BREAKING NEWS
Rabu, 07 Oktober 2026

Sumut Kembangkan 9.624 Hektare Bawang Putih di 9 Kabupaten, Kejar Produktivitas 20 Ton per Hektare

Abyadi Siregar - Rabu, 07 Oktober 2026 14:40 WIB
Sumut Kembangkan 9.624 Hektare Bawang Putih di 9 Kabupaten, Kejar Produktivitas 20 Ton per Hektare
Wagub Sumut Surya dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Kegiatan Bawang Putih Tahun 2026 dan Persiapan Tahun 2027 bersama Ditjen Hortikultura di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Rabu, 7 Oktober 2026. (foto: Diskominfo Sumut)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengembangkan budidaya bawang putih seluas 9.624 hektare di sembilan kabupaten.

Program ini ditujukan untuk memperkuat sektor pertanian dan meningkatkan kemandirian pangan.

Pengembangan bawang putih tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat kapasitas petani, serta memastikan kepastian pasar bagi hasil produksi.

Baca Juga:

Wakil Gubernur Sumut Surya menyampaikan hal itu dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Kegiatan Bawang Putih Tahun 2026 dan Persiapan Tahun 2027 bersama Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30, Medan, Rabu, 7 Oktober 2026.

Surya mengatakan Sumut memiliki potensi agroklimat yang sangat baik untuk pengembangan bawang putih.

Dari total potensi lahan 9.624 hektare, kawasan terbesar berada di Kabupaten Samosir dengan luas 5.001 hektare.

Selanjutnya, Kabupaten Karo memiliki potensi 2.995 hektare, Humbanghasundutan 411 hektare, Simalungun 384 hektare, Dairi 288 hektare, Toba 234 hektare, Tapanuli Utara 198 hektare, Deliserdang 73 hektare, dan Mandailing Natal 40 hektare.

Menurut Surya, ketersediaan benih bermutu menjadi salah satu faktor penting untuk mencapai hasil maksimal.

Selain itu, produksi bawang putih harus didukung kepastian pasar dan offtaker, serta penguatan kapasitas penangkar dan kelompok tani.

"Maka dari itu produktivitas harus kita dorong untuk mencapai target 20 ton per hektare panen basah," ucapnya.

Surya mengatakan Pemprov Sumut akan terus mendorong dan mengawal pengembangan bawang putih secara berkelanjutan.

Peningkatan produksi, kata dia, harus berjalan beriringan dengan kepastian pasar agar petani memiliki kepastian usaha dan mendapatkan harga yang menguntungkan.

"Untuk itu saya berharap koordinasi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Kabupaten, dan Kementerian Pertanian semakin kuat. Sehingga pengembangan bawang putih di Sumut dapat berjalan secara terarah, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi petani," harapnya.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Muhammad Taufiq Ratule mengatakan Sumatera Utara menjadi salah satu wilayah yang masuk dalam alokasi kawasan strategis pengembangan hortikultura nasional untuk mencapai swasembada bawang putih.

Menurut Taufiq, Sumut memiliki kondisi agroklimat dan potensi lahan yang mendukung pengembangan komoditas tersebut.

"Pengembangan bawang putih untuk memperkuat ketersediaan dan produksi lokal. Sumut menjadi sentra pengembangan bawang putih guna mendukung swasembada pangan nasional," pungkasnya.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pemprov Sumut dan PLN Perkuat Program Listrik Desa, 47 Lokasi Prioritas di Kepulauan Nias dan Madina
DWP Sumut Gelar Pelatihan Olah Makanan Sehat, Tingkatkan Keterampilan Pengurus Sajikan Hidangan Bergizi
Perkuat Keamanan Digital, TTIS Kabupaten Batu Bara Dikukuhkan BSSN
Sonny Irawan Kembali ke Sumut sebagai Kapolda, Gubsu Bobby Nasution Siap Perkuat Kolaborasi
Wali Kota Rico Waas Dukung Jaksa Sahabat Pendidik, Dorong Anggaran Pendidikan Tepat Sasaran
Pernah Minta Gibran Mundur, Kepala Bakom Syahganda: Itu Dulu Saat di Luar Pemerintahan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru