Hotman Paris: Febrie Adriansyah Jalani 18 Pertanyaan, Pemeriksaan Masih Fokus Kasus Asabri
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Hotman Paris Hutapea, mengungkapkan klienn
NASIONAL
JAWA BARAT -Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan tanggapan santai terhadap kritik tajam yang dilontarkan oleh pengamat politik Rocky Gerung, yang menilai dirinya berpikiran dangkal dan lebih mementingkan visualisasi ketimbang visi.
Melalui unggahan di akun Instagram-nya, @dedimulyadi71, Dedi merespons sindiran tersebut dengan sebuah analogi sederhana namun menohok.
"Saya memilih menjadi orang yang berpikiran dangkal, namun melahirkan hamparan tanaman. Daripada orang yang mengakui pikirannya dalam malah membuat banyak orang tenggelam," tulis Dedi sembari berjalan santai di hamparan sawah.
Alih-alih meradang, Dedi Mulyadi terlihat santai menanggapi kritik tersebut. Dalam video yang diunggah, ia tampak menikmati udara pagi sambil berolahraga, menunjukkan bahwa ia tak terlalu ambil pusing.
"Pagi semuanya, kita hadapi berbagai kritik dengan senyuman. Salam sehat bahagia selalu. Dengan melangkah hidup akan menjadi berkah," imbuhnya.
Sebelumnya, Rocky Gerung menilai gaya kepemimpinan Dedi Mulyadi terlalu mengandalkan penampilan dan media sosial. Ia mengutip teori Guy Debord dalam The Society of the Spectacle, menyebut bahwa masyarakat saat ini lebih menyukai tampilan visual ketimbang kedalaman gagasan.
"Jokowi dan Dedi Mulyadi sama-sama besar lewat intensitas kemunculan mereka di media, bukan karena visinya," ujar Rocky.
Tak hanya itu, Rocky juga menyoroti program Dedi yang mengirim remaja bermasalah ke barak militer. Ia menilai kebijakan tersebut bersifat dangkal karena hanya mendisiplinkan fisik tanpa mendidik pola pikir. Ia bahkan mengaitkannya dengan teori Michel Foucault tentang masyarakat disipliner.
Rocky juga menyebut rendahnya rata-rata IQ masyarakat Indonesia sebagai faktor larisnya politik berbasis "penampilan". Ia mengklaim angka IQ nasional stagnan di 78 menurut data WHO dan World Bank.
"Hanya dalam masyarakat dengan IQ 78, kedangkalan itu laku," ucapnya.
Meski menjadi sasaran kritik akademik, Dedi Mulyadi tetap memilih merespons dengan tindakan nyata di lapangan. Ia menekankan pentingnya aksi konkret dan dampak langsung terhadap masyarakat dibanding terlibat dalam debat filosofis.*
(gn/j006)
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Hotman Paris Hutapea, mengungkapkan klienn
NASIONAL
JAKARTA Kuasa hukum pengusaha Don Ritto menyatakan uang tunai dan emas seberat 74 kilogram yang disita penyidik dari rumah mantan Jaksa
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah siap melakukan efisiensi anggaran, termasuk membuka peluang memangkas anggaran s
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tidak ingin dikenal sebagai bangsa yang hanya berpangku tangan. Menurutnya, Indon
NASIONAL
DELI SERDANG Kepolisian masih terus menyelidiki penyebab kecelakaan beruntun yang melibatkan sebuah truk pengangkut air mineral dengan d
PERISTIWA
JAKARTA Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari mengungkap adanya kebijakan pada masa kepemimpinan sebelumnya yang meng
NASIONAL
MALANG Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keyakinannya bahwa Indonesia memiliki peluang besar menjadi salah satu kekuatan ekonomi te
NASIONAL
NAGAN RAYA Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera terus mengawal percepatan pembanguna
NASIONAL
ACEH TIMUR Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Timur terus mematangkan persiapan pembangunan
NASIONAL
MEDAN Fraksifraksi DPRD Provinsi Sumaterafraksi DPRD Provinsi Sumatera Utara memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov)
PEMERINTAHAN