Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,8 Juta per Gram, Ini Rinciannya
JAKARTA Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Logam Mulia terpantau stagnan pada perdagangan Jumat, 24 April 2026. Harga
EKONOMI
MEDAN– Pernyataan mengejutkan kembali dilontarkan mantan Guru Besar Universitas Sumatera Utara (USU), Prof. Yusuf Leonard Henuk.
Lewat kanal YouTube Forum Keadilan TV, ia menuding Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai mahasiswa Drop Out (DO) dari Universitas Gadjah Mada (UGM).
Dalam tayangan tersaebut, Prof Yusuf mengklaim Jokowi tidak menyelesaikan pendidikan di Fakultas Kehutanan UGM karena tidak memenuhi syarat Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) untuk menulis skripsi.
Menurutnya, pada era 1980-an, IPK minimal 2,5 diperlukan untuk bisa mengajukan skripsi, sementara IPK Jokowi disebut berada di bawah angka tersebut berdasarkan wawancara lama dengan media.
"Kalau Jokowi sudah jelas masuk Fakultas Kehutanan UGM tahun 80-an. Saya bisa bilang bahwa dia DO," kata Prof Yusuf.
Ia juga mempertanyakan keabsahan skripsi Jokowi yang hanya ditandatangani oleh satu pihak dan tidak disahkan oleh dekan.
Namun, Yusuf menyatakan siap meminta maaf apabila pernyataannya terbukti keliru.
"Saya bicara apa adanya. Saya guru besar. Kalau salah, saya minta maaf," ujarnya.
Ia bahkan menantang agar transkrip nilai asli Jokowi dibuka ke publik.
Pernyataan ini sontak menuai perhatian, mengingat Prof Yusuf sendiri bukan sosok asing dari kontroversi publik.
Rekam Jejak Kontroversial Prof Yusuf Henuk
Prof. Yusuf Leonard Henuk bukan kali pertama mencuat di pemberitaan.
Ia pernah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan ditangkap Kejaksaan Negeri Tapanuli Utara pada 25 Agustus 2022 atas kasus pencemaran nama baik terkait komentar terhadap gelar akademik Bupati Taput, Nikson Nababan.
Ia dinyatakan bersalah berdasarkan putusan Pengadilan Tinggi Medan.
Pada tahun 2021, Prof Yusuf juga tersandung kasus dugaan ujaran rasis terhadap masyarakat Papua, usai cuitannya di Twitter yang menyebut orang Papua "bodoh" dan mengaitkan mereka dengan iblis.
Aksi protes dari mahasiswa Papua di USU saat itu memaksa pihak rektorat mencopotnya dari jabatan Guru Besar dan memutasinya ke IAKN Tarutung.
Tak hanya itu, beredar pula surat lamaran dirinya kepada Presiden Jokowi, di mana Prof Yusuf meminta untuk dipertimbangkan menjadi menteri dengan mengklaim dirinya pendukung setia dan lebih kapabel dari Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Kini, pernyataannya soal status pendidikan Presiden Jokowi kembali memicu kontroversi dan mengundang pertanyaan soal motif di balik tudingan tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Istana Kepresidenan maupun UGM terkait tuduhan yang dilontarkan oleh Prof Yusuf Leonard Henuk.*
(tm/a008)
JAKARTA Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Logam Mulia terpantau stagnan pada perdagangan Jumat, 24 April 2026. Harga
EKONOMI
JAKARTA Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Rakyat Indonesia atau BRI kembali menjadi perhatian pelaku usaha mikro, kecil, dan m
EKONOMI
Oleh Gerry SoejatmanRENCANA Presiden Prabowo Subianto untuk mendatangkan 200 helikopter mulai Januari 2026 merupakan manuver strategis yang
OPINI
LANGSA Ustaz Sanjaya Abdullah mengingatkan pentingnya menjadi mukmin yang kuat secara iman, mental, dan akhlak, bukan pribadi yang rapuh
AGAMA
MEDAN Perum Bulog mencatat cadangan beras pemerintah (CBP) mencapai 5 juta ton secara nasional. Angka ini disebut sebagai stok tertinggi s
EKONOMI
LABUSEL Wakil Bupati Labuhanbatu Selatan Syahdian Purba Siboro meresmikan Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) di Desa Teluk Panji I
PEMERINTAHAN
MEDAN Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Sumatera Utara 2027 menekankan arah pembangun
PEMERINTAHAN
BATU BARA Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Batu Bara kembali menghadirkan kemudahan layanan melalui program unggulan Sinergi
PEMERINTAHAN
MEDAN Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Sumatera Utara (Sumut) pada 2025 menempati peringkat ke10 secara nasional. Sementara
PEMERINTAHAN
MEDAN Kecamatan Medan Deli mengintensifkan patroli malam melalui Posko Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) serta mengaktifkan pos
NASIONAL