Bukan Soal Emas 74 Kg! Kubu Febrie Adriansyah Ungkap Fokus Utama di Praperadilan
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
JAKARTA -Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) dan Purnawirawan TNI Letnan Jenderal Sutiyoso secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap desakan untuk mencopot Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dari jabatannya.
Dukungan itu ia sampaikan dalam wawancaranya di kanal YouTube Hersubeno Point, yang tayang Sabtu (26/4/2025). Sutiyoso menyuarakan kekhawatiran besar apabila terjadi situasi darurat di mana Presiden Prabowo Subianto tidak bisa melanjutkan tugasnya.
"Kita doakan 08 (Prabowo) sehat, bahkan satu periode lagi. Tapi andai kata amit-amit 08 berhalangan tetap, siapa jadi presiden? Otomatis wakil presiden, itu konstitusi kita," kata Sutiyoso.
Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta dua periode ini, Gibran dinilai belum memiliki pengalaman dan kapasitas yang cukup untuk mengelola negara sebesar Indonesia.
Ia menyebut pengalaman Gibran yang hanya dua tahun menjabat sebagai Wali Kota Solo belum cukup menjadi bekal untuk menduduki jabatan strategis seperti Wakil Presiden, apalagi jika harus menggantikan Presiden secara konstitusional.
"Cuma dua tahun memimpin Solo yang homogen tentu tantangannya sedikit. Tiba-tiba langsung nasional," tambahnya.
Sutiyoso pun mengaku heran, mengingat dirinya masih ingat pernyataan Presiden Jokowi dahulu bahwa anak-anaknya tidak tertarik terjun ke dunia politik.
"Katanya dulu jual martabak, pisang goreng, dan sukses. Tapi di tengah jalan malah maju Pilkada," ujarnya, menyindir masuknya Gibran dan Bobby Nasution ke dunia politik.
Gibran yang terpilih sebagai Wakil Presiden dalam Pemilu 2024 mendampingi Prabowo, memang sempat menuai kontroversi terkait batas usia pencalonan.
Isu ini terus menjadi sorotan, terutama dari kalangan purnawirawan dan tokoh-tokoh nasional yang menuntut penguatan etika bernegara dan regenerasi kepemimpinan yang matang.
(gn/J006)
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
JAKARTA Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyiapkan 5.000 aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Kehutanan untuk diperbantukan
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP I Wayan Sudirta mengecam praktik pembakaran hutan dan lahan yang diduga dilakukan untu
NASIONAL
BENER MERIAH Ribuan warga Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mengikuti Apel Kebangsaan Indonesia Damai di Gedung Olahraga dan Seni (GORS) Desa
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan program pendampingan peningkatan produktivitas bagi 20 perusahaan mulai Septembe
NASIONAL
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kemarau yang berpotensi semakin keri
NASIONAL
JAKARTA Universitas Paramadina mempertemukan akademisi, pendidik, praktisi, pembuat kebijakan dan mahasiswa dari Indonesia, Inggris serta
PENDIDIKAN
JAKARTA Pakar kebijakan publik Bonatua Silalahi menempuh jalur sengketa informasi di Komisi Informasi Pusat (KIP) setelah pengaduannya ter
NASIONAL
MEDAN Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menindaklanjuti kasus dugaan kekerasan terhadap dua anak di Sidikalang, Kabupate
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah mengklaim menemukan 40 kete
NASIONAL