Ketika Negarawan Gagal Menjaga Lidah di Negeri Majemuk
OlehRuben Cornelius SiagianDI republik yang dibangun di atas luka sejarah, katakata seorang tokoh bangsa tidak pernah netral. Ia bisa mene
OPINI
JAKARTA - Sosok Mulyono, teman seangkatan Presiden Joko Widodo di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), akhirnya buka suara terkait namanya yang sempat ramai dikaitkan sebagai nama kecil Jokowi.
Dalam reuni 45 tahun Angkatan 1980 Fakultas Kehutanan UGM, Sabtu (26/7/2025), Mulyono memberikan klarifikasi sekaligus nostalgia masa kuliah bersama Presiden ketujuh RI tersebut.
"Satu angkatan, jadi masuknya baru tahun 80. Saya tahu beliau sebagai Joko Widodo, bukan Mulyono," kata Mulyono saat ditemui awak media di sela-sela acara reuni.
Mulyono menegaskan, dirinya tidak pernah merasa dikaitkan secara langsung dalam polemik seputar nama kecil Jokowi. "Enggak pernah ada yang tanya langsung ke saya. Kawan-kawan di kampung paling cuma bilang, 'Pak Mul itu temannya Pak Jokowi ya?' Saya jawab, ya betul, teman satu kampus," tuturnya.
Mulyono tak segan mengakui bahwa Jokowi memang memiliki prestasi akademik lebih unggul darinya.
"Pak Jokowi nilainya lebih bagus dari saya. Beliau wisuda Februari 1985, saya baru lulus tahun 1987," kenang Mulyono yang kini bekerja di sektor swasta dan menetap di Jambi sejak 1993.
Ia juga menceritakan interaksi hangat mereka sebelum Jokowi terjun ke dunia politik. "Sebelum jadi pejabat, ketemu pun sering sapa. Waktu jadi Wali Kota juga masih suka ngajak ngobrol, ngajak jalan," imbuhnya.
Reuni angkatan 80 Fakultas Kehutanan UGM menjadi ajang penuh tawa dan nostalgia. Dalam sambutannya, Jokowi sempat mengenang masa-masa kuliah dan ingin "curhat" kepada teman-teman lama. Suasana makin cair ketika salah satu peserta reuni melempar celetukan jenaka:
"Pak Jokowi ini ada Mulyono asli, ini bapaknya," ucap peserta, disambut tawa hadirin.
Jokowi pun merespons dengan cepat dan santai:
"Jangan nambah masalah lagi," katanya sambil tertawa.
OlehRuben Cornelius SiagianDI republik yang dibangun di atas luka sejarah, katakata seorang tokoh bangsa tidak pernah netral. Ia bisa mene
OPINI
JAKARTA Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan pengalamannya saat masih menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB
NASIONAL
JAKARTA Ketua Umum Gerakan Pemuda Ka&039bah (GPK) Imam Fauzan A. Uskara membantah tudingan adanya pemecatan massal ratusan pengurus Dewa
POLITIK
JAKARTA PT Pertamina International Shipping (PIS) menyatakan dua kapalnya, Pertamina Pride dan Gamsunoro, hingga kini masih berada di kawa
NASIONAL
JAKARTA Politikus PAN Surya Utama alias Uya Kuya melaporkan dugaan penyebaran berita bohong yang mencatut namanya ke Polda Metro Jaya. Lap
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Google dilaporkan menggandeng perusahaan kacamata EssilorLuxottica untuk memperkuat pengembangan kacamata pintar berbasis Android
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menargetkan penyelesaian seluruh berkas layanan pertanaha
NASIONAL
JAKARTA Terdakwa kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor), Kamser Maroloan Sitanggang, menyampaikan surat terbuka kepada Komisi III
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Gelombang kejahatan penipuan atau scam di sektor keuangan digital kian mengkhawatirkan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat to
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menekankan pentingnya pemikiran geopolitik dalam menjaga arah dan kepenting
POLITIK