BREAKING NEWS
Jumat, 12 Juni 2026

Bobby Nasution Heran: Sumut Penghasil Sawit Terbesar, Tapi Masyarakat Masih Sulit Mendapatkan Minyak Goreng

Johan - Kamis, 11 Juni 2026 21:20 WIB
Bobby Nasution Heran: Sumut Penghasil Sawit Terbesar, Tapi Masyarakat Masih Sulit Mendapatkan Minyak Goreng
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dalam acara Pekan Inovasi dan Investasi Sumut di Kabupaten Simalungun, Kamis, 11 Juni 2026. (foto: Pemkab Taput)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SIMALUNGUN - Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyoroti ketimpangan distribusi minyak goreng di daerahnya, meski Sumatera Utara merupakan salah satu penghasil kelapa sawit dan crude palm oil (CPO) terbesar di Indonesia.

Ia mengaku heran karena di tengah besarnya produksi, masyarakat justru masih kesulitan mendapatkan minyak goreng dengan harga dan ketersediaan yang stabil.

"Sumatera Utara ini salah satu penghasil kelapa sawit dan CPO, tapi kadang-kadang nyari minyak makan susah," kata Bobby dalam acara Pekan Inovasi dan Investasi Sumut di Kabupaten Simalungun, Kamis, 11 Juni 2026.

Baca Juga:

Bobby menjelaskan, pemerintah daerah saat ini tengah mengkaji skema Domestic Market Obligation (DMO) Daerah atau kewajiban pemenuhan kebutuhan dalam wilayah penghasil.

Skema tersebut diharapkan dapat mendorong sebagian hasil CPO diolah menjadi minyak goreng untuk kebutuhan lokal.

Menurutnya, selama ini distribusi minyak goreng dari daerah penghasil justru lebih banyak mengalir ke Pulau Jawa dan wilayah Indonesia bagian timur karena faktor harga.

"DMO nasional 35 persen, tapi kebanyakan tidak kembali ke daerah penghasil. Akibatnya kita sebagai produsen justru kesulitan minyak goreng," ujarnya.

Dalam usulan yang masih bersifat wacana tersebut, Bobby menyebut sekitar 30 persen dari kewajiban DMO diharapkan bisa dialokasikan untuk kebutuhan daerah penghasil, seperti Sumatera Utara.

Namun, ia menegaskan skema itu tidak boleh melibatkan perusahaan yang memiliki afiliasi langsung dengan produksi dan pengolahan sawit.

Ia mencontohkan, jika perkebunan, pabrik kelapa sawit, hingga refinery berada dalam satu kelompok usaha, maka distribusi DMO tidak boleh dikelola dalam lingkup perusahaan yang sama.

"Nanti yang beli 30 persen itu bisa BUMD, supaya lebih terbuka dan tidak terpusat di kelompok usaha yang sama," kata Bobby.

Ia mendorong pemerintah kabupaten dan kota di Sumatera Utara untuk mulai membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dapat berperan dalam pengelolaan dan distribusi minyak goreng di tingkat lokal.

Menurutnya, keberadaan BUMD dapat menjadi solusi agar kebutuhan minyak goreng masyarakat lebih mudah terpenuhi tanpa harus bergantung pada distribusi dari luar daerah.

"Kalau ini bisa jalan, saya yakin minyak goreng di Sumatera Utara tidak akan susah lagi dicari," ujarnya.*


(d/ad)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bobby Nasution Dorong UMKM Sumut Naik Kelas, Studi Kelayakan Jadi Kunci Tarik Investor
Pemprov Sumut Terima Rekomendasi Strategis Sesko TNI untuk Mitigasi Ancaman Megathrust
MTQ Sumut 2026 Digelar 15–25 Juni, Target Tembus Lima Besar Nasional
Pemprov Sumut Larang Keras Pungli di Sekolah, Semua Program Digratiskan
Prabowo dan JK Bahas Masa Depan Energi Indonesia, Apa Saja yang Dibicarakan?
Gubernur Mualem dan SKK Migas Sepakat Revisi PoD Blok Andaman, Aceh Dorong Pengolahan Gas di Darat
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru