Wapres Gibran Ingatkan Generasi Muda Manfaatkan AI dengan Etika dan Tanggung Jawab
JAKARTA Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menekankan pentingnya pemanfaatan artificial intelligence (AI) secara bijak dan bertanggun
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA -Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengungkapkan keterkejutannya setelah disebut oleh penyelidik KPK, Arief Budi Rahardjo, sebagai aktor intelektual dalam kasus dugaan suap yang melibatkan komisioner KPU RI terkait Pergantian Antarwaktu (PAW) Harun Masiku.
Dalam keterangannya di persidangan, Hasto menjelaskan bahwa tindakannya dalam mengajukan judicial review ke Mahkamah Agung (MA) adalah hak konstitusional partai politik, dan tidak seharusnya dianggap sebagai peran seorang aktor intelektual dalam kasus tersebut. "Saya agak kaget disebut sebagai aktor intelektual hanya karena memberikan arahan dan melaporkan. Itu tindakan konstitusional," ujarnya.
Hasto juga menanggapi tudingan bahwa langkah hukum yang ditempuhnya dianggap sebagai upaya memberatkan dirinya. Menurutnya, apa yang dilakukannya adalah langkah sah dan bukan tindakan pribadi yang melibatkan suap.
Keterangan Arief Budi Rahardjo di Persidangan
Dalam persidangan yang berlangsung, Arief Budi Rahardjo sebagai saksi menyebut Hasto Kristiyanto sebagai aktor intelektual dalam penyuapan terhadap eks komisioner KPU, Wahyu Setiawan. Menurut Arief, tudingan tersebut didasarkan pada keterangan saksi Saeful Bahri dan bukti percakapan yang ditemukan oleh tim penyelidik.
Namun, Hasto menyangkal adanya bukti langsung yang menghubungkannya dengan kasus suap ini. "Saya tidak pernah memberikan arahan langsung atau terlibat dalam komunikasi yang disebutkan," tegasnya.
Kasus Dugaan Suap dan Perintangan Penyidikan
Dalam kasus ini, Hasto Kristiyanto didakwa telah menyuap komisioner KPU untuk memastikan Harun Masiku ditetapkan sebagai anggota DPR melalui proses PAW. Suap tersebut, yang diduga melibatkan sejumlah pihak termasuk Donny Tri Istiqomah dan Saeful Bahri, mencapai Rp 600 juta.
Tak hanya itu, Hasto juga dituduh merintangi penyidikan terkait kasus Harun Masiku. Ia disebut mengarahkan beberapa saksi untuk tidak memberikan keterangan yang sebenarnya dan bahkan memerintahkan stafnya untuk merusak bukti, termasuk menyuruh untuk merendam ponsel guna menghindari penyelidikan lebih lanjut.
Pentingnya Proses Hukum yang Adil
Kasus ini semakin memanas dengan berbagai pernyataan dan bukti yang muncul dalam persidangan. Hasto Kristiyanto tetap mempertahankan bahwa tindakannya adalah sesuai dengan ketentuan hukum dan konstitusional. Proses persidangan yang sedang berlangsung di Pengadilan Tipikor Jakarta ini menjadi perhatian publik, dengan banyak yang berharap agar kebenaran dapat terungkap secara jelas.*
(kp/j006)
JAKARTA Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menekankan pentingnya pemanfaatan artificial intelligence (AI) secara bijak dan bertanggun
SAINS DAN TEKNOLOGI
ABU DHABI Sistem pertahanan udara Uni Emirat Arab (UEA) hari ini mengumumkan keberhasilan mencegat 9 rudal balistik dan 109 drone dalam
INTERNASIONAL
JAKARTA Direktur Eksekutif Lokataru Foundation, Delpedro Marhaen, meminta pemerintah dan Menko Polhukam Yusril Ihza Mahendra untuk memul
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Penyidik Polda Metro Jaya menahan Dokter Richard Lee malam ini, Jumat (6/3/2026) terkait dugaan pelanggaran perlindungan konsume
ENTERTAINMENT
DENPASAR Jajaran Polda Bali memperkuat sinergitas dengan masyarakat pesisir dan pelaku usaha transportasi laut guna menjamin keselamatan
NASIONAL
BANDA ACEH Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf menghadiri buka puasa bersama di halaman
PEMERINTAHAN
BADUNG Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan pentingnya pengelolaan sampah berbasis sumber (PSBS) di seluruh desa dan kelurahan di Kabup
PEMERINTAHAN
BULELENG Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Putri Suastini Koster, mendorong masyarakat Kabupaten Buleleng untuk mulai mengelola sam
PEMERINTAHAN
BINJAI Ketua DPRD Kota Binjai, Hj. K. Gusuartini Br. Surbakti, menghadiri Forum Perangkat Daerah/Lintas Perangkat Daerah yang digelar di
PEMERINTAHAN
BADUNG Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta, turut hadir dan ngayah dalam rangkaian karya di Pura Puseh Desa Adat Kuta, Jumat (6/3/20
PEMERINTAHAN