Modus Ibu Ditabrak Geng Motor, Komplotan Ini Tipu Pelajar di Medan hingga Bawa Kabur Motor
MEDAN Komplotan penipu mencuri sepeda motor milik seorang pelajar berinisial MA, 14 tahun, di Kota Medan, Sumatera Utara. Pelaku menjala
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengembangkan kawasan unggulan perikanan tangkap dan budidaya sebagai salah satu program strategis daerah.
Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat pesisir.
Pengembangan kawasan dilakukan secara terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir.Baca Juga:
Pemerintah Provinsi Sumut melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumut bekerja sama dengan Universitas Sumatera Utara (USU) telah menyusun master plan pengembangan kawasan unggulan perikanan tangkap dan budidaya.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Sumut Jenny Masniari Sinaga dalam konferensi pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut di lobi Dekranasda, Kantor Gubernur Sumut, Kamis, 17 September 2026.
"Tahun 2026 ini untuk pengembangan kawasan unggulan perikanan tangkap kita prioritaskan di wilayah pantai barat dan pantai timur dan tahun 2027 kita kembangkan di kepulauan Nias," ujar Jenny.
Jenny menjelaskan, penentuan kawasan unggulan dilakukan berdasarkan potensi dan produksi perikanan di masing-masing daerah.
Berdasarkan data DKP Sumut, total produksi perikanan Sumatera Utara pada 2025 mencapai 382.127,77 ton.
Adapun target produksi pada 2026 sebesar 383.036,91 ton. Hingga triwulan II 2026, produksi telah mencapai 200.931,45 ton.
Pada 2025, sejumlah daerah mencatat produksi perikanan cukup tinggi, antara lain Tapanuli Tengah, Batubara, Asahan, dan Tanjungbalai.
Data tersebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam menentukan lokasi kawasan unggulan.
"Data produksi ikan inilah yang menjadi dasar kami untuk memilih penentuan lokasi sebagai kawasan unggulan yang konsepnya dibangun dari hulu ke hilir, dimana nelayan kita berikan alat tangkap dan bantuan lain yang dibutuhkan dan nanti dibantu hilirisasinya hingga pengolahan," terang Jenny.
Untuk Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 572, pengembangan mencakup Kepulauan Nias yang terdiri atas Nias, Nias Utara, Nias Barat, Nias Selatan, dan Kota Gunungsitoli.
Sementara kawasan pantai barat meliputi Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Mandailing Natal.
Sejumlah komoditas perikanan menjadi potensi di kawasan tersebut, antara lain cakalang, tongkol, tenggiri, tuna sirip kuning, kembung, layang, selar kuning, tembang, kuwe, dan bawal.
Adapun WPP 571 mencakup kawasan pantai timur Sumatera Utara. Wilayahnya meliputi Langkat, Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Batubara, Tanjungbalai, Asahan, Labuhanbatu, dan Labuhanbatu Utara.
Komoditas yang menjadi potensi utama di wilayah tersebut antara lain kembung, tembang, kerang darah, tetengkek, senangin, cumi-cumi, tenggiri, lencam pasir mata besar, udang jerbung, dan layang benggol.
Menurut Jenny, pengembangan kawasan unggulan perikanan tangkap tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan produksi.
Program tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan, menjaga keberlanjutan ekosistem laut, dan memperkuat rantai usaha perikanan.
Dalam master plan pengembangan kawasan, Pemprov Sumut juga menyiapkan kawasan unggulan pengolahan ikan asin di Sibolga, Asahan, Batubara, dan Tanjungbalai.
Pengolahan tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah terhadap hasil tangkapan nelayan, terutama ketika produksi ikan melimpah.
"Kita harapkan potensi ikan yang berlebih di daerah ini bisa diolah menjadi ikan asin," kata Jenny.
Pengembangan kawasan perikanan tangkap juga terintegrasi dengan program nelayan-merah-putih/" target="_blank">Kampung Nelayan Merah Putih.
Pada 2025, program tersebut telah dibangun di empat wilayah, yakni Langkat, Serdang Bedagai, Asahan, dan Batubara.
Sementara pada 2026, pembangunan nelayan-merah-putih/" target="_blank">Kampung Nelayan Merah Putih di Sumut direncanakan mencakup 11 wilayah di pantai timur dan 18 wilayah di pantai barat.
Selain perikanan tangkap, Pemprov Sumut juga mengembangkan sektor perikanan budidaya.
Kepala Bidang Budidaya, Pengolahan, dan Pemasaran Hasil Perikanan DKP Sumut Muhammad Riza Kurnia Lubis mengatakan Sumatera Utara memiliki potensi besar dalam pengembangan perikanan budidaya.
Salah satu komoditas yang banyak diminati adalah udang vaname. Komoditas tersebut hingga kini menjadi salah satu produk perikanan yang diekspor.
Selain udang vaname, Pemprov Sumut memberikan perhatian terhadap pengembangan rumput laut yang dinilai memiliki peluang pasar ekspor.
"Ada juga beberapa komoditas lain yang menjadi konsern Sumut seperti tahun ini kita prioritaskan rumput laut juga diminati pasar ekspor," kata Riza.
Pengembangan perikanan tangkap dan budidaya tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah produksi.
Pemerintah juga menargetkan terbentuknya rantai usaha yang memberikan nilai tambah bagi nelayan, pembudidaya, pelaku pengolahan, hingga masyarakat pesisir.
Dengan pengembangan dari hulu hingga hilir, sektor kelautan dan perikanan diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi Sumatera Utara sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya laut.* (ad)
MEDAN Komplotan penipu mencuri sepeda motor milik seorang pelajar berinisial MA, 14 tahun, di Kota Medan, Sumatera Utara. Pelaku menjala
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Dewan Komisaris PT Perkebunan Sumatera Utara (PSU) mengungkap dugaan tindak pidana korupsi dalam program kerja sama replanting tan
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDA ACEH Ketua Pengadilan Tinggi Banda Aceh, Dr Sutio Jumagi Akhirno, SH, MH, menerima kunjungan kerja Kepala Kantor Wilayah Hukum Pro
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution serta kepala daerah dan Ketua DPRD kabupat
PEMERINTAHAN
MEDAN Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) belum menerima secara resmi salinan keputusan terkait upaya hukum banding yang diaj
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Seorang pria berinisial DK, 26 tahun, menikahi kekasihnya, TR, di ruang besuk tahanan Polrestabes Medan, Selasa, 15 September 2026
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meminta seluruh pihak memberikan perhatian serius terhadap siswa SMK Negeri 1 Merdeka, Kabu
NASIONAL
SAMOSIR Polres Samosir menangkap empat pria yang mengaku sebagai wartawan dan anggota lembaga swadaya masyarakat (LSM). Mereka diamankan
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendukung pelaksanaan pelatihan media sosial bagi guru dan tenaga pendidik di Kota Medan.
PENDIDIKAN
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengembangkan kawasan unggulan perikanan tangkap dan budidaya sebagai salah satu program strate
PERTANIAN AGRIBISNIS