layar yt setpres)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
KARAWANG – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan telah melakukan pembenahan besar-besaran di internal Kementerian Pertanian (Kementan) dengan mencopot 192 pejabat dalam satu tahun terakhir, menyusul masalah tata kelola pupuk bersubsidi.
Pernyataan itu disampaikan Amran di hadapan Presiden Prabowo Subianto, saat menghadiri panen raya dan pengumuman swasembadaberas di Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Rabu (7/1/2026).
"Yang kami copot dari kementerian, Pak Presiden, 192 pejabat dalam satu tahun. Ada yang kami pecat, ada yang masuk penjara," kata Amran.
Menurutnya, langkah tegas ini bertujuan memberi peringatan agar seluruh pejabatKementan menjaga kinerja dan tidak bermain-main dalam pengelolaan pupuk bersubsidi yang menjadi hak petani.
Selain menindak pejabat internal, Amran juga menegaskan tindakan tegas terhadap distributor dan pengecer pupuk subsidi yang melanggar aturan harga eceran tertinggi (HET).
Ia menyebut telah mencabut izin operasional sekitar 2.300 distributor yang menjual pupuk di atas HET, meski pemerintah telah menurunkan besaran HET hingga 20 persen.
"Kita cabut izinnya. Begitu naik harga di atas HET, main-main, langsung cabut izin pada hari itu juga," ujar Amran.
Acara di Karawang tersebut juga menjadi momentum pengumuman resmi swasembadaberas Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia telah mencapai swasembadaberas per 31 Desember 2025, lebih cepat dari target awal pemerintah yang dijadwalkan empat tahun.
"Begitu lewat 31 Desember 2025, bangsa Indonesia sekarang sudah swasembadaberas. Tahun 2025 kita tidak impor beras sama sekali," kata Prabowo di Tennis Indoor Stadium Senayan, Jakarta, Senin (5/1/2026).
Selain pengumuman swasembadaberas, Prabowo juga menyerahkan penghargaan berupa Bintang Jasa Utama, Bintang Jasa Nararya, hingga Satyalancana Wira Karya kepada sejumlah tokoh yang berkontribusi dalam keberlangsungan sektor pangan.
Langkah tegas Amran di internal Kementan dan pasar pupuk subsidi diharapkan semakin memperkuat tata kelola pangan nasional dan memastikan hak petani terlindungi, selaras dengan target swasembadaberas yang telah dicapai.*