BRI Peduli Aceh: Salurkan Bantuan Langsung dan Pulihkan Semangat Anak-anak Pascabencana
MEDAN PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) melalui program BRI Peduli menegaskan komitmennya untuk mendukung percepatan pemuliha
NASIONAL
MEDAN – Dalam rangka menegaskan pentingnya dekolonisasi pemikiran sebagai fondasi pembebasan bangsa Indonesia, masyarakat intelektual negeri ini diajak untuk merefleksikan kembali posisi dan peran intelektual Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan kolonialisme epistemik yang masih berlangsung.
Ajakan tersebut disampaikan Shohibul Anshor Siregar, dosen FISIP Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dalam diskusi "Dekolonisasi Pemikiran" digelar Komunitas Pencinta Ilmu Pengetahuan dan Intelektual (Kopipahit) di Kampus UINSU Medan, Rabu (4/6/2025).
Diskusi tersebut juga menghadirkan mantan Rektor UINSU, Prof. Dr. H. Syahrin Harahap, MA, yang mengangkat topik "Kemewahan Intelektual. Menurut Shohibul, Indonesia menderita sindrom inlanderitas akibat penjajahan yang berlangsung cukup lama, yakni lebih dari tiga abad oleh enam bangsa asing.
Dampaknya, tidak hanya pada kemiskinan dan ketertinggalan ekonomi, tetapi juga mentalitas inferior yang membuat kita sulit maju secara mandiri. "Elit kita pun kerap terjebak pada mentalitas komprador, yang lebih mengutamakan posisi dan kepentingan asing daripada rakyat sendiri," tegas Shohibul yang juga Koordinator Umum Pengembangan Basis Sosial Inisiatif & Swadaya (nBASIS).
Shohibul menggarisbawahi bahwa kekerasan struktural dan kekerasan budaya terus memperpanjang kolonialisme dalam bentuk yang lebih halus dan sistemik. "Bahkan rumusan kebijakan makroekonomi Indonesia, banyak gagal karena ketergantungan dan kegagalan membebaskan diri dari jeratan kolonialisme intelektual.
Lebih jauh Shohibul Anshor Siregar menekankan perlunya rekonstruksi asketisme intelektual sebagai upaya membangun keberanian berpikir yang bebas dan berintegritas.
"Tokoh seperti Sutan Sjahrir dan Tan Malaka di masa lalu, dan Rocky Gerung serta Dr Rismon Hasiholan Sianipar saat ini, menunjukkan bagaimana intelektual yang konsisten dan berani bisa menjadi teladan bagi bangsa," jelasnya.
Shohibul juga mengingatkan pentingnya menempatkan tokoh-tokoh besar bangsa seperti H.O.S. Tjokroaminoto, Soekarno, Mohammad Hatta, Agus Salim, dan Mohammad Natsir yang berperan di dalam maupun di luar kekuasaan, sebagai contoh bahwa pembebasan pemikiran tidak harus menjauh dari arena politik.
Dalam konteks modern, ia menyebut figur seperti Anies Rasyid Baswedan sebagai contoh tokoh publik yang meski terlibat dalam kekuasaan, tetap memperjuangkan nilai-nilai intelektual dan kemanusiaan.
Shohibul Anhsor juga mengkritisi kondisi kampus sebagai pusat intelektual bangsa. "Kampus-kampus kita saat ini terbelenggu oleh birokrasi yang kaku dan standar internasional yang sebenarnya berpotensi menjadi alat kolonialisme baru, seperti Scopus. Banyak akademisi terjebak dalam budaya kuantitas publikasi yang mengejar indeks dan angka. Bukan makna dan relevansi sosial," katanya.
Ia menambahkan, "Ini adalah jebakan yang harus kita waspadai agar kampus kembali menjadi ruang merdeka berpikir. Bukan mesin birokrasi yang melanggengkan penjajahan intelektual," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Prof. Dr. H. Syahrin Harahap, MA menyatakan, kemewahan sejati seorang intelektual bukan terletak pada gelar atau penghargaan, melainkan pada keberanian untuk berpikir secara bebas dan kritis, meskipun menghadapi tekanan dan risiko.
MEDAN PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) melalui program BRI Peduli menegaskan komitmennya untuk mendukung percepatan pemuliha
NASIONAL
BANDARLAMPUNG Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung menyiapkan strategi baru untuk meningkatkan kemampuan akademi
PENDIDIKAN
JAKARTA Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menegaskan bahwa kontrol atas Greenland merupakan hal yang tak bisa ditawar demi kepenti
INTERNASIONAL
BANDARLAMPUNG Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, meminta Bank Pembangunan Daerah (BPD) Lampung untuk meningkatkan penyaluran kred
EKONOMI
JAKARTA Wacana pengalihan mekanisme pemilihan kepala daerah (Pilkada) dari sistem langsung ke DPRD memicu penolakan dari sejumlah warga.
POLITIK
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memeriksa Wakil Katib Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta, Muzak
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Kapolda Sumatera Utara, Irjen Whisnu Hermawan Februanto, melakukan mutasi terhadap sejumlah Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) di jaj
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Seorang nelayan, Irfan alias Ipan Jengkol, divonis delapan tahun penjara atas pembunuhan remaja berusia 16 tahun, Muhammad Rasyid
HUKUM DAN KRIMINAL
JAMBI Seorang guru di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur, Agus Saputra, menjadi korban pengeroyokan sejumlah siswa pada Selasa (13/1/2026
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Unit Reserse Kriminal Polsek Medan Timur menangkap seorang pria berinisial M Dhanil, 39 tahun, atas dugaan pencurian baterai mobil
HUKUM DAN KRIMINAL