BREAKING NEWS
Kamis, 17 September 2026

Pemprov Sumut Kembangkan Kawasan Perikanan Unggulan, Produksi hingga Hilirisasi Digenjot

Abyadi Siregar - Kamis, 17 September 2026 16:10 WIB
Pemprov Sumut Kembangkan Kawasan Perikanan Unggulan, Produksi hingga Hilirisasi Digenjot
Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Sumut Jenny Masniari Sinaga dalam konferensi pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut di lobi Dekranasda, Kantor Gubernur Sumut, Kamis, 17 September 2026. (foto: Diskominfo Sumut)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengembangkan kawasan unggulan perikanan tangkap dan budidaya sebagai salah satu program strategis daerah.

Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat pesisir.

Pengembangan kawasan dilakukan secara terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir.

Baca Juga:

Pemerintah Provinsi Sumut melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumut bekerja sama dengan Universitas Sumatera Utara (USU) telah menyusun master plan pengembangan kawasan unggulan perikanan tangkap dan budidaya.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Sumut Jenny Masniari Sinaga dalam konferensi pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut di lobi Dekranasda, Kantor Gubernur Sumut, Kamis, 17 September 2026.

"Tahun 2026 ini untuk pengembangan kawasan unggulan perikanan tangkap kita prioritaskan di wilayah pantai barat dan pantai timur dan tahun 2027 kita kembangkan di kepulauan Nias," ujar Jenny.

Jenny menjelaskan, penentuan kawasan unggulan dilakukan berdasarkan potensi dan produksi perikanan di masing-masing daerah.

Berdasarkan data DKP Sumut, total produksi perikanan Sumatera Utara pada 2025 mencapai 382.127,77 ton.

Adapun target produksi pada 2026 sebesar 383.036,91 ton. Hingga triwulan II 2026, produksi telah mencapai 200.931,45 ton.

Pada 2025, sejumlah daerah mencatat produksi perikanan cukup tinggi, antara lain Tapanuli Tengah, Batubara, Asahan, dan Tanjungbalai.

Data tersebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam menentukan lokasi kawasan unggulan.

"Data produksi ikan inilah yang menjadi dasar kami untuk memilih penentuan lokasi sebagai kawasan unggulan yang konsepnya dibangun dari hulu ke hilir, dimana nelayan kita berikan alat tangkap dan bantuan lain yang dibutuhkan dan nanti dibantu hilirisasinya hingga pengolahan," terang Jenny.

Untuk Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 572, pengembangan mencakup Kepulauan Nias yang terdiri atas Nias, Nias Utara, Nias Barat, Nias Selatan, dan Kota Gunungsitoli.

Sementara kawasan pantai barat meliputi Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Mandailing Natal.

Sejumlah komoditas perikanan menjadi potensi di kawasan tersebut, antara lain cakalang, tongkol, tenggiri, tuna sirip kuning, kembung, layang, selar kuning, tembang, kuwe, dan bawal.

Adapun WPP 571 mencakup kawasan pantai timur Sumatera Utara. Wilayahnya meliputi Langkat, Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Batubara, Tanjungbalai, Asahan, Labuhanbatu, dan Labuhanbatu Utara.

Komoditas yang menjadi potensi utama di wilayah tersebut antara lain kembung, tembang, kerang darah, tetengkek, senangin, cumi-cumi, tenggiri, lencam pasir mata besar, udang jerbung, dan layang benggol.

Menurut Jenny, pengembangan kawasan unggulan perikanan tangkap tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan produksi.

Program tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan, menjaga keberlanjutan ekosistem laut, dan memperkuat rantai usaha perikanan.

Dalam master plan pengembangan kawasan, Pemprov Sumut juga menyiapkan kawasan unggulan pengolahan ikan asin di Sibolga, Asahan, Batubara, dan Tanjungbalai.

Pengolahan tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah terhadap hasil tangkapan nelayan, terutama ketika produksi ikan melimpah.

"Kita harapkan potensi ikan yang berlebih di daerah ini bisa diolah menjadi ikan asin," kata Jenny.

Pengembangan kawasan perikanan tangkap juga terintegrasi dengan program nelayan-merah-putih/" target="_blank">Kampung Nelayan Merah Putih.

Pada 2025, program tersebut telah dibangun di empat wilayah, yakni Langkat, Serdang Bedagai, Asahan, dan Batubara.

Sementara pada 2026, pembangunan nelayan-merah-putih/" target="_blank">Kampung Nelayan Merah Putih di Sumut direncanakan mencakup 11 wilayah di pantai timur dan 18 wilayah di pantai barat.

Selain perikanan tangkap, Pemprov Sumut juga mengembangkan sektor perikanan budidaya.

Kepala Bidang Budidaya, Pengolahan, dan Pemasaran Hasil Perikanan DKP Sumut Muhammad Riza Kurnia Lubis mengatakan Sumatera Utara memiliki potensi besar dalam pengembangan perikanan budidaya.

Salah satu komoditas yang banyak diminati adalah udang vaname. Komoditas tersebut hingga kini menjadi salah satu produk perikanan yang diekspor.

Selain udang vaname, Pemprov Sumut memberikan perhatian terhadap pengembangan rumput laut yang dinilai memiliki peluang pasar ekspor.

"Ada juga beberapa komoditas lain yang menjadi konsern Sumut seperti tahun ini kita prioritaskan rumput laut juga diminati pasar ekspor," kata Riza.

Pengembangan perikanan tangkap dan budidaya tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah produksi.

Pemerintah juga menargetkan terbentuknya rantai usaha yang memberikan nilai tambah bagi nelayan, pembudidaya, pelaku pengolahan, hingga masyarakat pesisir.

Dengan pengembangan dari hulu hingga hilir, sektor kelautan dan perikanan diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi Sumatera Utara sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya laut.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
DKP Sumut Perkuat Ekonomi Biru, Sibolga hingga Batubara Jadi Kawasan Perikanan Unggulan
20 Warga Tanjungbalai Dapat Bantuan Bedah Rumah, Masing-Masing Rp30 Juta
HKN Jadi Momentum, Pemkab Batu Bara Dorong ASN Tingkatkan Kinerja dan Kualitas Pelayanan Publik
Dua Putri Berprestasi Batu Bara Siap Bawa Nama Daerah ke Kancah Nasional, Bupati Dorong Promosi Pariwisata dan UMKM
Potensi Ekonomi Pohon Aren Dilirik Pemkab Batu Bara, 16.000 Bibit Akan Ditanam
Kementerian Pertahanan Gelar Asistensi di Medan, Pemko Siap Dukung Komponen Pertahanan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru