Tragedi Kebakaran Maut di Sidikalang: Bocah 4 Tahun Tewas Terjebak, Akses Sempit Hambat Damkar
SIDIKALANG Kebakaran terjadi di Jalan Sisingamangaraja, Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, Jumat (25/9/2026) siang. Seorang anak
PERISTIWA
JAKARTA – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut kelapa sawit sebagai 'tanaman ajaib' sempat menuai sorotan dan sindiran di media sosial.
Namun, seiring berjalannya waktu, istilah tersebut kini mulai menemukan maknanya dalam konteks ketahanan energi Indonesia.
Di tengah ketegangan geopolitik dan ketidakpastian energi global, sawit ternyata memberikan kontribusi signifikan terhadap ketahanan energi nasional.Baca Juga:
Seiring dengan eskalasi perang di Timur Tengah dan gangguan pada distribusi energi global, Indonesia semakin memandang kelapa sawit sebagai kunci dalam memastikan pasokan energi yang stabil.
Produksi biodiesel berbasis sawit nasional, yang sejak beberapa tahun lalu mengalami lonjakan signifikan, telah mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar fosil.
Data terbaru menunjukkan bahwa produksi biodiesel Indonesia mengalami peningkatan tajam dalam beberapa tahun terakhir.
Pada tahun 2020, produksi biodiesel berbasis sawit tercatat sekitar 8,4 juta kiloliter. Angka tersebut melonjak menjadi 20,1 juta kiloliter pada tahun 2026.
Peningkatan produksi biodiesel ini sejalan dengan berkurangnya impor solar, yang sebelumnya mencatatkan angka jutaan kiloliter per tahun.
Kini, impor solar tersebut hampir tidak lagi diperlukan.
Co-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi, menyebut perubahan tersebut sebagai sebuah bukti nyata bahwa kelapa sawit kini memainkan peran yang sangat strategis dalam sistem energi nasional.
"Hampir setengah kebutuhan solar Indonesia kini dipenuhi dari biodiesel berbasis sawit. Ini menunjukkan bahwa produksi dalam negeri sudah mampu menutupi seluruh kebutuhan energi nasional," ujar Fahmi.
Menurutnya, sawit kini tidak hanya dipandang sebagai komoditas perkebunan, tetapi juga sebagai "kebun energi" yang sangat penting.
Peningkatan produksi biodiesel dari kelapa sawit mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasokan energi luar negeri dan membantu menjaga stabilitas energi domestik.
Fahmi juga menyoroti bahwa dalam konteks ketahanan energi global yang semakin rentan, terutama di tengah ketegangan geopolitik yang melibatkan negara-negara besar seperti Iran, ketergantungan terhadap energi impor dapat memicu krisis pasokan dan lonjakan harga.
"Ketika jalur energi dunia terganggu, harga bisa melonjak dan negara yang bergantung pada impor akan sangat rentan. Kemampuan untuk memproduksi energi sendiri menjadi sangat berharga," tambahnya.
Dengan biodiesel berbasis sawit, Indonesia memiliki kapasitas untuk memproduksi energi secara mandiri.
Hal ini tidak hanya mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dari luar negeri, tetapi juga menghemat devisa negara sekaligus memperkuat ketahanan nasional.
Keberadaan biodiesel sawit menjadikan Indonesia lebih stabil jika terjadi krisis global besar atau potensi konflik dunia.
Menurut Fahmi, kelapa sawit kini telah menjadi lebih dari sekedar komoditas ekonomi.
Selain menjadi sumber penghidupan bagi jutaan petani, kelapa sawit juga berfungsi sebagai "tameng energi" bagi Indonesia.
Ia menyebut, peran kelapa sawit sebagai sumber energi strategis semakin penting mengingat situasi global yang penuh ketidakpastian.
"Selain menjadi sumber penghidupan jutaan petani, sawit juga menjadi tameng energi bagi Indonesia," ujar Fahmi, yang menilai bahwa sawit kini memiliki makna yang jauh lebih dalam dalam menjaga stabilitas energi dan ekonomi Indonesia.
Fahmi menambahkan bahwa kini, makna dari istilah "tanaman ajaib" yang pernah disampaikan Presiden Prabowo Subianto benar-benar terwujud dalam bentuk nyata.
Sawit bukan hanya tanaman penghasil minyak nabati, tetapi juga berperan penting dalam menjaga ketahanan energi nasional yang semakin dibutuhkan di tengah ancaman krisis energi global.
"Makna dari istilah 'tanaman ajaib' memang terasa lebih relevan sekarang. Sawit bukan hanya pilar ekonomi, tetapi juga penyelamat ketahanan energi Indonesia," kata Fahmi.*
(sn/ad)
SIDIKALANG Kebakaran terjadi di Jalan Sisingamangaraja, Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, Jumat (25/9/2026) siang. Seorang anak
PERISTIWA
MEDAN Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Dinkes Sumut) mendeteksi 27 kasus yang disebut sebagai super flu atau Influenza A melalui pemantauan
KESEHATAN
JAKARTA Pemerintah menyiapkan anggaran pendidikan sekitar Rp824 triliun pada 2027 di tengah pembahasan program sekolah gratis. Menteri Keu
PENDIDIKAN
JAKARTA Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan Jumat (25/9/2026). Rupiah naik 13 poin ata
EKONOMI
MEDAN Anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) dari Fraksi Partai Golkar, Dhody Thahir, mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Medan
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Rumah Aspirasi Pemilih Indonesia (RAPI) meminta Mahkamah Konstitusi (MK) tidak menerima permohonan yang mempersoalkan syarat penca
POLITIK
CIBINONG Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto bersama Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus
NASIONAL
JAKARTA Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Saldi Isra mempertanyakan perbedaan mekanisme Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam memeriksa persyarat
POLITIK
MEDAN Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Medan di Jalan Flamboyan II, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, masih kekuran
PENDIDIKAN
MEDAN Seorang bayi lakilaki yang diperkirakan baru berusia 12 hari ditemukan di atas etalase atau steling dagangan milik warga di Jalan
HUKUM DAN KRIMINAL