Dari Ahli Teknologi hingga Menteri, Prabowo Siapkan Tanda Jasa Jelang HUT ke-81 RI
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto akan menganugerahkan tanda jasa dan kehormatan kepada sejumlah tokoh yang dinilai berjasa bagi bangsa
NASIONAL
MEDAN – Dalam rangka menegaskan pentingnya dekolonisasi pemikiran sebagai fondasi pembebasan bangsa Indonesia, masyarakat intelektual negeri ini diajak untuk merefleksikan kembali posisi dan peran intelektual Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan kolonialisme epistemik yang masih berlangsung.
Ajakan tersebut disampaikan Shohibul Anshor Siregar, dosen FISIP Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dalam diskusi "Dekolonisasi Pemikiran" digelar Komunitas Pencinta Ilmu Pengetahuan dan Intelektual (Kopipahit) di Kampus UINSU Medan, Rabu (4/6/2025).
Diskusi tersebut juga menghadirkan mantan Rektor UINSU, Prof. Dr. H. Syahrin Harahap, MA, yang mengangkat topik "Kemewahan Intelektual. Menurut Shohibul, Indonesia menderita sindrom inlanderitas akibat penjajahan yang berlangsung cukup lama, yakni lebih dari tiga abad oleh enam bangsa asing.
Dampaknya, tidak hanya pada kemiskinan dan ketertinggalan ekonomi, tetapi juga mentalitas inferior yang membuat kita sulit maju secara mandiri. "Elit kita pun kerap terjebak pada mentalitas komprador, yang lebih mengutamakan posisi dan kepentingan asing daripada rakyat sendiri," tegas Shohibul yang juga Koordinator Umum Pengembangan Basis Sosial Inisiatif & Swadaya (nBASIS).
Shohibul menggarisbawahi bahwa kekerasan struktural dan kekerasan budaya terus memperpanjang kolonialisme dalam bentuk yang lebih halus dan sistemik. "Bahkan rumusan kebijakan makroekonomi Indonesia, banyak gagal karena ketergantungan dan kegagalan membebaskan diri dari jeratan kolonialisme intelektual.
Lebih jauh Shohibul Anshor Siregar menekankan perlunya rekonstruksi asketisme intelektual sebagai upaya membangun keberanian berpikir yang bebas dan berintegritas.
"Tokoh seperti Sutan Sjahrir dan Tan Malaka di masa lalu, dan Rocky Gerung serta Dr Rismon Hasiholan Sianipar saat ini, menunjukkan bagaimana intelektual yang konsisten dan berani bisa menjadi teladan bagi bangsa," jelasnya.
Shohibul juga mengingatkan pentingnya menempatkan tokoh-tokoh besar bangsa seperti H.O.S. Tjokroaminoto, Soekarno, Mohammad Hatta, Agus Salim, dan Mohammad Natsir yang berperan di dalam maupun di luar kekuasaan, sebagai contoh bahwa pembebasan pemikiran tidak harus menjauh dari arena politik.
Dalam konteks modern, ia menyebut figur seperti Anies Rasyid Baswedan sebagai contoh tokoh publik yang meski terlibat dalam kekuasaan, tetap memperjuangkan nilai-nilai intelektual dan kemanusiaan.
Shohibul Anhsor juga mengkritisi kondisi kampus sebagai pusat intelektual bangsa. "Kampus-kampus kita saat ini terbelenggu oleh birokrasi yang kaku dan standar internasional yang sebenarnya berpotensi menjadi alat kolonialisme baru, seperti Scopus. Banyak akademisi terjebak dalam budaya kuantitas publikasi yang mengejar indeks dan angka. Bukan makna dan relevansi sosial," katanya.
Ia menambahkan, "Ini adalah jebakan yang harus kita waspadai agar kampus kembali menjadi ruang merdeka berpikir. Bukan mesin birokrasi yang melanggengkan penjajahan intelektual," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Prof. Dr. H. Syahrin Harahap, MA menyatakan, kemewahan sejati seorang intelektual bukan terletak pada gelar atau penghargaan, melainkan pada keberanian untuk berpikir secara bebas dan kritis, meskipun menghadapi tekanan dan risiko.
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto akan menganugerahkan tanda jasa dan kehormatan kepada sejumlah tokoh yang dinilai berjasa bagi bangsa
NASIONAL
JAKARTA Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengaku telah menyampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto ba
POLITIK
JAKARTA Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengapresiasi majelis hakim P
NASIONAL
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat signifikan pada perdagangan Rabu (12/8/2026). IHSG naik 105,96 poin atau 1,69
EKONOMI
JAKARTA Polisi mengungkap sosok yang mengajukan tantangan hafalan Al Quran berhadiah minuman keras (miras) dalam acara The Sounds Projec
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menyebut transaksi senilai Rp
NASIONAL
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai posisi utang pemerintah Indonesia masih berada dalam batas aman meski telah mencap
EKONOMI
JAKARTA Tim kuasa hukum Febrie Adriansyah meminta kematian Sutrimo tidak dikaitkan secara dini dengan perkara hukum yang tengah dijalani
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kasus kematian Sutrimo, mantan Kepala Rumah Tangga (Karumga) eks Jampidsus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah, menjadi perhatian
NASIONAL
JAKARTA Polisi melakukan ekshumasi terhadap jasad Sutrimo yang disebut sebagai kepala rumah tangga (Karumga) eks Jampidsus Kejaksaan Agu
NASIONAL